Pemberdayaan Kader Posyandu Balita dalam Upaya Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
DOI:
https://doi.org/10.37287/jpm.v7i6.690Keywords:
edukasi PHBS, pemberdayaan kader, posyandu balita, stuntingAbstract
Stunting atau malnutrisi kronis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus-menerus, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang baik pada tingkat rumah tangga merupakan salah satu langkah untuk menghindari balita dari terjadinya penyakit infeksi. Penyakit infeksi dapat menyebabkan terganggunya penyerapan nutrisi pada anak dan mengakibatkan terjadinya stunting. Peran kader Posyandu dalam mencegah kasus stunting yaitu pelayanan medis, penyuluhan kesehatan, mobilisasi, pemberdayaan masyarakat dan pengawasan kesehatan. Menurut laporan Kementerian Kesehatan didapatkan bahwa permasalahan stunting sangat dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan masyarakat, kondisi sosial ekonomi dan wabah penyakit. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu kader Posyandu Balita meningkatkan pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dalam pencegahan stunting di Kelurahan Banyuanyar. Solusi yang ditawarkan: berdasarkan permasalahan yang teridentifikasi akan membantu Kader Posyandu Balita dalam meningkatkan pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pengawasan terhadap kader Posyandu bayi di Desa Bayuanyar akan diperkuat. Penguatan kader Posyandu balita diharapkan dapat mencegah dampak stunting baik pada bayi berisiko maupun stunting. Kegiatan ini menggunakan metode survei, Small Group Discussion, observasi dan simulasikan terhadap 15 kader di Posyandu. Metode Survey digunakan untuk mengidentifikasi balita yang mengalami stunting, under weight dan tidak stunting (Normal) yang dibawa ibu berkunjung ke Posyandu melalui pemeriksaan antropometri. Metode Observasi digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader posyandu balita tentang kejadian stunting sebelum dan setelah dilakukan edukasi PHBS dengan menggunakan instrument kuisioner. Pemberian materi edukasi PHBS sebagai salah satu Upaya pencegahan stunting disiapkan dan disampaikan secara langsung saat kegiatan Posyandu dan tanya jawab kepada kader posyandu balita dilakukan melalui Small group discussion. Monitoring dan Evaluasi dilakukan pada kunjungan ke rumah anak yang mengalami stunting di RW 12 Kelurahan Banyuanyar. Upaya edukasi dan pemberdayaan kader posyandu balita di RW 12 Kelurahan Banyuanyar terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan tentang Peran Kader Posyandu Balita sudah terlaksana dan dapat diterima dengan baik oleh kader. Kader sangat antusias dengan kegiatan ini dan mengalami perubahan pengetahuan dan keterampilan kearah yang lebih baik setelah dilakukan monitoring dan evaluasi pada kader Posyandu Balita dengan melakukan analisis data hasil isian kuesioner tentang peningkatan pengetahuan setelah diberikan Edukasi PHBS kader posyandu balita, didapatkan dari 9 kader pengetahuan meningkat dan 1 balita (2,3%) mengalami stunting.
References
Candra, A. (2020). Pencegahan dan Penanggulangan Stunting. In Epidemiologi Stunting (1st ed.). Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
Fairuza, N. L., Elvandari, M., & Kurniasari, R. (2023). Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(10), 1969–1974. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i10.3687
Faizah, R. N., Ismail, I., & Kurniasari, N. D. (2023). Peran Kader Posyandu dalam Penurunan Angka Stunting. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 6(1), 87–96. https://doi.org/10.47467/as.v6i1.5738
Fibrianti, E. A., Thohari, I., & Marlik, M. (2021). Hubungan Sarana Sanitasi Dasar dengan Kejadian Stunting di Puseksmas Loceret, Nganjuk. Jurnal Kesehatan, 14(2), 127–132. https://doi.org/10.32763/juke.v14i2.339
Herawati, H., Anwar, A., & Setyowati, D. L. (2020). Hubungan Sarana Sanitasi, Perilaku Penghuni, dan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) oleh Ibu dengan Kejadian Pendek (Stunting) pada Batita Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Baru, Samarinda. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), 7. https://doi.org/10.14710/jkli.19.1.7-15
Hindratni Findy, Sartika Yan, & Sari Septi Indah Permata. (2021). Modul kebidanan peran posyandu dalam pencegahan stunting. In Modul Pengabdian. Natika Pekanbaru.
Hutasoit, M., Utami, K. D., & Afriyliani, N. F. (2020). Kunjungan Antenatal Care Berhubungan Dengan Kejadian Stunting. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu, 11(1), 38–47. https://doi.org/10.55426/jksi.v11i1.13
Irma, R. (2016). Peranan Keluarga Dan Petugas Gizi Puskesmas Dalam Meningkatkan Perkembangan Status Gizi Balita Pasca Pemulihan Pada Penderita Gizi Semarang. Kti. http://repository.unimus.ac.id/id/eprint/84
Kemenkes. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan RI. In Kemenkes.
Kemenkes. (2023). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. In Kemenkes.
Mariana, R., Nuryani, D. D., & Angelina, C. (2021). Hubungan sanitasi dasar dengan kejadian stunting. Journal of Community Health Issues, 1(2), 1–8.
Maulana, M. (2023). Hubungan Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat ( PHBS ) Rumah Tangga Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur Tahun 2022.
Nisa, S. K., Lustiyati, E. D., & Fitriani, A. (2021). Sanitasi Penyediaan Air Bersih dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(1), 17–25. https://doi.org/10.15294/jppkmi.v2i1.47243
Nugraheni, N., & Malik, A. (2023). Peran Kader Posyandu dalam Mencegah Kasus Stunting di Kelurahan Ngijo. Lifelong Education Journal, 3(1), 83–92. https://doi.org/10.59935/lej.v3i1.198
Ramadhini, N., Sulastri, D., & Irfandi, D. (2021). Hubungan Antenatal Care terhadap Kejadian Stunting pada Balita Usia 0-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Seberang Padang Tahun 2019. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 1(3), 246–253. https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3.62
Sari, C. J. R., Salsadila, Syahadah, A. P., & Revinel. (2023). Edukasi Stunting Dan Stimulasi Tumbuh Kembang Balita Bagi Ibu Dan Kader Posyandu. Prosiding Seminar Nasional LPPM UMJ, 1–5. http://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaskat%0A
Segapangamianu, Y., Sugiyanto, S., & Normila, N. (2023). Pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan sikap ibu balita tentang PHBS di Posyandu Suka Maju Desa Kandui Kecamatan Gunung Timang. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 14(02), 346–351. https://doi.org/10.34305/jikbh.v14i02.796
SJMJ, S. A. S., Toban, R. C., & Madi, M. A. (2020). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 448–455. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.314
Syam, D. M., & Sunuh, H. S. (2020). Hubungan Kebiasaan Cuci Tangan, Mengelola Air Minum dan Makanan dengan Stunting di Sulawesi Tengah. Gorontalo Journal of Public Health, 3(1), 15. https://doi.org/10.32662/gjph.v3i1.919
Terawan Agus Putranto. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. In Kemenkes RI (Vol. 21, Issue 1). http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/JKM/article/view/2203%0Ahttp://mpoc.org.my/malaysian-palm-oil-industry/
Wahyuningsih, W., & Setiyaningsih, A. (2018). Hubungan Peran Kader Posyandu Dengan Status Gizi Balita. Jurnal Kebidanan, 9(02), 192. https://doi.org/10.35872/jurkeb.v9i02.321
Widyaningsih, T. S., Kanita, M. W., & Wulandari, N. K. (2025). Peran Kader Posyandu Balita Dalam Memotivasi Ibu Balita Berkunjung Ke Posyandu. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM), 7(3), 65–74. http://jhttps//jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/6210
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tri Sakti Widyaningsih, Chusnul Zulaika, Dwi Nur Astuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.