Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dispepsia

Authors

  • Sirli Agustiani Universitas Tadulako
  • Benatania Benatania Institut Citra Internasional
  • Indri Puji Lestari Institut Citra Internasional

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v7i5.503

Keywords:

dispepsia, jenis kelamin, pendidikan, pola makan, tingkat stres

Abstract

Pasien yang terkena dispepsia akan merasakan gejala seperti rasa nyeri, sensasi terbakar, mual, muntah, dan perut kembung yang akan mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Karakteristik pasien dispepsia banyak ditemukan pada pasien perempuan, buruknya pola makan pasien, dan tingkat stress. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia di Puskesmas Lubuk Besar. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah 65 pasien dispepsia di Puskesmas Lubuk Besar. Besaran sampel dalam penelitian ini adalah 43 responden yang dipilih dengan tekhnik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 September 2023 – 18 Oktober 2023 di Poli Umum Puskesmas Lubuk Besar. Peneliti memberikan informed consent dan kuesioner penelitian berupa kuesioner karakteristik responden, pola makan, dan tingkat stres. Analisa data menggunakan univariate dan bivariate (Chi-Square Test).  Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara faktor jenis kelamin (p-value=0,030), pendidikan (p-value=0,008), pola makan (p-value=0,009), dan tingkat stres (p-value=0,005) dengan kejadian dispepsia di Puskesmas Lubuk Besar. Saran dari penelitian ini adalah untuk institusi pelayanan kesehatan untuk dapat senantiasa mengedukasi masyarakat untuk menghindari jenis makanan dan minuman yang bersifat mengiritasi lambung, membiasakan kebiasaan makan yang baik seperti jam makan teratur, sarapan, tidak makan di luar rumah, maupun mengonsumsi camilan atau makanan saat malam hari sebelum tidur, serta mengelola stres dengan baik agar terhindar dari dispepsia.

References

Ayang. (2015). Dispepsia. Jakarta Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2015;647–51.

Bayupurnama, Putut. (2019). Dispepsia & Penyakit Refluks Gastroesofageal. Jakarta: EGC.

British Society of Gastroenrerology (BSG). (2019). Test and treat for Helicobacrter pylori (HP) in dyspepsia. Quick reference guide for primary care: For consultation and local adaption, , pp 5- 7.

Dewi, Astri. (2017). Hubungan Pola Makan dan Karakteristik Individu Terhadap Sindrom Dispepsia pada Mahasiswa Angkatan 2015 dan 2016 Fakultas Kedokteran Univeritas Hasanuddin. Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar.

Irfan, W. (2019). Hubungan Pola Makan dan Sindrom Dispepsia pada Mahasiswa Pre Klinik Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2019. Kedokteran.

Notoadmojo, Soekidjo. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Nursalam. (2017). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan (4th ed). Jakarta : Salemba Medika.

Pardiansyah, Robby, and Muhammad Yusran. (2016). Upaya Pengelolaan Dispepsia dengan Pendekatan Pelayanan Dokter Keluarga. Medical Journal of Lampung University, 5, (2): 86-90.

Putra, A. A. G. W. & Wibawa, I. D. N. (2020).

Gambaran hasil pemeriksaan endoskopi pada pasien dispepsia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah. Intisari Sains Medis, Volume 11, Nomor 1 (hlm. 35). doi: 10.15562/ism.v11i1.529.

Putri, I. S., & Widyatuti, W. (2019). Stres dan gejala dispepsia fungsional pada remaja. Jurnal Keperawatan Jiwa, 7(2), 203-214.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. http://www.depkes.go.id/resources/d ownload/infoterkini/materi_rakorpop

_20 18/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf

Rumaolat, W. & Cahyawati, S. (2021). Faktor Risiko Kejadian Dispepsia di Wilayah Kerja Puskesmas Amahai Wiwi Rumaolat. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, Volume 12, Nomor 2 (hlm. 176–179). doi: http://dx.doi.org/10.33846/sf12214.

Setiadi. (2017). Konsep dan praktek penulisan riset keperawatan (Ed.2). Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sherwood. (2016). Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Ed 8. Jakarta: EGC: 182-3

Sorongan, I.M. dkk. (2019). Hubungan Antara Pola Makan dengan Kejadian Sindroma Dispepsia pada Siswa-siswi Kelas XI di SMA Negeri 1 Manado. Ejournal Keperawatan (e-Kp), Volume 1. Nomor 1.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R & D. Bandung: CV Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: CV Alfabeta.

Sumarni, S., & Andriani, D. (2019). Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Dispepsia. Jurnal Keperawatan Dan Fisioterapi (Jkf), 2(1), 61–66. https://doi.org/10.35451/jkf.v2i1.282.

Suryati. (2019). Karakteristik Penderita Dispepsia Pada Kunjungan Rawat Jalan Praktek Pribadi Dr. Suryanti Periode Bulan Oktober-Desember 2018. In Jurnal Menara Ilmiah (Vol. 13, Issue 5,pp. 140–147). Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat. https://doi.org/10.33559/mi.v13i5.13 69.

Syam, A. F. et al. (2017). National Consensus on Management of Dyspepsia and Helicobacter pylori Infection’ Acta medica Indonesiana, Volume 49, Nomor 3 (hlm. 279–287).

Wibawani, E. A., Faturahman, Y., & Purwanto,A. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dispepsia Pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Di Rsud Koja (Studi Pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Di Rsud Koja Tahun 2020). Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 17(1).

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Agustiani, S., Benatania, B., & Lestari, I. P. (2025). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dispepsia. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(5), 41–50. https://doi.org/10.37287/jppp.v7i5.503

Similar Articles

<< < 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.