Pemberdayaan Sekolah melalui Penerapan Model UKS Terintegrasi Berbasis Keperawatan Jiwa untuk Peningkatan Kesehatan Psikososial Anak Sekolah Dasar

Authors

  • Ulfa Suryani Universitas Mercubaktijaya
  • Velga Yazia Universitas Mercubaktijaya
  • Ulfy Marsyah Universitas Mercubaktijaya
  • Indah Suryani Universitas Mercubaktijaya
  • Maharani Maharani Universitas Mercubaktijaya

DOI:

https://doi.org/10.37287/jpm.v8i3.2627

Keywords:

anak sekolah dasar, kesehatan psikososial, keperawatan jiwa, pemberdayaan sekolah, UKS

Abstract

Kesehatan psikososial merupakan salah satu komponen penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah. Lingkungan sekolah memiliki posisi strategis dalam upaya promotif dan preventif karena sekolah merupakan lingkungan yang secara rutin berinteraksi dengan anak dan dapat menjadi tempat penguatan pengetahuan, keterampilan, dukungan sosial, serta deteksi dini masalah psikososial. Namun, pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di tingkat sekolah dasar masih lebih sering berorientasi pada aspek kesehatan fisik sehingga aspek kesehatan jiwa dan psikososial belum terintegrasi secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan sekolah melalui penerapan model UKS terintegrasi berbasis keperawatan jiwa untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas warga sekolah dalam mendukung kesehatan psikososial anak. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, edukasi kesehatan jiwa dan psikososial, penguatan peran guru, pemberdayaan siswa, integrasi pesan kesehatan jiwa ke dalam kegiatan UKS, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan terdiri atas 28 siswa sekolah dasar dan 12 guru. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum kegiatan, hanya 4 siswa (14,3%) berada pada kategori pengetahuan tinggi, sedangkan 24 siswa (85,7%) berada pada kategori rendah. Setelah kegiatan, jumlah siswa dengan pengetahuan tinggi meningkat menjadi 25 orang (89,3%), sedangkan kategori rendah menurun menjadi 3 orang (10,7%). Pada kelompok guru, pengetahuan tinggi meningkat dari 5 orang (41,7%) pada pre-test menjadi 12 orang (100%) pada post-test. Secara deskriptif, kegiatan menunjukkan peningkatan proporsi peserta dengan kategori pengetahuan tinggi, baik pada siswa maupun guru. Model UKS terintegrasi berbasis keperawatan jiwa dapat menjadi pendekatan promotif-preventif yang potensial untuk memperkuat kapasitas sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan psikososial.

References

1. World Health Organization. (2021). WHO guideline on school health services. World Health Organization.

2. World Health Organization, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, & United Nations Children’s Fund. (2022). Promoting and protecting mental health in schools and learning environments: A briefing note for national governments. World Health Organization.

3. World Health Organization, United Nations Children’s Fund, & United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (2023). How school systems can improve health and well-being: Topic brief: Mental health. World Health Organization.

4. United Nations Children’s Fund. (2021). The State of the World’s Children 2021: On my mind—Promoting, protecting and caring for children’s mental health. UNICEF.

5. United Nations Children’s Fund. (2022). Global multisectoral operational framework for mental health and psychosocial support of children, adolescents and caregivers across settings. UNICEF.

6. Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

7. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. (n.d.). Sehat jiwa. Program Usaha Kesehatan Sekolah.

8. Erikson, E. H. (1963). Childhood and society (2nd ed.). W. W. Norton

Downloads

Published

2026-09-08

How to Cite

Suryani, U., Yazia, V., Marsyah, U., Suryani, I., & Maharani, M. (2026). Pemberdayaan Sekolah melalui Penerapan Model UKS Terintegrasi Berbasis Keperawatan Jiwa untuk Peningkatan Kesehatan Psikososial Anak Sekolah Dasar. Jurnal Peduli Masyarakat, 8(3), 69–78. https://doi.org/10.37287/jpm.v8i3.2627

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.