Hubungan Kepatuhan Ibu Berkunjung ke Posyandu dengan Status Gizi Balita

Authors

  • Meiwati Laoli Universitas Prima Indonesia
  • Tiarnida Nababan Universitas Prima Indonesia
  • Vinapri Delila Hutagalung Universitas Prima Indonesia
  • Julmasni Waruwu Universitas Prima Indonesia
  • Leni Kurniawati Telaumbanua

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v8i2.1872

Keywords:

balita, kunjungan posyandu, status gizi

Abstract

Posyandu secara resmi ditetapkan sebagai "garda terdepan" dalam strategi nasional penurunan stunting. Kepatuhan ibu berkunjung memungkinkan deteksi dini jika terdapat penyimpangan pertumbuhan, sehingga intervensi gizi dapat segera dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi gizi buruk atau stunting. Menganalisis hubungan kepatuhan ibu berkunjung ke Posyandu dengan status gizi balita di Desa Hiliweto Gido tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita berusia 12–59 bulan, dengan jumlah sampel 87 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian Buku KIA atau KMS dan alat antropometri dan teknik analisis data pada penelitian yaitu menggunakan analisis univariat dengan uji Chi-Square. Mayoritas ibu balita berkunjung ke Posyandu dengan kategori patuh sebanyak 74 orang (85,1%) dan tidak patuh sebanyak 13 orang (14,9%). Kondisi gizi balita, mayoritas berada pada status gizi baik 76 orang (87,4%) dan sisanya mengalami gizi kurang sebanyak 11 orang (12,6%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ value = 0,000 yang lebih kecil dari α = 0,05, sehingga H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan ibu dalam melakukan kunjungan ke Posyandu dengan status gizi balita. Kunjungan Posyandu memiliki peranan penting dalam pemantauan dan peningkatan status gizi balita (p-value = 0,000, lebih kecil dari α = 0,05). Keberadaan dan pemanfaatan layanan Posyandu berkontribusi terhadap upaya pencegahan masalah gizi pada balita melalui pemantauan pertumbuhan, penyuluhan gizi, serta deteksi dini gangguan pertumbuhan.

References

Apriliani, D., Sari, M., & Putri, R. (2023). Hubungan kunjungan ibu ke posyandu dengan status gizi balita di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 120–126.

Arikunto, S. (2014). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Assyfa, N., Hodijah, A., Drama, B. I., & Rahmat, D. Y. (2023). Hubungan frekuensi kunjungan ibu ke posyandu dengan status gizi balita. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), xx–xx. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i3.18453.

Assyfa, N., Hodijah, A., Drama, B. I., & Rahmat, D. Y. (2023). Hubungan frekuensi kunjungan ibu ke posyandu dengan status gizi balita. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3).

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2019). Indonesia 2045: Berdaulat, maju, adil, dan makmur. Kementerian PPN/Bappenas.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2025). Rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025–2029. Kementerian PPN/Bappenas.

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Pedoman nasional etik penelitian kesehatan. Komisi Nasional Etik Penelitian Kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang standar antropometri anak. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei status gizi Indonesia (SSGI) 2024. Kementerian Kesehatan RI.

Notoatmodjo, S. (2014). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Riadi, E. (2016). Statistik penelitian (Analisis manual dan IBM SPSS) (Edisi I). CV. Andi Offset.

Sugiman, I., & Indrawati, V. (2023). Hubungan keaktifan ibu dalam kegiatan posyandu dan pola pemberian makan dengan status gizi balita usia 24–59 bulan. Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi, 22(2). https://doi.org/10.33508/jtpg.v22i2.4706

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

World Health Organization. (2018, February 20). Breastfeeding. WHO. https://www.who.int/newsroom/facts-in pictures/detail/breastfeeding

World Health Organization. (2023, December 20). Infant and young child feeding. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding?utm_source

World Health Organization & UNICEF. (2025, August 1). Peningkatan angka pemberian ASI di Indonesia: Ibu perlu dukungan lebih pada Pekan ASI Sedunia, UNICEF dan WHO tekankan pentingnya investasi dukungan yang berkelanjutan. WHO/UNICEF Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/id/press-releases/peningkatan-angka-pemberian-asi-di-indonesia-ibu-perlu-dukungan-lebih.

Downloads

Published

2026-04-24

How to Cite

Laoli, M., Nababan, T., Hutagalung, V. D., Waruwu, J., & Telaumbanua, L. K. (2026). Hubungan Kepatuhan Ibu Berkunjung ke Posyandu dengan Status Gizi Balita. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 8(2), 143–148. https://doi.org/10.37287/jppp.v8i2.1872

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 

You may also start an advanced similarity search for this article.