Penerapan Baby Massage pada Bayi dengan Diare
DOI:
https://doi.org/10.37287/jppp.v8i1.1345Keywords:
bayi, baby massage, diare, terapi komplementerAbstract
Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada bayi dan balita, ditandai dengan peningkatan frekuensi dan perubahan konsistensi feses. Terapi komplementer seperti baby massage telah terbukti membantu menurunkan frekuensi diare melalui stimulasi sistem pencernaan. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan baby massage pada bayi dengan diare di Ruang Dewadaru RSUD Kardinah Tegal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan keluarga, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi medis. Subjek penelitian adalah bayi berusia 1 tahun 11 bulan yang mengalami diare lebih dari enam kali per hari dengan konsistensi feses cair, bising usus >30 kali/menit, serta hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bakteri positif, disertai terapi medis berupa cairan Ringer Laktat dan antibiotik ceftriaxone. Hasil implementasi menunjukkan perbaikan, ditandai dengan penurunan frekuensi defekasi dari 6 kali menjadi 2 kali per hari serta perubahan konsistensi feses menjadi lebih lembek dan berampas. Anak tampak lebih nyaman dan tidak menunjukkan tanda dehidrasi. Penerapan baby massage berkontribusi positif terhadap penurunan gejala diare dapat dijadikan intervensi pendamping dalam asuhan keperawatan anak.
References
Arief, M. (2018). Ilmu kesehatan anak untuk keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Faishara, H., Puspita, N. V. I., & Oktiningrum, M. (2023). Hubungan antara pijat diare dengan intensitas diare pada balita di wilayah Puskesmas Mijen Semarang. Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 1(2), 225–233.
Hidayati, N., & Lestari, S. (2021). Pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan dan fungsi pencernaan pada bayi dengan gangguan gastrointestinal. Jurnal Keperawatan Anak Indonesia, 4(2), 45–52.
Irianti, B., & Israyati, N. (2024). Efektivitas pijat bayi dalam mengurangi frekuensi diare pada bayi usia 6–24 bulan. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 9(1), 253–257.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman nasional penatalaksanaan diare. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.
Mubarak, W. I., Chayatin, N., & Supradi, E. (2020). Ilmu kesehatan masyarakat: Teori dan aplikasi dalam keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Ngastiyah. (2019). Perawatan anak sakit. Jakarta: EGC.
Novita, R. P., Wijaya, D. P., & Novelia, D. (2023). Evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien anak dengan diare akut. Jurnal Penelitian Sains, 25(1), 56–60.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar diagnosis keperawatan Indonesia (SDKI). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar intervensi keperawatan Indonesia (SIKI). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar luaran keperawatan Indonesia (SLKI). Jakarta: DPP PPNI.
Rahmawati, D. (2020). Manfaat pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur dan penurunan stres bayi. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 12(1), 30–36.
Roesli, U. (2018). Pedoman pijat bayi untuk perawat dan orang tua. Jakarta: Trubus Agriwidya.
World Health Organization. (2023). Diarrhoeal disease: Key facts.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Perawat Profesional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



