Hubungan Pendapatan Keluarga dan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Stunting
DOI:
https://doi.org/10.37287/jppp.v8i2.1902Keywords:
kejadian stunting, pendapatan keluarga, pengetahuan ibuAbstract
Kejadian stunting pada balita merupakan masalah kesehatan yang dialami hampir di setiap negara. Stunting memiliki dampak yang merugikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, Berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya stunting pada balita yaitu pendapatan keluarga, status gizi ibu, tingkat pendidikan orang tua, pengetahuan ibu, serta ketahanan pangan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendapatan keluarga dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Idanogawo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang ada di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Idanogawo sebanyak 533 balita. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 84 responden dengan teknik simple random sampling Peneliti mengumpulkan data langsung dari hasil wawancara kepada responden menggunakan kuesioner. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting dengan p-value 0,028 (p<0,05). Ada hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dengan p-value 0,041 (p<0,05). Ada hubungan pendapatan keluarga dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting di wilayah kerja UPTD puskesmas idanogawo.
References
Agustin dan Rahmawari (2021). Hubungan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting. Indonesian Journal Of Midwefery. 4 (1).
Fitri dan Nursia. (2022). Hubungan Pendapatan Keluarga, Pendidikan, dan Pengetahuan Ibu Balita Mengenai Gizi Terhadap Stunting di Desa Arongan. Jurnal Biology Education. 10 (1).
Juniantari et al. (2024). Hubungan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Abang I. Jurnal Keperawatan. 12 (1), Halm : 58-69.
Kemenkes. (2023). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun. 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
Nesimnasi et al., (2025). Hubungan Faktor Ekonomi Pengetahuan Ibu dan Pemberia ASI Eksklusif dengan Kejadian Sutanting di UPT Puskesmas Kota Soe. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat. 4 (2), halm : 526-538.
Nurhaida et al., (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Kelurahan X Tahun 2024. Menara Ilmu. 18 (1).
Nurhayani, 2025. Hubungan Antara Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga, Dan Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Paringin Selatan Tahun 2025. Jurnal Ilmu Gizi dan Kesehatan. 1 (1).
Refisiliyani dan Merben. (2025). Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu Dan Pendapatan Keluarga Terhadap Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Puruk Cahu Kalimantan. TSJKeb_Jurnal. 10 (1), Halm : 43-54.
Saputri dan Simanullang. (2025). Hubungan Pengetahuan Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Rantau Selamat Aceh Timur Tahun 2024. Inovasi Kesehatan Global. 2 (1), Halm : 233-239.
WHO. (2023). World Health Statistitc 2023: Monitoring Health for The SDGs (Sustainable development goals). Diakses pada 13 Septemeber 2024 melalui http://www.who.int.
Wijianto. (2023). Edukasi Gizi Seimbang dan Lomba Menu Sebagai Upaya Pencegahan Triple Burden Of Malnutrion. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4 (September), 878–885.
Wulandhari dan Arianti. (2022), Hubungan Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Keperawatan Bunda Delima. 5 (1).
Zuhairini dan Djais. (2024). Hubungan Pengetahuan Ibu Terhadap Balita Pendek Usia 2 Sampai 5 Tahun di Kecamatan Jatinangor. Jurnal Malahayati. 3 (2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Perawat Profesional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



