Manajemen Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral di Poli VCT HIV

Authors

  • Kusnindyah Praedevy Reviagana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura
  • M. Noor Ifansyah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura
  • Rusdi Rusdi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v7i5.684

Keywords:

antiretroviral, kepatuhan, ODHIV, pengobatan, VCT

Abstract

Saat ini belum terdapat pengobatan HIV yang berfungsi untuk menyembuhkan, namun terdapat pengobatan antiretroviral yang berfungsi untuk mensuspresi perkembangan virus di dalam tubuh. Dalam melaksanakan pengobatan diperlukan kepatuhan yang tidak hanya menjadi tanggung jawab pasien, namun juga layanan PDP yaitu RS sebagai layanan pengobatan pasien, atau dalam hal ini adalah poli VCT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor pendukung, penghambat, dan metode pemantauan kepatuhan pasien ODHIV yang mengakses layanan pengobatan di poli VCT. Penelitian ini memiliki metode kualitatif dengan melakukan diskusi kelompok terfokus pada 6 informan antara lain dokter, perawat, petugas farmasi, petugas laboratorium, dan pendukung sebaya di Poli VCT As-Syifa. Hasil dari penelitian dianalisis secara tematik dan mendapatkan informasi bahwa berbagai dukungan yang diberikan Poli VCT As-Syifa antara lain adalah melakukan pemeriksaan lengkap ketika pasien melakukan pengambilan obat ARV, melakukan jemput bola kepada pasien ODHIV baru, bekerja sama dengan dinas kesehatan dan KPA setempat, mengoptimalisasikan peran pendukung sebaya (PS) dengan ODHIV, dan melakukan pemantauan data pasien melalui sistem informasi HIV AIDS (SIHA) agar dapat melihat pasien yang cenderung loss to follow up (LTFU). Hal tersebut dilakukan demi mendukung kelancaran pengobatan ODHIV. Selain itu terdapat media edukasi dan peran dari pendukung sebaya untuk memberikan pemahaman dan pemantauan terhadap pengobatan, dan dukungan pemerintah. Namun masih terdapat faktor penghambat yang harus diperhatikan antara lain pemahaman tentang teknologi yang seharusnya memudahkan pemberian edukasi dan komunikasi tentang pengobatan, rasa malu, takut menerima stigma, terlupa minum obat, akses terhadap layanan PDP, dan juga kondisi tubuh yang sudah merasa sehat.

References

Amalia, K., Purnamawati, D., Ritonga, Y., Astika Endah, T. (2025). Model Prediksi Kepatuhan Minum Obat Antiretroviral di Layanan Perawatan Dukungan Pengobatan Kota Bogor. 2(4), 1998–2013. https://doi.org/10.62335.

Australian Aid. (2015). Laporan Penelitian: Studi Kasus Hubungan Integrasi Upaya Penanggulangan HIV dan AIDS ke dalam Kerangka Sistem Kesehatan dengan Efektiftas di Kab. Manokwari. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada & Universitas Negeri Papua.

Bashir, A., Dewi, A., & Khoiriyati, A. (2019). Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas dalam dan Terapi Murottal Al-Qur’an terhadap Tekanan Darah dan Respirasi pada Pasien Pre Operasi. JHeS (Journal of Health Studies), 3(2), 10–17. https://doi.org/10.31101/jhes.520.

Castel, A. D., Magnus, M., & Greenberg, A. E. (2015). Update on The Epidemiology and Prevention of HIV/AIDS in the United States. Curr Epidemiol Rep, 2(2), 110–119.

Luksita, A. C., Yodi, M., & Subronto, Y. W. (2022). Studi Kasus Terapi ARV pada Pasien Lost to Follow-Up di Jakarta. Urnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 25(2), 70–75.

Dea, A., Singgi, D., Naila, & Zakiah, R. (2017). Kajian Hukum dan Kebijakan HIV di Indonesia Sebuah Tinjauan terhadap Peraturan Perundang-Undangan dan Implementasinya di Enam Kota/Kabupaten. Jakarta, Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. (2022). Laporan SIHA HIV AIDS dan PIMS. Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. (2022). Umpan Balik Capaian Program HIV AIDS Semester 1 Tahun 2022. Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan.

Hadi, A., Asrori, & Rusman. (2021). Penelitian Kualitatif Studi Fenomenologi, Case Study, Grounded Theory, Etnografi, Biografi. CV Pena Persada.

Fadilah, O. N., Sholih, M. G., & Sudarjat, H. (2025). Review Article: Analisis Faktor Psikososial yang Memengaruhi Kepatuhan Terapi Antiretroviral pada Penderita HIV/AIDS. Jurnal Surya Medika, 11(2), 270–277. https://doi.org/10.33084/jsm.v11i2.9758.

Kementerian Kesehatan RI. (2015). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengobatan Antiretroviral. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Laporan Eksekutif Perkembangan HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan IV Tahun 2021. Kementerian Kesehatan RI.

Kimera, E., Vindevogel, S., Kintu, M. J., Rubaihayo, J., De-Maeyer, J., Reynaert, D., Engelen, A.-M., Nuwaha, F., & Bilsen, J. (2020). Experiences and Perceptions of Youth Living with HIV in Western Uganda on School Attendance: Barriers and Facilitators. BMC Public Health, 20(1), 1–13.

Riani, E. N., Dewi, A., & Dzikria, A. P. W. (2022). Implementasi Layanan PDP di Layanan Kesehatan Primer Kabupaten Banyumas. NersMid, 123–133.

Rizeki, D. F., & Asy, H. C. (2021). Lost To Follow Up Terapi Antiretroviral pada Orang Dengan HIV/AIDS di Lumajang Lost To Follow Up Antiretroviral Therapy in People With HIV/AIDS at Lumajang. JURNAL PIKes Penelitian Ilmu Kesehatan, 2(1), 1–8.

Robert, K. (2000). Barriers to and Facilitators of HIV-Positive Patients’ Adherence to Antiretroviral Treatment Regimens. AIDS Patient Care STDS, 14(3), 155–168.

Mannheimer, S., & Yael, H.-M. (2015). What We Know and What We Do Not Know about Factors Associated with and Interventions to Promote Antiretroviral Adherence. Curr Infect Dis Rep, 17(4), 466.

Ministry of Health dan Medical Services Fiji. (2023). HIV Care dan Antiretroviral Therapy Guideline. Ministry of Health dan Medical Services Fiji.

S B Mannheimer, J Matts, E Telzak, M Chesney, C Child, A W Wu, & G Friedland. (2005). Quality of Life in HIV-Infected Individuals Receiving Antiretroviral Therapy is Related to Adherence. AIDS Care, 17(1), 10–22.

Stricker, S. M., Fox, K. A., & Baggaley, R. (2014). Retention in care and adherence to ART are critical elements of HIV care interventions. AIDS Behav, 18(Suppl 5), 465–475.

Tenri, A., Suryadarma, O., Fattah, S., & Kamariah, N. (2023). Policy Implementation of Support Care and Treatment Services for Human Immunodeficiency Virus Patients at Antang Health Center In Makassar. Jurnal Administrasi Negara, 29(1).

UNAIDS. (2022). Global HIV & AIDS Statistics-Fact Sheet. https://www.unaids.org/en/resources/fact-sheet.

Waters, L. A. W. (2022). BHIVA Guidelines on Antiretroviral Treatment for Adults Living with HIV-1 2022. British HIV Association.

WHO. (2003). Adherence to long-term therapies: Evidence for action. Geneva: World Health Organization. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/42682/9241545992.pdf;jsessionid=c5e739ec39b83860c7d123173863f586?sequence=1.

Widodo, H. (2017). RSUD Ratu Zalecha Miliki Poli Layanan Penderita HIV AIDS. https://banjarmasin.tribunnews.com/2017/03/21/rsud-ratu-zalecha-miliki-poli-layanan-penderita-hivaids.

Downloads

Published

2025-10-29

How to Cite

Reviagana, K. P., Ifansyah, M. N., & Rusdi, R. (2025). Manajemen Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral di Poli VCT HIV. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(5), 243–250. https://doi.org/10.37287/jppp.v7i5.684

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.