Hubungan Pemberian MP-ASI Dini dengan Kejadian Gizi Kurang pada Bayi Usia 6-12 Bulan

Authors

  • Desi Ariyanti Universitas Prima Indonesia
  • Nur Chamisah Universitas Prima Indonesia
  • Elviana Kartika Universitas Prima Indonesia
  • Ratna Sari Universitas Prima Indonesia
  • Muliza Muliza Universitas Prima Indonesia
  • Tiarnida Nababan Universitas Prima Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v7i4.72

Keywords:

bayi, gizi kurang, MP-ASI dini, pendidikan ibu, status gizi

Abstract

Gizi optimal sangat penting bagi tumbuh kembang bayi, salah satunya dipengaruhi oleh pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). MP-ASI yang diberikan terlalu dini sebelum usia 6 bulan dapat meningkatkan risiko terjadinya gizi kurang. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian MP-ASI dini dengan kejadian gizi kurang pada bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gandapura Kabupaten Bireuen tahun 2024. Penelitian ni menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ni adalah seluruh bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja tersebut yang berjumlah 64 bayi, dan seluruh populasi dijadikan sampel (total sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi catatan status gizi bayi. Analisis univariat menunjukkan bahwa dari 26 bayi yang menerima MP- ASI tidak sesuai usia, sebanyak 16 bayi (61,5%) mengalami gizi kurang. Pendidikan bu yang rendah ditemukan pada 22 responden, dengan 10 di antaranya (45,5%) memiliki bayi dengan status gizi kurang. Sebanyak 27 keluarga memiliki pendapatan rendah, dan 13 di antaranya (48,1%) bayinya mengalami gizi kurang. Pengetahuan ibu tentang gizi yang kurang ditemukan pada 28 orang, dan 16 di antaranya (57,1%) bayinya mengalami gizi kurang. Uji chisquare menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian gizi kurang (p< 0,05). Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi antara lain tingkat pendidikan bu, pendapatan keluarga, dan pengetahuan bu tentang gizi. Pentingnya pemberian MP-ASI yang sesuai usia untuk mencegah terjadinya gizi kurang. Edukasi kepada bu mengenai waktu dan cara pemberian MP-ASI yang tepat perlu ditingkatkan untuk menurunkan risiko gangguan gizi pada bayi.

References

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2016). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi (terkait pentingnya memaksimalkan masa pertama 1.000 hari).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2020 tentang Pemantauan Pertumbuhan, Perkembangan, dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak [Peraturan Menteri Kesehatan].

Setyowati, R. (2020). Hubungan pemberian MP-ASI dini dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 12(1), 45–52.

Susilowati, D. (2021). Efek pemberian MP-ASI dini terhadap kejadian gizi kurang pada bayi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 88–95.

https://www.kemkes.go.d/resources/download/nfo-terkini/SSGI-2022-laporan-nasional.pdf

Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. (2022, 7 Juli). Profil Kesehatan Aceh Tahun 2021 [Laporan tahunan].

Downloads

Published

2025-08-12

How to Cite

Ariyanti, D., Chamisah, N., Kartika, E., Sari, R., Muliza, M., & Nababan, T. (2025). Hubungan Pemberian MP-ASI Dini dengan Kejadian Gizi Kurang pada Bayi Usia 6-12 Bulan. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(4), 93–98. https://doi.org/10.37287/jppp.v7i4.72

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

<< < 10 11 12 13 14 15 16 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.