Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Pijat Bayi dengan Pelaksanaan Pijat Bayi secara Mandiri

Authors

  • Diah Permata Agusti Universitas Prima Indonesia
  • Agusni Agusni Universitas Prima Indonesia
  • Ammy Indah Lestari Universitas Prima Indonesia
  • Ayu Oktifisesa Universitas Prima Indonesia
  • Tiarnida Nababan Universitas Prima Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v7i4.231

Keywords:

pelaksanaan pijat bayi mandiri, pengetahuan ibu, pijat bayi

Abstract

Pijat bayi merupakan metode stimulasi dan relaksasi penting yang mendukung perkembangan fisik, emosional, serta mempererat ikatan orang tua-anak. Namun, prevalensi keterlambatan perkembangan bayi di Indonesia masih tinggi (28,7%), sering dikaitkan dengan minimnya pengetahuan ibu mengenai pijat bayi. Survei awal di Desa Bangko Pusako menunjukkan bahwa 15 dari 20 ibu tidak melakukan pijat bayi. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan ibu tentang pijat bayi dengan pelaksanaan pijat bayi secara mandiri. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 20 ibu yang memiliki bayi berusia 2–12 bulan dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi praktik pijat bayi. Analisis menggunakan uji chi-square. Mayoritas ibu memiliki pengetahuan kurang (45,0%) dan sebagian besar tidak melakukan pijat bayi (65,0%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dan pelaksanaan pijat bayi (p=0,001). Pengetahuan ibu berhubungan signifikan dengan praktik pijat bayi mandiri. Edukasi kesehatan perlu ditingkatkan untuk mendorong ibu melakukan pijat bayi secara mandiri.

References

Anshori, M., & Iswati, S. (2019). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Surabaya: Airlangga University Press.

Ayun, M., & Thulil Kurrota, N. (2018). Manfaat Pijat Bayi untuk Perkembangan Anak. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.

Dian Wulandari. (2023). Manfaat Pijat Bayi dalam Perawatan Kesehatan Anak. Jakarta: Penerbit Keluarga Sehat.

Erita Silvana Putri. (2023). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pijat Bayi Dengan Pelaksanaan Pijat Bayi Secara Mandiri. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Febriani, A. (2022). Efektivitas Pijat Bayi dalam Menurunkan Hormon Stres. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 4(2), 101–108.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Jakarta: Kemenkes RI.

Nurul. (2017). Pentingnya Sentuhan dan Pijatan Bayi dalam Tumbuh Kembang. Jakarta: Penerbit Sejahtera Ibu dan Anak.

Palupi, D. (2018). Perkembangan Indera Peraba pada Bayi. Yogyakarta: Pustaka Medis Anak.

Santosa, H. (2019). Dasar-dasar Statistika dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Prenada Media.

World Health Organization. (2022). World Report on Developmental Disabilities. Geneva: WHO Press.

Yudi, S., Wibowo, A., & Nurlaila, L. (2019). Pijat Bayi sebagai Stimulasi Tumbuh Kembang. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 3(1), 45–53.

Downloads

Published

2025-09-01

How to Cite

Agusti, D. P., Agusni, A., Lestari, A. I., Oktifisesa, A., & Nababan, T. (2025). Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Pijat Bayi dengan Pelaksanaan Pijat Bayi secara Mandiri. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(4), 363–366. https://doi.org/10.37287/jppp.v7i4.231

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.