Hubungan Tingkat Motivasi terhadap Self Esteem pada Pasien Tuberkulosis

Authors

  • Lela Salasikin Universitas Sari Mulia
  • Angga Irawan Universitas Sari Mulia
  • M. Arief Wijaksono Universitas Sari Mulia

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v8i3.2278

Keywords:

self esteem, tingkat motivasi, tuberkulosis

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis berdampak tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga psikologis penderitanya. Pasien TB yang menjalani pengobatan jangka panjang rentan mengalami penurunan self-esteem akibat stigma, perubahan kondisi fisik, serta tekanan sosial. Motivasi berperan penting dalam membentuk sikap dan perilaku pasien selama menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat motivasi dengan self-esteem pada pasien tuberkulosis di UPTD Puskesmas Tamiang Layang. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Tamiang Layang. Populasi penelitian sebanyak 50 orang. Sampel berjumlah 44 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner motivasi serta Rosenberg Self-Esteem  Scale (RSES). Hasil pengujian kuesioner motivasi reliabilitas 0,82. Pengujian validitas menunjukkan hasil yang baik 0,77 sampai dengan 0,88.  Instrumen  Rosenberg  Self-Esteem  Scale (RSES) versi Bahasa Indonesia juga sudah diuji validitas dan realiabilitasnya dengan nilai cronbach  alpha  0,87  dan  nilai  realibilitas  0,89. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat motivasi dan self-esteem pada kategori sedang. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat motivasi dengan self-esteem pada pasien tuberkulosis di UPTD Puskesmas Tamiang Layang (p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat motivasi dengan self-esteem pada pasien tuberkulosis. Peningkatan motivasi berperan penting dalam meningkatkan self-esteem pasien TB.

References

Archentari, K. A., Gasela, V., Nuriyyatiningrum, N. A. H., & Iskandarsyah, A. (2017). Harga Diri Dan Kualitas Hidup Pada Pasien Dengan Chronic Kidney Disease Yang Menjalani Hemodialisis. Jurnal Psikologi, 16(2), 138. https://doi.org/10.14710/jp.16.2.138-146

Damayanti, A. A. M., & Susilawati, L. K. P. A. (2021). Peran Citra Tubuh dan Penerimaan Diri Terhadap Self Esteem Pada Remaja Putri Di Kota Denpasar. Jurnal Psikologi Udayana, 11(1), 109–124. https://shodhganga.inflibnet.ac.in/jspui/handle/10603/7385

Divisi Pemberantasan Tuberkulosis, Pusat Nasional HIV, Viral Hepatitis, PMS, dan Pencegahan TBC, P. P. dan P. P. (2020). Regimen Pengobatan untuk Infeksi TBC Laten. Center for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/tb/topic/treatment/ltbi.htm

Handayani, I., & Sumarni, S. (2021). Tuberkulosis. Penerbit NEM.

Husein, M. F., & Majdawati, A. (2014). Paru dengan Diabetes Melitus Dibandingkan Non Diabetes Melitus Asosiation Lesion Level of Chest X-Ray Imaging in Patient with Clinical Manifestation of Pulmonary Tuberkulosis with Diabetes Mellitus and without Diabetes Mellitus. Mutiara Medika, 14(1), 8–14.

Islamiah, N., Daengsari, D. P., & Hartianti, F. (2015). Cognitive Behavior Therapy untuk Meningkatkan Self-Esteem pada Anak Usia Sekolah. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 8(3), 142–152. https://doi.org/10.24156/jikk.2015.8.3.142

Karim, U. N., Dewi, A., & Hijriyati, Y. (2021). Analisa faktor resiko kanker serviks dikaitkan dengan kualitas hidup pasien di rsia bunda jakarta. In Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Universitas Binawan.

Kristini, T., & Hamidah, R. (2020). Potensi Penularan Tuberculosis Paru pada Anggota Keluarga Penderita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 24–28. https://doi.org/10.26714/jkmi.15.1.2020.24-28

Kusmiyani, O. T., Hermanto, & Rosela, K. (2024). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien TB Paru di Puskesmas Samuda dan Bapinang Kotawaringin Timur. Jurnal Surya Medika (JSM), 10(1), 139–151.

Migliori, G. B., Wu, S. J., Matteelli, A., Zenner, D., Goletti, D., Ahmedov, S., Al-Abri, S., Allen, D. M., Balcells, M. E., Garcia-Basteiro, A. L., Cambau, E., Chaisson, R. E., Chee, C. B. E., Dalcolmo, M. P., Denholm, J. T., Erkens, C., Esposito, S., Farnia, P., Friedland, J. S., … Ong, C. W. M. (2022). Clinical standards for the diagnosis, treatment and prevention of TB infection. The International Journal of Tuberculosis and Lung Disease : The Official Journal of the International Union against Tuberculosis and Lung Disease, 26(3), 190–205. https://doi.org/10.5588/ijtld.21.0753

Nisak, Z., Dyah, Y., & Santik, P. (2021). Kejadian Tuberkulosis: Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Article Info. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 1(3), 783–792. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/IJPHN

Nortajulu, B., Susianti, & Hermawan, D. (2022). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEMBUHAN TB PARU. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(4), 1207–1216.

Nurjannah, A., Rahmalia, F. Y., Paramesti, H. R., Laily, L. A., PH, F. K. P., Nisa, A. A., & Nugroho, E. (2022). Determinan Sosial Tuberculosis di Indonesia. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 3(1), 65–76. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/jppkmi. v3i1.61083

Pakpahan, D. R. (2017). Pengaruh Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Perilaku. At-Tawassuth, III(3), 283.

Pangestika, R., Fadli, R. K., & Alnur, R. D. (2019). Edukasi Pencegahan Penularan Penyakit Tb Melalui Kontak Serumah. Junrnal SOLMA, 8(2), 229–238.

Pardomuan, J. D., & Prasetyo, H. (2024). Literatur Review : Hak dan Kewajiban Pasien , Keluarga Masyarkat dan Tenaga Medis dalam Pelayanan Kesehatan Bencana. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 1(5), 88–101. https://doi.org/https://doi.org/10.62383/aliansi.v1i5.384

Pralambang, S. D., & Setiawan, S. (2021). Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis di Indonesia. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 2(1), 60. https://doi.org/10.51181/bikfokes.v2i1.4660

Rammang, S., & Revalina, R. (2024). Edukasi Perilaku Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Di RS Woodward. EJoin: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 118–122. https://doi.org/https://doi.org/10.55681/ejoin.v2i1.2171

Singh, B., & Reviono, R. (2023). Sitokin dan Kemokin Biomarker Tuberkulosis Laten. Rena Cipta Mandiri.

Tbindonesia.or.id. (2024). Terapi Pencegahan Tuberkulosis. tbindonesia.or.id. https://tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2024/01/LEAFLET_Terapi-Pencegahan-TBC-TPT.pdf

WHO. (2022). Laporan Kasus Tuberkulosis (TBC) Global Dan Indonesia 2022. https://yki4tbc.org/laporan-kasus-tbc-global-dan-indonesia-2022/

Wijaya, M. S. D., Mantik, M. F. J., & Rampengan, N. H. (2021). Faktor Risiko Tuberkulosis pada Anak. E-CliniC, 9(1), 124–133. https://doi.org/10.35790/ecl.v9i1.32117

Yanantika, R. D. (2023a). CARA PENULARAN TUBERKULOSIS PARU. Plk.Unair.Ac.Id. https://plk.unair.ac.id/cara-penularan-tuberkulosis-paru/

Yanantika, R. D. (2023b). CARA PENULARAN TUBERKULOSIS PARU. Plk.Unair.Ac.Id. https://plk.unair.ac.id/cara-penularan-tuberkulosis-paru/

Zubair, U., Khan, M. K., & Albashari, M. (2023). Link between excessive social media use and psychiatric disorders. Annals of Medicine and Surgery (2012), 85(4), 875–878. https://doi.org/10.1097/MS9.0000000000000112

Downloads

Published

2026-06-17

How to Cite

Salasikin, L., Irawan, A., & Wijaksono, M. A. (2026). Hubungan Tingkat Motivasi terhadap Self Esteem pada Pasien Tuberkulosis. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 8(3), 61–70. https://doi.org/10.37287/jppp.v8i3.2278

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 15 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.