Pendampingan Skrining dan Edukasi Sedentary Lifestyle pada Remaja

Authors

  • Diana Hardiyanti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura
  • Melinda Restu Pertiwi Stikes Intan Martapura

DOI:

https://doi.org/10.37287/jpm.v8i2.2611

Keywords:

edukasi, kesehatan, remaja, sedentary lifestyle, skrining

Abstract

Perkembangan teknologi yang diikuti dengan tingginya penggunaan gawai, media sosial, serta meningkatnya aktivitas belajar daring dan hiburan berbasis layar turut mendorong perubahan pola aktivitas remaja ke arah sedentary lifestyle. Kondisi tersebut dapat meningkatkan durasi aktivitas sedentari dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran mengenai perilaku sedentari dapat menyebabkan remaja belum menyadari kondisi dirinya serta pentingnya melakukan perubahan perilaku. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta menerapkan perilaku hidup aktif sebagai upaya pencegahan masalah kesehatan sejak dini secara berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 35 siswa di SMA Negeri 1 Martapura. Metode kegiatan meliputi skrining perilaku sedentari menggunakan Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ), pretest, pemberian edukasi melalui penyuluhan interaktif dengan media poster, dan posttest. Hasil skrining menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki perilaku sedentari dalam kategori tinggi (>5 jam/hari), yaitu sebanyak 22 orang (62,9%) dari 35 responden. Kegiatan edukasi memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengertian dan dampak perilaku sedentari terhadap kesehatan serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi durasi aktivitas sedentari dalam kehidupan sehari-hari.

References

Al Hidayah, B. C. R. S., Yaqinah, S. N., & Hasbi, U. H. (2025). Penggunaan Media Sosial dan Perubahan Perilaku Sosial Remaja. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan Dan Inovator Pendidikan, 11(1), 57–70. https://doi.org/https://doi.org/10.29408/jhm.v11i1.29179

BKPK. (2025). Aktifitas Fisik Penduduk Indonesia. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/aktifitas-fisik-penduduk-indonesia/?utm

Contardo Ayala, A. M., Parker, K., Mazzoli, E., Lander, N., Ridgers, N. D., Timperio, A., Lubans, D. R., Abbott, G., Koorts, H., & Salmon, J. (2024). Effectiveness of Intervention Strategies to Increase Adolescents’ Physical Activity and Reduce Sedentary Time in Secondary School Settings, Including Factors Related to Implementation: A Systematic Review and Meta-Analysis. Sports Medicine - Open, 10(1). https://doi.org/10.1186/s40798-024-00688-7

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. (2022). Laporan Kesehatan Daerah Kalimantan Selatan.

Hardiyanti, D., Restu Pertiwi, M., & Heryyanoor. (2025). Hubungan Sedentary Lifestyle, Gadget Addiction, dan Aktivitas Fisik dengan Kualitas Tidur Remaja. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(4), 221–230. https://doi.org/doi.org/10.37287/jppp.v7i4.135

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. In Jakarta: Kemenkes RI.

Lenne, R. L., Joyal-Desmarais, K., Jones, R. E., Huelsnitz, C. O., Panos, M. E., Auster-Gussman, L. A., & Simpson, J. A. (2019). Parenting Styles Moderate How Parent And Adolescent Beliefs Shape Each Other’s Eating And Physical Activity: Dyadic Evidence From a Cross-Sectional, US National Survey. Journal of Experimental Social Psychology, 81, 76–84.

Maidartati, M., Hayati, S., Anggraeni, D. E., Irawan, E., Damayanti, A., & Silviani, D. A. R. (2022). Gambaran sedentary lifestyle pada remaja di SMA Kota Bandung. Jurnal Keperawatan BSI, 10(2), 250–265.

Norman, G. J., Carlson, J. A., Patrick, K., Kolodziejczyk, J. K., Godino, J. G., Huang, J., & Thyfault, J. (2017). Sedentary behavior and cardiometabolic health associations in obese 11–13-year olds. Childhood Obesity, 13(5), 425–432.

Putri, R. I., Sopiah, P., Inriyana, R., & Nurhidayah, I. (2026). Hubungan Gaya Hidup Sedentari Berbasis Layar dengan Fungsi Kognitif pada Remaja The Relationship between Screen-Based Sedentary Lifestyle and Cognitive Function in. Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer, 6(1), 1–9.

Rahma, S. I., Lukman, M., & Witdiawati, W. (2025). Studi Deskriptif: Sedentary Lifestyle Pada Remaja di Era Digital. Malahayati Nursing Journal, 7(5), 1951–1963. https://doi.org/10.33024/mnj.v7i5.19890

Samsu, M., Aji, A., Mubarat, H., & Iswandi, H. (2023). Kampanye Sosial Mengatasi Bahaya Sedentary Lifestyle Pada Remaja. VisArt: Jurnal Seni Rupa Dan Design, 1(2), 234–249. https://doi.org/10.61930/visart.v1i2.342

Tremblay, M. S., Aubert, S., Barnes, J. D., Saunders, T. J., Carson, V., Latimer-Cheung, A. E., ..., & Fitzsimons, C. (2017). Sedentary Behavior Research Network (SBRN)–Terminology Consensus Project Process and Outcome. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 14(1), 75. https://doi.org/10.1186/s12966-017-0525-8

Wisni, A., Murdiyanto, J., Faesol, A., Palupi, S. S. A., Afina, H. N., Narendra, S., & Ramadhanti, N. P. (2026). Skrining kesehatan dasar dan edukasi berbasis komunitas. BEMAS: Jurnal Bermasyarakat, 6(2), 313–324. https://doi.org/10.37373/bemas.v6i2.1826

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Hardiyanti, D., & Pertiwi, M. R. (2026). Pendampingan Skrining dan Edukasi Sedentary Lifestyle pada Remaja. Jurnal Peduli Masyarakat, 8(2), 255–260. https://doi.org/10.37287/jpm.v8i2.2611

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.