Hubungan Pijat Akupresur pada Titik CV12, ST25, ST36, dan SP6 dengan Pertumbuhan dan Perkembangan Baduta

Authors

  • Rita Zulinda Universitas Prima Indonesia
  • Elvina Sari Sinaga
  • Intan Triana Siahaan Universitas Prima Indonesia
  • Yulia Yulia Universitas Prima Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v8i3.2167

Keywords:

baduta;, perkembangan, pertumbuhan, pijat akupresur

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan baduta merupakan indikator penting dalam menilai status kesehatan anak. Masa baduta (0–23 bulan) merupakan periode kritis yang menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan anak di masa mendatang. Namun, masih ditemukan masalah pertumbuhan dan perkembangan pada baduta seperti berat badan tidak sesuai usia, gangguan perkembangan motorik, bahasa, maupun sosial yang dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi, asupan nutrisi, dan perawatan kesehatan anak. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah stimulasi terapi komplementer seperti pijat akupresur. Pijat akupresur pada titik CV12, ST25, ST36, dan SP6 dapat meningkatkan metabolisme, memperbaiki fungsi pencernaan, serta meningkatkan nafsu makan anak sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan baduta. Penelitian ini penting dilakukan sebagai upaya menyediakan bukti ilmiah mengenai manfaat pijat akupresur sebagai terapi komplementer yang dapat digunakan untuk mendukung optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan baduta. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pijat akupresur pada titik CV12, ST25, ST36, dan SP6 dengan pertumbuhan dan perkembangan baduta di Klinik Bidan Sri Rezeki Kota Lhokseumawe Tahun 2025. Menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh baduta usia 0–23 bulan yang mendapatkan pijat akupresur dengan jumlah sampel 36 baduta menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar checklist, pengukuran berat badan dan panjang badan berdasarkan standar WHO, serta Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar baduta mendapatkan pijat akupresur secara teratur sebanyak 22 orang (61,1%), memiliki pertumbuhan normal sebanyak 25 orang (69,4%), dan perkembangan sesuai sebanyak 24 orang (66,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pijat akupresur dengan pertumbuhan baduta (p-value = 0,006) serta perkembangan baduta (p-value = 0,018). Kesimpulan terdapat hubungan antara pijat akupresur pada titik CV12, ST25, ST36, dan SP6 dengan pertumbuhan dan perkembangan baduta.

References

World Health Organization. (2023). Guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. Geneva: World Health Organization.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pencegahan dan penanganan stunting di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. 2016. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Kemenkes RI.

World Health Organization. 2013. WHO Traditional Medicine Strategy 2014–2023. Geneva: WHO

Centis,M.C.L.Kusmiyati,Y.dan Suwondo,A. (2022). Monograf Peran Akupresur Ki3, SP 6, ST 36, ST 25 untuk Meningkatkan Berat Badan, Tinggi Badan, dan Perkembangan Motorik pada Baduta Stunting, Pustaka Rumah Cinta, Magelang Jawa Tengah

Sari, D. K., Putri, A. R., & Lestari, Y. (2025). Pengaruh akupresur pada titik Zhongwan (CV12) terhadap peningkatan nafsu makan balita. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 12(1), 45–52.

Sari. (2022). Pengaruh terapi akupresur terhadap peningkatan berat badan balita. Jurnal Keperawatan Indonesia, 14(2), 85–92.

Wulandari. (2021). Hubungan terapi akupresur dengan peningkatan nafsu makan pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 45–52.

Putri. (2021). Pengaruh pijat bayi terhadap perkembangan motorik bayi. Jurnal Kebidanan Indonesia, 10(1), 30–37.

Rahmawati. (2020). Terapi pijat bayi terhadap kualitas tidur dan perkembangan bayi. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 8(2), 55–63.

Centis,M.C.L.Kusmiyati,Y.dan Suwondo,A. (2022). Monograf Peran Akupresur Ki3, SP 6, ST 36, ST 25 untuk Meningkatkan Berat Badan, Tinggi Badan, dan Perkembangan Motorik pada Baduta Stunting, Pustaka Rumah Cinta, Magelang Jawa Tengah, 52-59

World Health Organization, UNICEF, & World Bank. (2025). Levels and trends in child malnutrition: Joint child malnutrition estimates 2025 edition. Retrieved from https://www.who.int

World Health Organization. (2025). Global nutrition targets 2025: Stunting policy brief. Retrieved from https://www.who.int

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024–2025. Retrieved from https://www.kemkes.go.idAP News. (2025). Indonesia continues efforts to reduce child stunting nationwide.

Retrieved from https://apnews.com

Pemerintah Aceh. (2024). Program percepatan penurunan stunting melalui gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting). Retrieved from https://acehprov.go.id

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2025). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kota Lhokseumawe. Retrieved from https://ssgi.bkpk.kemkes.go.id

Downloads

Published

2026-06-22

How to Cite

Zulinda, R., Sinaga, E. S., Siahaan, I. T., & Yulia, Y. (2026). Hubungan Pijat Akupresur pada Titik CV12, ST25, ST36, dan SP6 dengan Pertumbuhan dan Perkembangan Baduta. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 8(3), 87–94. https://doi.org/10.37287/jppp.v8i3.2167

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.