Studi Deskrifitif: Perbandingan Kemandirian Komunitas dalam Melaksanakan Pencegahan dan Pengendalian Stunting

Authors

  • Desty Emilyani Poltekkes Kemenkes Mataram
  • Akhmad Fathoni Poltekkes Kemenkes Mataram
  • Rusmini Rusmini Poltekkes Kemenkes Mataram
  • Theresia Avila Kurnia Poltekkes Kemenkes Mataram
  • Irwan Budiana Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Wanti Wanti Poltekkes Kemenkes Kupang

DOI:

https://doi.org/10.37287/jlh.v6i4.1048

Keywords:

kemandirian, komunitas, pencegahan, stunting

Abstract

Pencegahan  dan pengendalian stunting  memerlukan  pendekatan  holistik  yang  mencakup pendidikan  dan  promosi  kesehatan,  pemberdayaan  komunitas masyarakat.  Pemberdayaan  komunitas  masyarakat memainkan peran  kunci  dalam  upaya  pencegahan dan pengendalian stunting yang saat ini masih belum dimaksimalkan. Upaya  menggabungkan berbagai  potensi masyarakat diharapkan dapat  mengurangi  angka  stunting secara  signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemandirian komunitas mayarakat dalam pencegahan dan pengendalian stunting di provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif komparatif di wilayah yang berbeda yakni Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Populasi pada penelitian ini yakni ketua atau pengurus komunitas masyarakat. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sample yakni 20 orang. Variabel utama adalah kemandirian komunitas dalam pencegahan dan pengendalian stunting, yang diukur melalui indikator kemandirian I, II, III dan IV. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur. Prosedur pengumpulan data meliputi persiapan dan pelaksanaan. Analisis data menggunakan deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas masyarakat di Provinsi NTT memiliki tingkat kemandirian dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian kasus stunting mayoritas berkategori baik yakni 16 Komunitas (80.0%). Sedangkan komnitas masyarakat di Provinsi NTB semua Komunitas (100.0%) memiliki tingkat kemandirian Komunitas dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian kasus stunting mayoritas berkategori baik. Kesimpulan yakni komunitas di provinsi dengan prevalensi stunting lebih tinggi memiliki tingkat kemandirian pencegahan dan pengendalian kasus stunting lebih rendah jika dibandingkan dengan provinsi dengan prevalensi stunting lebih rendah.

References

Brayan, P., & Medan, K. (2022). Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Pada Balita Di Puskesmas Pulo Brayan Kota Medan Tahun 2022. Darma Agung Husada, 9(2), 40–47.

Irfan, I., Handayani, F., Pujiyanti, R., & Artama, S. (2024). The Role of Posyandu Cadres and e-PPGBM Application Operators in Early Detection of Stunting in Kupang City , Nusa Tenggara Timur. Buletin Penelitian Kesehatan, 52(1), 39–53. https://doi.org/10.33860/bpk.v52i1.3965

Jati, T. W. U., Sukin, M., & Ultanti, A. (2024). Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2019-2023. Jurnal Statistika Terapan, 4(2), 83–93.

Maulany F.R et al. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Akses Kesehatan (Vol. 01, Issue 03, pp. 206–221).

Mintawati, H. (2022). Pembinaan Dan Pencegahan Stunting Di Desa Cisaat Kabupaten Sukabumi. Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 1(2), 109–120. https://jurnalp4i.com/index.php/healthy/article/view/1193

Ngambut, K., Wanti, W., Telan, A. B., Resi, E. M., Mandala, S., Upa, P., Irfan, I., Theodolfi, R., & Pantaleon, M. G. (2025). Kolaborasi Sektoral Dalam Penyuluhan Pencegahan Stunting Di Gereja Talitakumi Desa Raknamo Kabupaten Kupang. 5(0), 74–80. https://doi.org/https://doi.org/10.53690/ipm.v5i02.404

Nining Handayani et. (2021). Analisis Faktor Determinan Stunting di Nusa Tenggara Barat. Jurnal Midwifery Update (MU), 3(1), 1–7. http://jurnalmu.poltekkes-mataram.ac.id/index.php/jurnalmu/article/view/102

Oktavian, A. F., & Setianto, B. (2022). Analisis Faktor yang Memengaruhi Pelaksanaan Keselamatan Pasien. Jurnal Sosial Dan Sains, 2(8), 831–842. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v2i8.471

Sari, D., Oktafiani, H., … K. W.-J. (Journal of, & 2022, undefined. (2022). Mari Entaskan Resiko Stunting Pada Masa Pandemi Covid-19 (Mi Kriting Devi-19). Journal.Ummat.Ac.Id, 5(2), 536–545. http://journal.ummat.ac.id/index.php/JCES/article/view/5699

Suratri, M. A. L., Putro, G., Rachmat, B., Nurhayati, Ristrini, Pracoyo, N. E., Yulianto, A., Suryatma, A., Samsudin, M., & Raharni. (2023). Risk Factors for Stunting among Children under Five Years in the Province of East Nusa Tenggara (NTT), Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(2). https://doi.org/10.3390/ijerph20021640

Tyarini, I. A., Setiawati, A., Rahagia, R., & Maidelwita, Y. (2024). Jurnal Pengabdian Masyarakat Edukasi Indonesia ( JPMEI ). 1, 100–106. https://doi.org/10.61099/jpmei.v1i3.56

Yanti, N. D., Betriana, F., & Kartika, I. (2020). REAL in Nursing Journal ( RNJ ) Faktor Penyebab Stunting Pada Anak : Real in Nursing Journal(RNJ), 3(May), 1–10. https://doi.org/10.32883/rnj.v3i1.447.g227

Downloads

Published

2025-12-18

How to Cite

Emilyani, D., Fathoni, A., Rusmini, R., Kurnia, T. A., Budiana, I., & Wanti, W. (2025). Studi Deskrifitif: Perbandingan Kemandirian Komunitas dalam Melaksanakan Pencegahan dan Pengendalian Stunting. Journal of Language and Health, 6(4), 139–146. https://doi.org/10.37287/jlh.v6i4.1048

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.