Pencegahan Risiko Hipotermia pada Pasien Pasca Anestesi Spinal melalui Manajemen Cairan Infus Hangat dan Selimut Konvensional: Study Case

Authors

  • Ria Ayulestari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Erna Rochmawati Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Awit Lestari RSU PKU Muhammadiyah Bantul

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v8i2.1917

Keywords:

cairan infus hangat, hipotermia, pasca operasi

Abstract

Hipotermia merupakan komplikasi pasca anestesi spinal akibat gangguan termoregulasi yang berisiko menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan suhu tubuh pasien setelah pemberian intervensi selimut konvensional dengan cairan infus Ringer Laktat tidak dihangatkan dan selimut konvensional dengan cairan infus Ringer Laktat hangat. Penelitian ini menggunakan desain pre-test dan post-test dengan pendekatan studi kasus pada enam pasien pascaoperasi dengan anestesi spinal yang mengalami hipotermia di ruang pemulihan RSU PKU Muhammadiyah Bantul pada tanggal 20–25 Oktober 2025. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing terdiri atas tiga pasien. Data dikumpulkan melalui pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer digital aksila sebelum dan sesudah intervensi selama 15 menit serta observasi kondisi pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan perubahan suhu tubuh sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok. Hasil studi menunjukkan bahwa seluruh pasien mengalami peningkatan suhu tubuh setelah intervensi. Peningkatan suhu tubuh pada kelompok selimut konvensional dengan cairan infus Ringer Laktat hangat cenderung lebih besar dan lebih stabil dibandingkan kelompok selimut konvensional dengan cairan infus Ringer Laktat tidak dihangatkan. Kedua intervensi berkontribusi dalam pencegahan hipotermia pasca anestesi spinal, namun kombinasi selimut konvensional dan cairan infus hangat memberikan peningkatan dan stabilitas suhu tubuh yang lebih baik.

References

Awwaliyah, S., Rachman, M. Z., & Ernawati, N. (2020). Pengaruh Pemberian Infus Hangat Terhadap Stabilitas Suhu Tubuh Pada Pasien Post Operasi General Anestesi Di Recovery Room RSU Karsa Husada Batu. Jurnal Keperawatan Terapan, 6(1), 2442–6873.

Chandraningrum, A. R., R. T. S., & Laqif, A. (2022). Perbandingan Hipotensi Antara Anestesi General dan Anestesi Spinal pada Seksio Sesarea. Plexus Medical Journal, 1(5), 172–180. https://doi.org/10.20961/plexus.v1i5.278

Hidayah, E. S., Khalidi, M. R., & Nugroho, H. (2021). Perbandingan Insiden Shivering Pasca Operasi dengan Anestesi Umum dan Anestesi Spinal di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(4), 525–530. https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/447

Hidayatulloh, U. (2023). Efektifitas Pemakaian Blanket Warmer Terhadap Pasien Menggigil Pasca Anestesi Regional Di Ruang Pemulihan Di RSUD Kota Tangerang. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 4(2), 5–24. https://stp-mataram.ejournal.id/JIP/article/view/2701

Ismoyowati, T. W., Kusuma, C. N. C., & Timisela, M. A. (2020). Manajemen Hipotermia pada Cedera Kepala. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 11, 54–62.

Lesmana, K., & Epriana, M. (2025). Penerapan Terapi Pemberian Elemen Penghangat Cairan Intravena Dalam Menurunkan Gejala Hipotermi Pada Pasien Post Operasi SC Melalui Pendekatan Teori Roy Adaptasi Model Di Ruang Recovery Kamar Operasi Rs Ummi Bengkulu Tahun 2024 Application Of Intravenous. 1(1), 9–18.

Maesaroh, U. N., & Windyastuti, E. (2024). Application Of Blanket Warmer Therapy To Patients Experienced Post-Operating Hypothermy In The Recovery Room IBS RSUD dr. Soeratno G. 10, 1–9.

Mortazavi, Y., Seyfi, S., Jafarpoor, H., Esbakian, B., Gholinia, H., Esmaeili, M., Samadi, F., & Abbasabadi, H. R. (2024). The Effect of Warmed Serum on Shivering and Recovery Period of Patients Under General and Spinal Anesthesia: A Randomized Clinical Trial. Journal of Perianesthesia Nursing, 39(1), 38–43.https://doi.org/10.1016/j.jopan.2023.05.002

Ramadhan, R., Sukmaningtyas, W., & Demi, F. (2023). Efektifitas Penggunaan Terapi Cairan Infus Hangat Dan Blanket Warmer Pada Pasien Hipotermi Post Anestesi Regional Di IBS RSUD Kota Tangerang. Jurnal Inovasi Penelitian, 4(2), 28–42.

Ranti Nur Azizah, A., Haris, F., & Rahmawanto. (2025). Efektivitas Penggunaan Blanket Warmer untuk Pencegahan Hipotermi pada Pasien Post-Operative dengan Pengaruh Anastesi Spinal. TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan, 12(1), 14–19. https://doi.org/10.61902/triage.v12i1.1601

Resta, H. A., Dafriani, P., & Tanjung, A. (2021). Efektifitas Penggunaan Selimut Hangat Dibandingkan Selimut Biasa Terhadap Peningkatan Suhu Pada Pasien Post Operasi Di RSUD. Sawahlunto. 12, 9–15.

Sisanto. (2022). Efektivitas Pemberian Selimut 1 Lapis dan 2 Lapis Terhadap Suhu Pasien Post Operasi Di Ruang Pemulihan. Doctoral Dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 1–69.

Tubalawony, S. L., & Siahaya, A. (2023). Pengaruh Anestesi Spinal Terhadap Kejadian Hipotermi Pada Pasien Post Operasi. Jurnal Keperawatan, 17(1), 153–164. https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/489/507

Winarni, E., Adam, A., Susanto, I. M., Rositasari, S., Dyah, V. (2022). Keefektifan Penggunaan Selimut Penghangat Pada Pasien Hipotermi Pasca Spinal Anestesi: Literature Review. Keperawatan, 10(1), 136–142.

Yulianita, H., Yudianto, K., Sugiharto, F., Rahmawati, N., & Hidayat, N. N. F. (2023). Intervensi Non Farmakologi untuk Mencegah Hipotermi pada Pasien Post Operasi. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 2911–2919. https://doi.org/10.31539/joting.v5i2.7481.

Downloads

Published

2026-04-24

How to Cite

Ayulestari, R., Rochmawati, E., & Lestari, A. (2026). Pencegahan Risiko Hipotermia pada Pasien Pasca Anestesi Spinal melalui Manajemen Cairan Infus Hangat dan Selimut Konvensional: Study Case. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 8(2), 155–162. https://doi.org/10.37287/jppp.v8i2.1917

Similar Articles

<< < 1 2 3 

You may also start an advanced similarity search for this article.