Pendampingan Pembentukan Tim Pemantau Penyakit Menular Berbasis Komunitas di Wilayah Pesisir

Authors

  • Wahidah Wahidah Stikes Sakinah Husada
  • Shofiyyahina Shofiyyahina STIKes Sakinah Husada
  • Fiorentina Fiorentina STIKes Sakinah Husada
  • Farida Umamy Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa

DOI:

https://doi.org/10.37287/jpm.v7i5.2042

Keywords:

kader kesehatan, pencatatan kesehatan, pelaporan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, sistem informasi kesehatan

Abstract

Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan dan kondisi lingkungan yang berisiko. Upaya pemantauan penyakit di tingkat komunitas masih belum optimal, sehingga diperlukan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dalam pembentukan tim pemantau penyakit menular berbasis komunitas di wilayah pesisir. Metode yang digunakan adalah pendekatan pendampingan partisipatif berbasis komunitas dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 25 peserta yang terdiri dari kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 76% masyarakat belum memiliki sistem pemantauan penyakit menular yang terstruktur dan 68% memiliki pemahaman yang rendah terkait deteksi dini. Kegiatan ini berhasil membentuk tim pemantau yang terdiri dari 15 anggota aktif. Evaluasi menunjukkan bahwa 87% anggota mampu melakukan identifikasi gejala, 80% mampu melakukan pencatatan, dan 73% mampu melakukan pelaporan kasus. Tingkat partisipasi masyarakat juga tergolong tinggi dengan kehadiran mencapai 92%. Pendampingan pembentukan tim pemantau penyakit menular berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan memperkuat sistem pemantauan penyakit di tingkat lokal. Pendekatan ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai model intervensi promotif dan preventif di wilayah dengan karakteristik serupa.

References

Arifin, Z., & Hasanah, U. (2022). Faktor determinan penyakit tidak menular pada kelompok usia produktif. Jurnal Kesehatan Publik, 17(3), 145–152.

Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Community health and prevention strategies. https://www.cdc.gov

Handayani, L., & Prasetyo, D. (2020). Peran edukasi dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan, 12(2), 60–68.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan nasional Riskesdas 2023. Kementerian Kesehatan RI.

Kusuma, R., & Sari, E. (2023). Skrining faktor risiko penyakit tidak menular sebagai upaya preventif di masyarakat. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(1), 33–40.

Lestari, P., & Kurniawan, A. (2022). Deteksi dini penyakit tidak menular melalui skrining kesehatan komunitas. Jurnal Preventif Kesehatan, 7(2), 101–109.

Nugroho, T., & Wulandari, S. (2021). Perilaku hidup sehat dan risiko penyakit tidak menular pada masyarakat pesisir. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(1), 55–62.

Nutbeam, D., & Lloyd, J. E. (2021). Understanding and responding to health literacy as a social determinant of health. Annual Review of Public Health, 42, 159–173. https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth-090419-102529

Perry, H. B., Zulliger, R., & Rogers, M. M. (2020). Community health workers in low-, middle-, and high-income countries: An overview of their history, recent evolution, and current effectiveness. Annual Review of Public Health, 41, 399–421. https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth-040617-013646

Pratama, A., Hidayat, R., & Lestari, D. (2023). Efektivitas edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan penyakit tidak menular. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 123–130.

Putra, I. M., & Dewi, N. L. (2021). Hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(2), 77–84.

Rahman, F., Ahmad, S., & Nasution, H. (2021). Faktor risiko penyakit tidak menular pada masyarakat pesisir. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 5(1), 45–52.

Sari, M., & Putri, D. (2020). Hubungan literasi kesehatan dengan kejadian penyakit tidak menular. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(2), 89–96.

Suharto, B., & Yuliana, R. (2023). Edukasi kesehatan berbasis masyarakat dalam pencegahan penyakit tidak menular. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 6(1), 25–33.

Utami, N., Wibowo, A., & Santoso, B. (2022). Program skrining penyakit tidak menular berbasis masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 4(1), 10–18.

World Health Organization. (2021). Community engagement: A health promotion guide for universal health coverage in the hands of the people. WHO. https://www.who.int

World Health Organization. (2022). Global status report on public health and community-based interventions. WHO. https://www.who.int

World Health Organization. (2023). Noncommunicable diseases. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/noncommunicable-diseases

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Wahidah, W., Shofiyyahina, S., Fiorentina, F., & Umamy, F. (2025). Pendampingan Pembentukan Tim Pemantau Penyakit Menular Berbasis Komunitas di Wilayah Pesisir. Jurnal Peduli Masyarakat, 7(5), 269–276. https://doi.org/10.37287/jpm.v7i5.2042

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.