Pengalaman Anak Jalanan di Aceh: antara Kemiskinan, Kekerasan, dan Eksploitasi: Studi Fenomenologi Kualitatif

Authors

  • Lisa Fitriani International Islamic University of Malaysia & Universitas syiah kuala
  • Sanisah Saidi International Islamic University of Malaysia
  • Suryane Sulistiana Susanti Universitas Syiah Kuala
  • Dara Febriana Universitas Syiah Kuala

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v7i6.1343

Keywords:

aceh, anak jalanan, fenomenologi, pengalaman hidup

Abstract

Anak jalanan merupakan kelompok rentan yang menghadapi berbagai permasalahan sosial, ekonomi, dan keluarga. Di Aceh, fenomena anak jalanan masih ditemukan meskipun terdapat regulasi yang melarang aktivitas mengemis dan eksploitasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman hidup anak jalanan di Aceh serta faktor-faktor yang mendorong mereka hidup di jalanan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan terdiri dari anak jalanan, orang tua, pengasuh, dan staf panti asuhan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Colaizzi. Ditemukan tiga tema utama, yaitu: (1) pengalaman anak hidup di jalanan, (2) fenomena anak jalanan di Aceh, dan (3) dinamika dukungan sosial dan adaptasi. Faktor utama yang melatarbelakangi kehidupan anak di jalanan meliputi kemiskinan, kekerasan dalam keluarga, perceraian orang tua, eksploitasi, serta minimnya perlindungan sosial. Anak-anak membangun solidaritas kelompok sebagai mekanisme bertahan hidup. Pengalaman anak jalanan di Aceh bersifat kompleks dan multidimensional.

 

References

ANTARA News. (2021). Jumlah anak jalanan meningkat drastis akibat pandemi COVID-19. ANTARA News. https://www.antaranews.com

Asniar. (2018). Fenomena anak jalanan dan upaya penanganannya di Aceh. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 7(2), 115–123.

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.

Christmas, C., Adeyemi, O., & Bello, S. (2023). Psychological distress and vulnerability among street children in low-income settings. Journal of Child & Adolescent Mental Health, 35(1), 45–54.

Cut Zamharir. (2019). Perlindungan sosial anak jalanan di Provinsi Aceh. Jurnal Sosiologi Reflektif, 13(1), 89–102.

Darma, Y., Malawati, I., & Pratama, R. (2021). Kerentanan sosial dan kesehatan anak jalanan di negara berkembang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 134–142.

Dhamayanti, M. (2021). Kebijakan perlindungan anak di Indonesia: Tantangan dan implementasi. Jurnal Kebijakan Sosial, 5(1), 23–34.

Diskominfo Banda Aceh. (2020). Data dan kondisi anak jalanan di Kota Banda Aceh. Pemerintah Kota Banda Aceh.

Embleton, L., Mwangi, A., Vreeman, R., Ayuku, D., & Braitstein, P. (2016). The epidemiology of street children in low- and middle-income countries. The Lancet Child & Adolescent Health, 1(1), 44–52. https://doi.org/10.1016/S2352-4642(16)30011-4

Fitriani, L., Hasan, K., & Said, S. M. (2024). Reintegrasi sosial anak jalanan pascarehabilitasi di Aceh. Jurnal Keperawatan Komunitas, 12(1), 55–67.

Geubrina. (2023). Anak jalanan lintas daerah di Aceh: Studi fenomenologi. Jurnal Sosial Humaniora Aceh, 4(2), 101–112.

Ginting, M., & Shofwan, I. (2021). Pendidikan anak jalanan di Asia Tenggara: Tantangan dan peluang. International Journal of Social Education, 6(1), 77–89.

Hazimsyah. (2024). Efektivitas program rehabilitasi sosial anak jalanan di Aceh. Jurnal Pembangunan Sosial, 9(1), 40–52.

Husna, N., Rahmawati, D., & Fadhil, M. (2023). Faktor determinan anak jalanan di Provinsi Aceh. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 8(2), 95–106.

Inkiriwang, S., & Effendy, M. (2024). Evaluasi kebijakan bantuan sosial terhadap keluarga rentan. Jurnal Administrasi Publik, 14(1), 60–72.

Kusumaningrum, S., Hidayati, N., & Hidayah, I. (2021). Anak jalanan dan kebijakan perlindungan sosial di Indonesia. Child Welfare Policy Journal, 3(2), 88–101.

Marantek, R., & Sejati, A. (2023). Ketergantungan bantuan sosial dan keberlanjutan kesejahteraan keluarga. Jurnal Sosial Politik, 10(1), 1–13.

Mishella, L., & Imam, A. (2021). Child labour and street children in Africa and Asia. International Journal of Child Protection, 5(2), 112–125.

Muhrisun. (2018). Tantangan implementasi program kesejahteraan sosial anak. Jurnal Kebijakan Publik, 9(2), 145–156.

Obimakinde, A. (2023). Health risks among street children: A global review. Global Public Health Journal, 18(4), 589–601.

Patton, M. Q. (2014). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Sage Publications.

Syam, H., & Hasan, M. (2013). Anak jalanan dan budaya sedekah di Aceh. Jurnal Sosiologi Islam, 3(1), 67–80.

Tempo. (2011). Program pemerintah dalam penanganan anak jalanan. Majalah Tempo. https://www.tempo.co

UNESCO. (2016). Education for street and working children. UNESCO Publishing.

UNICEF Indonesia. (2020). Situasi anak jalanan di Indonesia. UNICEF Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia

Wirihana, L., Welch, A., Williamson, M., Christensen, M., Bakon, S., & Craft, J. (2018). Using Colaizzi’s method of data analysis to explore the experiences of nurse academics. Contemporary Nurse, 54(1), 1–12. https://doi.org/10.1080/10376178.2018.1447826

World Health Organization. (2020). Street children and health risks. World Health Organization. https://www.who.int

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Fitriani, L., Saidi, S., Susanti, S. S., & Febriana, D. (2025). Pengalaman Anak Jalanan di Aceh: antara Kemiskinan, Kekerasan, dan Eksploitasi: Studi Fenomenologi Kualitatif. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(6), 789–796. https://doi.org/10.37287/jppp.v7i6.1343

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.