Penguatan Pengetahuan dan Keterampilan Anak dalam Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami melalui Edukasi Interaktif
DOI:
https://doi.org/10.37287/jpm.v7i5.337Keywords:
anak, bencana, edukasi, kesiapsiagaan, media interaktifAbstract
Bencana merupakan rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia. Kelurahan Tuweley dikategorikan sebagai zona rawan tinggi terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, abrasi pantai, dan tanah longsor. Hasil analisis awal menunjukkan bahwa masyarakat belum pernah mendapatkan pelatihan kebencanaan secara sistematis. Pengetahuan dasar tentang mitigasi bencana, prosedur evakuasi, serta penggunaan alat pertolongan pertama belum dikuasai secara merata. Di sekolah, belum terdapat integrasi kurikulum terkait kebencanaan, sehingga siswa tidak memiliki bekal khusus untuk menghadapi situasi darurat. Kegiatan pengabdian ini memiliki tema “Penguatan Pengetahuan dan Keterampilan Anak dalam Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami melalui Edukasi Interaktif” dan diikuti oleh anak sekolah dasar di Wilayah Kelurahan Tuweley dengan jumlah 50 peserta. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami melalui metode edukasi interaktif. Media edukasi yang digunakan yaitu storytelling, pemutaran video edukasi, simulasi, serta lagu mitigasi dengan gerakan. Kegiatan dievaluasi dengan melakukan post test dengan hasil menunjukkan sebelum intervensi, tingkat pengetahuan anak sebagian besar berada pada kategori Cukup (44%) dan Baik (42%). Setelah intervensi, mayoritas besar anak berada pada kategori Baik (80%). Kesimpulan kegiatan pengabdian yaitu dapat meningkatkan pengetahuan anak dalam kesiapsiagaan bencana. Oleh karena itu, disarankan untuk melaksanakan edukasi secara berkala dan dalam kapasitas yang lebih besar sehingga tergambar situasi bencana yang sebenarnya. Hasil pengabdian ini dipublikasikan dalam jurnal pengabdian masyarakat dan haki video edukasi.
References
Azhar, W. A., Safariyah, E., & Makiyah, A. (2024). Pengaruh edukasi kesiapsiagaan bencana melalui metode video animasi terhadap pengetahuan siswa.pdf. Journal of Nursing Practice and Education, 5(1), 79–85. https://doi.org/10.34305/jnpe.v5i1.1443
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2012). Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Dari Bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2021). Kajian Resiko Bencana Nasional Provinsi Sulawesi Tengah 2022-2026.
Gardner, H. (1983). Howard Frames of Mind (Introducti). Basic Books.
Kementerian Kesehatan RI. (2007). UU RI Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana. (Diakses Pada Tanggal 28 Desember 2019). http//:bnpb.go.id
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. In Jakarta: Rineka Cipta.
Shiwaku, K., & Shaw, R. (2008). Proactive co-learning: A new paradigm in disaster education. Disaster Prevention and Management: An International Journal, 17(2), 183–198. https://doi.org/10.1108/09653560810872497
Stough, L. M., & Kang, D. (2015). The Sendai Framework for Disaster Risk Reduction and Persons with Disabilities. International Journal of Disaster Risk Science, 6(2), 140–149. https://doi.org/10.1007/s13753-015-0051-8
Tri, P., & Umyati, A. (2019). Pengenalan Upaya Mitigasi Bencana Gempa Bumi Untuk Siswa Sekolah Dasar di Kota Serang. Jurnal Pengabdian Dinamika, 1(6), 1–6.
United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2007). Hyogo Framework for action 2005–2015: Building the resilience of nations and communities to disasters. https://doi.org/10.1007/978-1-4020-4399-4_180
Vygotsky, L. . (1978). Mind in Society The Development of Higher Psychological Processes (M. Cole, V. John Steiner, S. Scribner, & E. Souberman (eds.)). Harvard University Press.
Zahran, S., Peek, L., & Brody, S. D. (2008). Youth Mortality by Forces of Nature. Children, Youth and Environments, 18(1), 371–388. https://doi.org/10.1353/cye.2008.0047