Peningkatan Kemampuan Mengontrol Halusinasi melalui Pengaruh Terapi Okupasi Aktivitas Menganyam

Authors

  • Livana PH Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal https://orcid.org/0000-0002-4905-7214
  • Titik Suerni RSJD Dr Amino Gondohutomo
  • Umtitin Umtitin RSJD Dr Amino Gondohutomo
  • Kandar Kandar RSJD Dr Amino Gondohutomo
  • Sri Temu RSJD Dr Amino Gondohutomo
  • Cindy Fatikasari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
  • Rosiyda Nurasih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
  • Safira Nurul Lita Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v8i1.1764

Keywords:

halusinasi, kemampuan mengontrol halusinasi, terapi okupasi aktivitas menganyam

Abstract

Halusinasi merupakan suatu keadaan dimana seseorang menyakini akan hal-hal yang sebenarnya tidak nyata. Dalam mengontrol halusinasi pasien dalam bentuk terapi okupasi yang diberikan bagi penderita halusinasi yaitu terapi aktivitas mengisi waktu luang berbentuk kegiatan sehari-hari, seperti menyapu, mengepel dan menganyam. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi aktivitas menganyam terhadap kemampuan mengontrol halusinasi. Jenis penelitian ini deskriptif. Populasi dan sampel  penelitian ini yaitu 10 responden yang mengalami gangguan halusinasi dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data  menggunakan lembar observasi dan teknik wawancara. Data penelitian dianalisis secara analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata responden berusia 30 tahun, seluruhnya berjenis kelamin perempuan 10 (100.0%) dengan lama rawat >10 hari sebanyak 10 (100.0%). Hasil lembar observasi mengontrol halusinasi sebelum terapi menganyam yaitu mampu 1 (10.0%) responden, tidak mampu 9 (90.0%). Hasil lembar observasi mengontrol halusinasi sesudah terapi menganyam yaitu mampu 8 (80.0%) responden, tidak mampu 2 (20.0%) responden. Hasil perbandingan lembar observasi mengontrol halusinasi sebelum terapi menganyam yaitu mampu 1 (10.0%) responden, tidak mampu 9 (90.0%) responden dan Hasil perbandingan lembar observasi mengontrol halusinasi sesudah terapi menganyam  yaitu mampu 8 (80.0%) responden, tidak mampu 2 (20.0%) responden.

References

Amira,I., dkk. (2023). Penerapana Manajemen Hakusinasi Dengan Psikoregulasi Pada Pasien Gangguan Persepsi Sensori. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 23 No.2.

Candar, et al., (2019). Terapi Okupasi Aktivitas Menggambar Terhadap Perubahan Halusinasi Pada Pasien Skizofrenia. Jurna Keperawatan Politeknik Denpasar, 2010,1-7

Damayanti et al., (2024). Penerapan Terapi Okupasi terhadap Perubahan Halusinasi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional.

Endriyani, S., Kusumawaty, I., Pastari, M., & Umaya, W. (2022). Implementasi Keperawatan Mengontrol Halusinasi Dengan Menghardik. Jurnal Nursing Update, 13(2), 83–86.

Firmawati, et al., (2023). Tetapi Okupasi Menggambar Terhadap Perubahan Tanda Dan Gejala Halusinasi Pada Pasien Dengan Gangguan Presepsi Sensori Halusinasi Di RSUD Tombulilato. Jurnal Medika Nusantara vol.1, No.2 Mei 2023

Fithriyah, R., & Febriani, E. (2022). Pengaruh Terapi Individu Dengan Pendekatan Strategi Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Terhadap Kemampuan Mengontrol Halusinasi Pasien Skizofrenia Di Ruang Kemuning RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi Tahun 2022. Jurnal Ilmu Kebidanan, Keperawatan dan Kesehatan Lingkungan (JIK3), 22(1), 67-79.

Juma’adil. (2018). Pengaruh Terapi Okupasi Aktivitas Menggambar Terhadap Tingkat Depresi Pada

Lansia Di Upt Panti Sosialtresna Werdha Mulia Dharma.

http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmkeperawatanFK/article/view/21995/17634

Kusumawaty, I., Yunike, Y., & Gani, A. (2021). Melatih Bercakap-Cakap Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa Untuk Mengontrol Halusinasi. Jurnal Salingka Abdimas, 1(2), 59-64.

Kurniawati, Syaifuddin, Z., & H. Abd. Kadir. (2020). Gambaran Tentang Kejadian Appendisitis di RS TK II Pelamonia Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 15(4), 2302-2531.

Rizki, D. D. G., & Wardani, I. Y. (2020). Reducing the Violent Behavior in Schizophrenia Patient

Through Online Clinical Practice During the Covid-19 Pandemic. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(4), 369. https://doi.org/10.26714/jkj.8.4.2020.369-382

Leny Marinda. (2019). Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget Dan Problematikanya Pada Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Kajian Perempuan & Keislaman, 13(1), 2654-4784.

Nur A.n., et al., (2024). Meningkatkan Ketrampilan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Kegiatan Menganyam dengan Bahan Alam di TK Aisyah 2 Waru. JIIP Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Vol 7. No. 11.

Saputra, T. (2022). Efektifitas Terapi Menganyam Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Sinta Rangkang Palangka Raya. Jurnal of Health And Medical Research Vol 2, No.4.

Pardede, J. A. (2020). Decreasing Symptoms of Risk of Violent Behavior in Schizophrenia Patients Through Group Activity Therapy. Keperawatan Jiwa. http;//dx.doi.org/10.32584/jikj.v3i3.621

Shidqiyyah, L. (2021). Pengaruh Terapi Okupasi Terhadap Kemampuan Mengontrol Halusinasi Pada Pasien Skizofrenia. Jurnal Keperawatan Jiwa, 9(2).

Retno, U., & Prastiwi, P., R. (2019). Hubungan Lama Hari Rawat Dengan Tanda Dan Gejala Serta Kemampuan Pasien Dalam Mengontrol Halusinasi. Jurnal Keperawatan, 6(2), 106-115.

Yosi, A., & Esti, W. (2020). Penerapan Komunikasi Terapeutik Pada Pasien Skizofrenia Dalam Mengontrol Halusinasi Di RS Jiwa Menur Surabaya. Jurnal Keperawatan, 16(2), 61-74.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

PH, L., Suerni, T., Umtitin, U., Kandar, K., Temu, S., Fatikasari, C., … Lita, S. N. (2026). Peningkatan Kemampuan Mengontrol Halusinasi melalui Pengaruh Terapi Okupasi Aktivitas Menganyam . Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 8(1), 541–546. https://doi.org/10.37287/jppp.v8i1.1764

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.