Pemberian Makanan Tambahan Puding Daun Kelor untuk Mencegah Stunting

Authors

  • Nurul Husnul Lail Universitas Nasional
  • Fuji Lestari Universitas Nasional
  • Inka Iskandar Universitas Nasional
  • Erista silvani unas
  • Dini Novianti Universitas Nasional
  • Aprina Dwi Kusumah Universitas Nasional
  • Tita Tohiroh Universitas Nasional
  • Sri Haryati

DOI:

https://doi.org/10.37287/jpm.v7i6.1259

Keywords:

edukasi kesehatan, gizi seimbang, ibu balita, stunting

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan sejak dini melalui pendekatan promotif dan preventif di tingkat komunitas. Dampak stunting yang berlangsung jangka panjang menuntut adanya upaya pencegahan yang berkelanjutan, salah satunya melalui peningkatan pengetahuan ibu sebagai pengasuh utama balita. Pengetahuan yang baik diharapkan dapat mendorong praktik pengasuhan dan pemenuhan gizi yang lebih optimal dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menggambarkan kondisi stunting di Desa Langensari Kabupaten Garut serta merancang upaya pencegahan melalui pemberian makanan tambahan berupa puding kelor sebagai inovasi pangan lokal bergizi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemberian edukasi kesehatan menggunakan metode ceramah, diskusi, peragaan pembuatan puding daun kelor dan pemberian leaflet. Peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu yang memiliki anak balita (usia 0-59 bulan) di Desa Langensari. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 30 orang ibu balita. Hasil evaluasi melalui pretest dan postest menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu balita mengenai gizi dalam upaya pencegahan stunting.

References

Bustami. (2017). Manajemen pelayanan kesehatan masyarakat. Jakarta: Rajawali Pers.

Eriyahma, A. (2023). Upaya pemanfaatan daun kelor: pudding daun kelor untuk mencegah stunting. Abdi massa: Jurnal Pengabdian Nasional (e-ISSN: 2797-0493), 3(03), 23-27.

Fitriani, F., Kampina, E., Sartika, F. D., & Sahputra, H. (2024). Inovasi Puding Daun Kelor Sebagai Langkah Cegah Stunting Bersama Mahasiswa KKN unit 82 UIN Sumatera Utara. Journal Of Human And Education (JAHE), 4(5), 503-506.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2017). Buku saku desa dalam penanganan stunting. Jakarta: Kemendes PDTT.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Situasi balita pendek (stunting) di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Strategi nasional percepatan pencegahan stunting 2020–2024. Jakarta: Kemenkes RI.

Kusharto, C. M., & Madanijah, S. (2014). Gizi ibu dan anak. Jakarta: Departemen Gizi Masyarakat IPB.

Nugraheni, S. A., & Sari, D. M. (2019). Pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai sumber pangan bergizi untuk pencegahan stunting. Jurnal Gizi Indonesia, 7(2), 75–82.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018). Laporan nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.

World Health Organization. (2014). Global nutrition targets 2025: Stunting policy brief. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2020). WHO guideline on nutrition for infants and young children. Geneva: WHO.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Lail, N. H., Lestari, F., Iskandar, I., silvani, E., Novianti, D., Kusumah, A. D., … Haryati, S. (2025). Pemberian Makanan Tambahan Puding Daun Kelor untuk Mencegah Stunting. Jurnal Peduli Masyarakat, 7(6), 321–328. https://doi.org/10.37287/jpm.v7i6.1259

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.