Penerapan Relaksasi Otot Progresif untuk Mengatasi Kecemasan Pasien Diabetes Melitus
DOI:
https://doi.org/10.37287/jpm.v8i3.2750Keywords:
diabetes melitus, edukasi, kecemasan, relaksasi otot progresifAbstract
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai masalah fisik maupun psikologis, salah satunya kecemasan. Kecemasan pada pasien diabetes melitus dapat muncul akibat kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan, pengobatan, komplikasi, serta perubahan pola hidup yang harus dijalani dalam jangka panjang. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi kecemasan adalah relaksasi otot progresif. Relaksasi otot progresif merupakan teknik relaksasi dengan cara mengencangkan dan kemudian melemaskan kelompok otot secara bertahap sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan ketegangan dapat berkurang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas relaksasi otot progresif terhadap kecemasan pasien terhadap diabetes melitus. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan melalui ceramah, demonstrasi, serta latihan mandiri pada 14 peserta prolanis diabetes melitus di Puskesmas Ajibarang II. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (Z-SAS) sebelum dan sesudah intervensi. Zung Self-Rating Anxiety Scale (Z-SAS) merupakan instrumen terstandar untuk mengukur tingkat kecemasan secara self-report, dengan data aktual 14 responden, pre-test 40,29 dan post-test 34,21, dengan seluruh responden mengalami penurunan skor. Hasil pre-test menunjukan sebanayak 11 peserta prolanis mengalami kecemasan ringan, dan 3 peserta prolanis di kategori sedang. Hasil post-test menunjukan sebanyak 13 peserta prolanis di kategori kecemasan ringan, dan 1 peserta prolanis di kategori sedang. Seluruh peserta 14 responden mengalami penurunan skor dan seluruh peserta mampu mempraktikan gerakan relaksasi otot progresif dengan baik.
References
Fitriana, Rahmawati, Sundari, Ifransisca, R., Wijaya, Mahaendra, Antoni, & Fauzi, M. (2024). Penerapan Teknik Relaksasi Otot Progresif Untuk Mengatasi Kecemasan LansiaDenganDiabetesMellitus.4(2),139–151. Https://Doi.Org/10.56003/Pessr.V4i2.575
Gusty, Sirait, Veronika, C., Pasaribu, Adelina, & Yohanna. (2023). Relaksasi Otot Progresif Menurunkan. Stress Dan Gula Darah Penderita Diabetes Melitus. CV. Adanu Abimata. 2(1), 229–238.
Karina. (2019). Relaksasi Otot Progresif Pada Klien Diabetes Mellitus Dengan Masalah Keperawatan Ansietas ( Studi Kasus ). 0231, 7–16.
Kurniawan. (2024). The Effect Of Progressive Muscle Relaxation On Stress Levels And Sleep Quality In Diabetes Mellitus Sufferers. 71–77.
Lara, Garcia, A., R., L., J., Gomez-Urquiza, & María José Membrive-Jiménez. (2022). Anxiety , Distress And Stress Among Patients With Diabetes During COVID-19 Pandemic : A Systematic Review And Meta-Analysis.
Putri, Anggun, Dwi, Yanti, & Nova. (2023). Teknik Relaksasi Otot Progresif Pada Pasien DM Tipe 2 Dengan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah : Case Report Progressive Muscle Relaxation Technique In Type 2 DM Patients With Unstable Blood Glucose Levels : Case Report Abstract Pendahuluan Penyakit Mer. 3, 109–117. Https://Doi.Org/10.36082/Jhcn.V3i2.1444
Simanjuntak, Indah, Indriarini, M. Y., Budi, A., & Arianto. (2023). Terapi Relaksasi Otot Progresif Dalam Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus. Literature Review. Jurnal Sahabat Keperawatan, 5(1), 1–13., 5(1), 216–228.
Sundari, R. I., & Dewi, F. K. (2025). Pelatihan Relaksasi Otot Progresif Pada Kader Posyandu Lansia Di Posyandu Lansia RW 05 Desa Kalibagor. 3(1), 74–81.
Watta, Relin, Masi, G., Mario, & Katuuk. (2020). Screening Faktor Resiko Diabetes Melitus Pada Individu Dengan Riwayat Keluarga Diabetes Melitus Di RSUD Jailolo. Jurnal Keperawatan, 8(1), 46–50., 1(2), 70–78.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wisnu Nanda Saputra, Ririn Isma Sundari, Arni Nur Rahmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

