Edukasi Perencanaan Kehamilan untuk Mewujudkan Generasi Bebas Stunting
DOI:
https://doi.org/10.37287/jpm.v8i1.1997Keywords:
edukasi, perencanaan kehamilan, stunting, 1000 hari pertama kehidupanAbstract
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius karena berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu upaya strategis dalam pencegahan stunting adalah optimalisasi perencanaan kehamilan melalui peningkatan kesiapan kesehatan reproduksi, status gizi calon ibu, serta pemahaman masyarakat mengenai pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kurangnya pengetahuan pasangan usia subur tentang perencanaan kehamilan sehat dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting pada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran calon ibu, ibu hamil, serta pasangan usia subur mengenai pentingnya perencanaan kehamilan yang sehat sebagai langkah preventif dalam mewujudkan generasi bebas stunting. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan mengenai perencanaan kehamilan, pemenuhan gizi seimbang sebelum dan selama kehamilan, pemeriksaan kesehatan prakonsepsi, serta edukasi tentang 1000 HPK. Metode edukasi dilakukan melalui ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi sederhana terkait pola makan sehat serta konsumsi tablet tambah darah. Sasaran kegiatan adalah 65 pasangan usia subur dan ibu hamil. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta terkait perencanaan kehamilan dan pencegahan stunting. Sebelum intervensi, sekitar 62% peserta memiliki pemahaman yang terbatas mengenai persiapan kehamilan sehat dan pencegahan stunting. Setelah edukasi, mayoritas peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya kesiapan fisik, status gizi ibu, pola makan sehat, konsumsi tablet tambah darah, serta peran 1000 HPK dalam mencegah stunting. Peningkatan partisipasi aktif dalam diskusi juga mencerminkan bertambahnya kesadaran peserta terhadap kesehatan ibu dan anak. Edukasi perencanaan kehamilan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting sejak fase prakonsepsi.
References
Agustin, L., & Rahmawati, D. (2021). Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 4(1). https://doi.org/https://doi.org/10.35473/ijm.v4i1.715
Asri, A., Sorachmmad, Y., Reski, R., & Ashari, M. S. (2022). Analisis Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.35329/jkesmas.v8i2.3213
Astuti, M. A., Apriliawati, A., Sutini, T., Damanik, S. M., Tuljanah, L., & Chairunisa, A. R. (2024). Pengaruh Riwayat Pemberian ASI Ekslusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya (JAKHKJ), 10(1), 35–39.
Hadi, H., Fatimatasari, F., Irwanti, W., Kusuma, C., Alfiana, R. D., Asshiddiqi, M. I. N., Nugroho, S., Lewis, E. C., & Gittelsohn, J. (2021). Exclusive Breastfeeding Protects Young Children from Stunting in a Low-Income Population: A Study from Eastern Indonesia. Nutrients, 13(12). https://doi.org/10.3390/nu13124264
Kemkes RI. (2023). Prevalensi Stunting di Indonesia Turun ke 21,6% dari 24,4%. Sehatnegeriku.Kemkes.Go.Id. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230125/3142280/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke-216-dari-244/
Mulyanti, S., Setiawan, A., & Zahara, F. (2021). Faktor – faktor yang berhubungan dengan terjadinya stunting pada balita usia 24 – 59 bulan di Kelurahan Setiawargi Kota Tasikmalaya Tahun 2020. Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah, 10(1), 99–109.
Murti, U. (2018). Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi. Kemkes.Go.Id. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180407/1825480/cegah-stunting-dengan-perbaikan-pola-makan-pola-asuh-dan-sanitasi-2/
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, (2021). https://peraturan.bpk.go.id/Details/174964/perpres-no-72-tahun-2021
Primasari, E. P., Syofiah, P. N., & Muthia, G. (2021). Perbedaan Perkembangan Motorik Balita Stunting dan Normal di Wilayah Kerja Puskesmas Pegang Baru. PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 1–6. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/prepotif.v5i1.1145
Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Rahman, F. (2015). Riwayat Berat Badan Lahir dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia Bawah Dua Tahun. Kesmas: National Public Health Journal, 10(2), 67. https://doi.org/10.21109/kesmas.v10i2.882
Rianti, E. (2017). Risiko Stunting pada Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Kesehatan, 8(3), 455. https://doi.org/10.26630/jk.v8i3.674
Safitri, O. V., Syurandhari, D. H., & Syalfina, A. D. (2025). Pola Asuh, Makan dan Sanitasi Pada Kejadian Stunting di Desa Rebalas Wilayah Puskesmas Grati Kabupaten Pasuruan. Medica Majapahit, 17(1). https://doi.org/https://doi.org/10.55316/mm.v17i1.1126
Sari, N., Farich, A., & Perdana, A. A. (2025). Pendapatan keluarga sebagai determinan utama stunting pada anak dibawah umur 5 tahun : studi kasus-kontrol. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(1), 127–134. https://doi.org/https://doi.org/10.52657/jik.v14i1.2678
Sulistianingsih, A., & Yanti, D. A. M. (2016). Kurangnya Asupan Makan Sebagai Penyebab Kejadian Balita Pendek ( Stunting ). Jurnal Dunia Kesehatan, 5(1), 71–75.
Tanzil, L., & Hafriani, H. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan. Jurnal Kebidanan, 7(1), 25–31. https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan/article/viewFile/3390/pdf
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alfrensya Clara Patty, Sylvianovelista R. Losoiyo, Wa Ode Nurlina, Khania Fitriani Anwar, Ode Ernawati Daud

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.