Pemanfaatan Hasil Pengolahan Sampah dengan Konsep Agro Eduwisata untuk Mendukung Terwujudnya Sekolah Adiwiyata
DOI:
https://doi.org/10.37287/jpm.v7i5.426Keywords:
integrasi, kompos, pegolahan, sampah, sekolahAbstract
Penumpukan sampah di berbagai TPS di DIY sangat parah, banyak gunungan sampah disetiap sudut kota yang mengakibatkan pencemaran lingkungan. Hal ini mengharuskan setiap penghasil sampah mampu mengelola, mengolah dan memanfaatkan hasil olahan sampahnya agar bisa mengurangi volume timbulan sampah yang di buang ke tempat pembuangan akhir. Sekolah SD Negeri Wirokerten merupakan penghasil sampah sehingga harus mampu menjadi sekolah mandiri sampah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman agar kondusif dalam mendukung pembelajaran. Belum ada pelatihan integrasi pemanfaatan hasil pengolahan sampah di sekolah ini. Tujuan dari pengabdian ini yaitu melakukan pengolahan sampah dan mengintegrasikan pemanfaatan hasil pengolahan sampah tersebut. Kegiatan ini diawali dengan tahapan persiapan, yaitu koordinasi dengan pihak sekolah serta penyusunan materi yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Peserta kegiatan adalah siswa kelas 4, 5 dan 6 SD Negeri Wirokerten. Selanjutnya, yaitu mengadakan pelatihan pengolahan sampah organik dibuat menjadi produk kompos yang digunakan media untuk penanaman tanaman sayur - sayuran, buah melon, dan tanaman obat keluarga. Tim PKM juga melakukan pembuatan rumah tanaman untuk melindungi tanaman buah melon dari paparan sinar matahari dan hama. Pemberian alat –alat dan pembuatan instalasi air untuk pemeliharaan tanaman. Tahap evaluasi dilakukan dengan pengukuran pengetahuan siswa melalui pre-test dan post-test. Terdapat perbedaan yang signifikan terkait pengetahuan tentang pengelolaan sampah organik antara sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan edukasi dan pelatihan dengan Uji t-test diperoleh p-value 0,004, pengetahuan sampah anorganik antara sebelum dan sesudah kegiatan edukasi dan pelatihan dengan nilai p-value 0,043. Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan untuk pengetahuan tentang TOGA, sayuran, dan buah dari sebelum dan sesudah dilakukan edukasi atau pelatihan, dengan nilai p-value 0,000. Seluruh kegiatan berjalan lancar dan partisipasi serta dukungan mitra pada setiap kegiatan sangat baik.
References
Deda Widiantoro & Minsih. (2023), Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Media Pembelajaran pada Sekolah Adiwiyata. Jurnal Elementaria Edukasia, 6(4), 1658‑1670. Doi:10.31949/jee.v6i4.6958
Endartiwi,Sri Sularsih, dkk. (2024). Pengelolaan Sampah Berbasis Sekolah Untuk Mewujudkan Green School. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei, Volume 4 Nomor 2.
Gubernur Daerah Istimewa Yogykarta. 2022. Instruksi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor: 21/INSTR/2022 tentang Pengelolaan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga di Lingkungan Perangkat Daerah Pemerintah Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta. https://jdih.jogjaprov.go.id/storage/17558_Ingub21-2022ttgPengelolaanSampah.pdf . Diakses pada tanggal 12 Maret 2025.
Humas Pemda DIY. (2024). Pemda DIY Resmi Tutup TPA Piyungan. https://jogjaprov.go.id/berita/pemda-diy-resmi-tutup-tpa-piyungan . Diakses pada tanggal 12 Maret 2025.
SMKN 1 Sooko. 2023. Konsep Green School. http://smkn1sookomojokerto.sch.id/2023/09/05/konsep-green-school/ . Diakses pada tanggal 13 Maret 2025.
Triariani, Meti. (2025). Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos sebagai Upaya Mendukung Sekolah Adiwiyata di SDN 2 Ancaran. ARRUS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1). doi:10.35877/454RI.abdiku392.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Amyati Amyati, Warniningsih Warniningsih, Sri Sularsih Endartiwi, Merlinda Merlinda, Ika Indri Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.