Strategi Meningkatkan Keterlibatan Remaja dalam Aktivitas Fisik Solusi Menghindari Pola Hidup Sedentari pada Era Digital

Authors

  • Endang Yuliningsih Universitas Kusuma Husada Surakarta
  • Lalu M.Panji Azali Universitas Kusuma Husada Surakarta
  • Diyanah Syolihan Rinjani Putri Universitas Kusuma Husada Surakarta
  • Dewi Suryandari Universitas Kusuma Husada Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.37287/jpm.v7i6.886

Keywords:

physical activity, adolescent, sedentary lifestyle, health education, digital era

Abstract

Kemajuan teknologi membawa serangkaian perubahan pada aspek kehidupan salah satunya pola aktivitas remaja. Remaja seringkali menghabiskan waktu dengan bermain handphone untuk bermain media sosial maupun game, serta duduk terlalu lama di kelas saat mengikuti pelajaran sehingga rentan untuk memiliki pola hidup sedentari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan remaja dalam aktivitas fisik sebagai solusi untuk menghindari pola hidup sedentari di era digital dan melibatkan 23 remaja. Kegiatan dilaksanakan meliputi beberapa tahapan, yaitu pengukuran tingkat aktivitas fisik, pengukuran tingkat pengetahuan terkait pentingnya aktivitas fisik, pemberian edukasi melalui media booklet, diskusi interaktif, serta pemilihan dan pelaporan jenis aktivitas fisik yang dilakukan secara mingguan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa berdasarkan pengukuran dengan Physical Activity Questionnaire for Adolescents, mayoritas remaja memiliki tingkat aktivitas ringan (57%), diikuti oleh aktivitas sedang (30%), dan aktivitas berat (13%). Setelah pelaksanaan edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan remaja mengenai pentingnya aktivitas fisik dan dampak negatif pola hidup sedentari. Tingkat pengetahuan rendah menurun dari 30% menjadi 17%, pengetahuan sedang meningkat dari 43% menjadi 48%, dan pengetahuan baik meningkat dari 27% menjadi 35%. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan mayoritas remaja memiliki ketertarikan pada beberapa jenis olahraga sebagai bentuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam aktivitas fisik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang disertai dengan keterlibatan aktif remaja dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya aktivitas fisik serta menjadi langkah awal dalam mengurangi kecenderungan pola hidup sedentari di kalangan remaja.

References

Fajari, Z.A., dan Asiyah, S. (2022). Efektivitas edukasi online menggunakan e-book dan video sebagai media peningkatan pemahaman mengenai pentingnya aktivitas fisik pada remaja. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia, Vol.8 No. 2. doi: https://doi.org/10.31290/jiki.v8i2.3517.

Kolle, E., Steene-Johannessen, J., & Anderssen, S. A. (2025). The Impact of Screen Time and Social Media Use on Physical Activity. Nordic Journal of Digital Literacy, 20(1), 40–44. https://doi.org/10.18261/njdl.20.1.7.

Kowalski, K. C., Crocker, P. R. E., & Donen, R. M. (2004). The Physical Activity Questionnaire for Older Children (PAQ-C) and Adolescents (PAQ-A) manual. University of Saskatchewan.

Mahindru, A., Patil, P., and Agrawal, V. (2023). Role of Physical Activity on Mental Health and Well-Being: A Review. Cureus. 15(1):e33475. https://doi.org/10.7759/cureus.33475

Notoatmodjo, S. (2010). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Rineka Cipta.

Pan, W., Zhang, H. & Xu, L. (2025). Association between physical activity and academic achievement in adolescents mediated by self-concept and physical and mental health. Sciences Report 15, 33561. https://doi.org/10.1038/s41598-025-18559-w.

Raiman, L., Amarnani, R., Abdur-Rahman, M., Marshall, A., and Mani-Babu, S. (2023). The role of physical activity in obesity: let's actively manage obesity. Clinical Medicine. (4):311-317. https://doi.org/10.7861/clinmed.2023-0152.

Sengkey, S.B., Sengkey,M.M., Tiwa, T.M., and Padillah, R. (2024). Sedentary society: the impact of the digital era on physical activity levels, Journal of Public Health, Volume 46, Issue 1, Pages e185–e186. https://doi.org/10.1093/pubmed/fdad163.

Sluijs, E.M.F., Ekelund, U., Crochemore,S.I., Guthold, R., Ha, A., Lubans, D., Oyeyemi, A.L., Ding, D., and Katzmarzyk, P.T. (2021). Physical activity behaviours in adolescence: current evidence and opportunities for intervention. Lancet ;398(10298):429-442. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(21)01259-9.

Tri Tjahjono, C., & Arthamin, M. (2024). Sedentary Lifestyle as a Leading cause of Some Diseases and Disability. Clinical and Research Journal in Internal Medicine, 5(1), 60–85. https://doi.org/10.21776/ub.crjim.2024.005.01.09.

World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. World Health Organization.

Zain, A. A., & Setiawan, R. . (2024). Pengembangan media pocketbook mengenai aktivitas fisik dalam upaya pencegahan diabetes mellitus pada remaha di SMA Kartika XIX-3 Bandung. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 5(1), 1–6. Diambil dari https://jurnal.polkesban.ac.id/index.php/jks/article/view/2514

Downloads

Published

2025-12-19

How to Cite

Endang Yuliningsih, Azali, L. M., Putri, D. S. R., & Suryandari, D. (2025). Strategi Meningkatkan Keterlibatan Remaja dalam Aktivitas Fisik Solusi Menghindari Pola Hidup Sedentari pada Era Digital. Jurnal Peduli Masyarakat, 7(6), 143–148. https://doi.org/10.37287/jpm.v7i6.886

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.