Efektivitas Minuman Jahe Merah terhadap Derajat Disminore pada Remaja Putri

Authors

  • Rani Purwani STIKES Abdurahman Palembang
  • Titin Apriyani STIKES Abdurahman Palembang
  • Yona Sari STIKES Abdurahman Palembang

DOI:

https://doi.org/10.37287/jpm.v8i2.2489

Keywords:

disminorea, jahe merah, remaja putri

Abstract

Dismenore sering dialami oleh remaja yang disebabkan adanya kontraksi rahim akibat rangsangan prostaglandin. Beberapa remaja putri yang mengalami dismenore tidak dapat mengatasi dengan baik, membiarkan nyeri berlangsung atau melakukan penanganan yang kurang tepat. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya pengetahuan remaja tentang dismenore. Remaja merupakan agen perubahan yang memiliki kemampuan potensial dalam mewujudkan derajat kesehatan reproduksi. Upaya pemberdayaan remaja dalam mengatasi permasalahan dismenore dapat dilakukan melalui upaya peningkatan pengetahuan terutama tentang obat herbal/terapi komplementer sehingga dirinya mampu melakukan upaya mandiri, Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan salah satu tanaman herbal yang dikenal luas dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi nyeri dan inflamasi. Kandungan gingerol dan shogaol dalam jahe merah diketahui memiliki efek antiinflamasi dan analgesik melalui mekanisme penghambatan produksi prostaglandin dan penurunan sensitivitas reseptor nyeri. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dilaksanakan memlui kegiatan pendidikan kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatakan pengetahuan tentang penggunaan obat herbal jahe merah untuk mengatasi dismenore pada remaja. Subyek pada kegiatan pengabdian ini adalah 15 remaja putri di PMB Nurachmi. Pendidikan kesehatan diberikan melalui penyuluhan, pembagian brosur dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil evaluasi didapatkan nilai rata-rata sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu, 11,17 dan nilai rata rata sesudah diberikan pendidikan kesehatan sebesar 17,58. Diperoleh hasil uji Paired T test sig (2-tailed) P lebih kecil dari 0,000 / (0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan pengabdian masyarakat dapat tercapai dengan baik, sehingga diharapkan remaja memiliki kemampuan yang baik dalam mencegah dan mengatasi dismenore.

References

Chen, C., et al. (2022). Global Prevalence of Dysmenorrhea among Adolescents: A Systematic Review and Meta-Analysis. Journal of Adolescent Health, 70(3), 503-511.

Dawood, M. Y. (2022). Primary Dysmenorrhea: Advances in Pathogenesis and Management. Obstetrics & Gynecology, 138(1), 45-57.

Dinas Kesehatan Sumatera Selatan. (2022). Laporan Kesehatan Remaja: Penanganan Disminorea di Provinsi Sumatera Selatan. Dinas Kesehatan Sumatera Selatan.

Harel, Z. (2020). Dysmenorrhea in Adolescents and Young Adults: Etiology and Management. Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology, 33(2), 138-144.

Rahayu, K. D., & Nujulah, L. (2019). Efektifitas Pemberian Ekstrak Jahe Terhadap Intensitas Dismenore Pada Mahasiswi Akademi Kebidanan Sakinah Pasuran. Embrio, Jurnal Kebidanan , 70-75.

Rahnama, P., Montazeri, A., Huseini, H. F., Kianbakht, S., & Naseri, M. (2023). Effect of Zingiber officinale R. Rhizomes (Ginger) on Pain Relief in Primary Dysmenorrhea: A Placebo Randomized Trial. BMC Complementary and Alternative Medicine, 23, 105.

Sharghi, M., et al. (2021). Prevalence, Severity, and Impacts of Primary Dysmenorrhea Among Adolescent Girls: A Systematic Review. Journal of Reproductive Health, 18(1), 25-33.

Yayasan Endometriosis Indonesia. (2023). Laporan Survei Nasional Mengenai Disminorea di Kalangan Remaja Putri Indonesia. Jakarta: Yayasan Endometriosis Indonesia.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Purwani, R., Apriyani, T., & Sari, Y. (2026). Efektivitas Minuman Jahe Merah terhadap Derajat Disminore pada Remaja Putri. Jurnal Peduli Masyarakat, 8(2), 171–176. https://doi.org/10.37287/jpm.v8i2.2489

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.