Intervensi Pushing (Program Dapur Sehat Cegah Stunting) Anak Usia Sekolah sebagai Bentuk Aktivasi Kegiatan UKS dengan Pemanfaatan Pudding Temulawak
DOI:
https://doi.org/10.37287/jpm.v7i5.480Abstract
Stunting tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara. Indonesia berada pada urutan ke-10 di wilayah Asia Tenggara. Dampak stunting bukan hanya urusan tinggi badan, tetapi yang paling berbahaya adalah rendahnya kemampuan anak untuk belajar serta munculnya penyakit-penyakit kronis yang gampang masuk ke tubuh anak. Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 menargetkan untuk tahun 2024 angka prevalensi stunting di Indonesia berada dibawah 14%. Artinya Provinsi Sumatera Barat harus juga berada pada angka tersebut. Pada tahun 2023 ini, berdasarkan data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka prevalensi stunting Provinsi Stunting Provinsi Sumatera Barat berada pada angka 25,2%. Sekolah Dasar Negeri 19 Pulai berlokasi di Kecamatan Koto Tangah dan merupakan masuk dalam wilayah kerja Puskesmas IKur Koto. Berdasarkan sebaran anak stunting di 11 Kecamatan, Kecamatan Koto Tangah merupakan kecamatan tertinggi dengan angka stunting dibandingkan kecamatan lainnya yaitu 565 anak stunting, prevalensi stunting tertinggi diduduki oleh wilayah Kerja Puskesmas Ikur Koto sebesar 16%. Di Puskesmas Ikur Koto, faktor yang menjadi penyebab stunting adalah faktor ekonomi, Pendidikan dan pengetahuan. Berdasarkan pengamatan dan wawancara dengan pihak Puskesmas dan Orangtua dimana dari 10 anak, didapatkan 4 anak mengalami stunting yang salah satunya adalah siswa SDN 19 Pulai dan 6 anak lainnya memiliki tinggi badan normal. Dari hasil wawancara dengan orangtua siswa didapatkan 6 dari 10 ibu sudah memberikan makanan selain ASI kepada anaknya sebelum berusia diatas 6 bulan. Kemudian 6 dari 10 orangtua juga masih memiliki pengetahuan gizi yang kurang. Kurangnya pengetahuan tentang gizi berakibat pada status gizi ibu dan anak. Di SDN 19 Pulai, edukasi pernah diberikan namun tidak begitu banyak informasi yang diidapatkan oleh orangtua sehingga pengetahuan orangtua mengenai gizi belum cukup Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan masalah stunting/gizi kronis di SDN 19 Pulai. Untuk mengatasi permasalahan mahasiswa dalam pencegahan masalah stunting/gizi kronis di SDN 19 Pulai dengan menggunakan metode ceramah, sosialisasi dan pendampingan siswa, yang dilaksanakan pada Kamis, 28 November 2024. Pada mitra sasaran dapat berjalan dengan optimal, komitmen siswa untuk bekerja sama dalam upaya peningkatan kesehatan sekolah, peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa tentang pemenuhan gizi seimbang, peningkatan derajat kesehatan siswa dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga yaitu temulawak, hasil kegiatan PKM dapat dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi sinta yaitu jurnal Mercusuar.
References
Nur, A., & Annisa, N. (2022). Hubungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pada Balita yang Mengakibatkan Stunting di Wilayah UPT Puskesmas Ulaweng. Jurnal Berita Kesehatan, vol. 15, no. 1, pp. 1–8, 2022, https: //doi.org/10.58294/jbk.v15i1.72.
Hermina, & Afriansyah, N. (2020). Hubungan Praktik Pemberian ASI Ekslusif Dengan Karakteristik Sosial, Demografi dan Faktor Informasi Tentang ASI dan MP-ASI. Jurnal Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 353-360.
WHO. (2009). Improving Health System and Service for Mental Health: WHOLibraryCataloguing-in-PublicationData. WHO.
Kemenkes. (2016). INFODATIN Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI Situasi Balita Pendek. Jakarta Selatan: Kementerian Kesehatan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Velga Yazia, Ulfa Suryani, Ulfy Marsyah, Indah Suryani, Althorik Maeza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.