Hubungan Self Efficacy dan Keterampilan Mahasiswa dalam Skrining Risiko Kegawatan Anestesi pada Fase Pra-Anestesi

Authors

  • Niken Anggraini Sri Saputri Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Ellyda Septiani Pramita Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v8i1.1196

Keywords:

keterampilan, pra-anestesi, self-efficacy, skrining risiko

Abstract

Skrining risiko kegawatan anestesi pada fase pra-anestesi merupakan langkah penting untuk menjamin keselamatan pasien dan mencegah komplikasi perioperatif. Mahasiswa keperawatan anestesiologi sebagai calon tenaga kesehatan dituntut memiliki keterampilan klinik yang memadai dalam melakukan skrining tersebut. Self-efficacy sebagai faktor psikologis diduga berperan dalam mendukung keterampilan praktik klinik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat self-efficacy dengan keterampilan mahasiswa dalam melakukan skrining risiko kegawatan anestesi pada fase pra-anestesi. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 mahasiswa keperawatan anestesiologi yang sedang menjalani praktik klinik pra-anestesi, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data self-efficacy dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terbukti valid dan reliabel secara internasional dengan nilai Cronbach’s alpha >0,80, sedangkan keterampilan mahasiswa dinilai menggunakan checklist observasi. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat self-efficacy dan keterampilan skrining risiko kegawatan anestesi dalam kategori tinggi. Namun, hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat self-efficacy dan keterampilan mahasiswa (r = -0,143; p = 0,276).  Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan keterampilan mahasiswa dalam melakukan skrining risiko kegawatan anestesi pada fase pra-anestesi. Pengembangan kompetensi mahasiswa perlu didukung oleh latihan praktik berulang, supervisi klinik yang intensif, serta evaluasi keterampilan secara berkelanjutan.

References

Böhm, R., Rüggeberg, J. U., Nitschmann, S., et al. (2023). Preanesthetic Assessment and Patient Safety: Reducing Intraoperative Critical Incidents. Anesthesia & Analgesia, 136(4), 812–820.

Abusubhiah, R., Alshahrani, M., & Alqahtani, N. (2023). Self-efficacy and Clinical Performance Among Nursing Students In Perioperative Settings. Nurse Education Today, 121, 105710.

American Society of Anesthesiologists. (2020). Practice Advisory for Preanesthesia Evaluation. Anesthesiology, 132(2), 225–252.

Arribas-Marín, J., Hernández-Cruz, R., & López-Sánchez, M. (2024). Psychological Determinants of Clinical Competence In Anesthesia Nursing Students. BMC Medical Education, 24, 89.

Azzam, A. A., Elsharkawy, H., & Naguib, M. (2022). Implementation of Pre-Anesthetic Checklist to Improve Patient Safety Outcomes: A Multicenter Study. Journal of Clinical Anesthesia, 77, 110612.

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The Exercise of Control. W. H. Freeman.

Bandura, A. (2006). Guide for Constructing Self-Efficacy Scales. In F. Pajares & T. Urdan (Eds.), Self-efficacy beliefs of adolescents (pp. 307–337). Information Age Publishing.

Benner, P. (2001). From Novice to Expert: Excellence and Power in Clinical Nursing Practice. Prentice Hall.

Hadi, R., Sari, M., & Putra, A. (2020). Tantangan Keterampilan Klinik Mahasiswa pada Praktik Anestesi. Jurnal Keperawatan Anestesi, 4(2), 67–75.

Hidayat, R., Suryani, M., & Lestari, N. (2022). Self-efficacy dan Kesiapan Praktik Klinik Mahasiswa Keperawatan. Jurnal Keperawatan Klinis, 10(2), 112–119.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as The Source of Learning and Development. Prentice Hall.

Kurniawan, A., Sari, M., & Hadi, R. (2022). Kepatuhan Penggunaan Checklist Pra-Anestesi pada Mahasiswa Anestesi. Jurnal Komplikasi Anestesi, 5(1), 33–40.

Lestari, R., Handayani, S., & Putri, A. (2021). Faktor yang Memengaruhi Kesiapan Praktik Klinik Mahasiswa Keperawatan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(2), 85–92.

Nurhayati, N., & Lestari, R. (2023). Faktor Psikologis dan Keterampilan Klinik Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 12(1), 22–30.

Pajares, F. (1996). Self-efficacy Beliefs in Academic Settings. Review of Educational Research, 66(4), 543–578.

Polit, D. F., & Beck, C. T. (2017). Nursing research: Generating and Assessing Evidence for Nursing Practice (10th ed.). Wolters Kluwer.

Putra, A., Rahmawati, D., & Lestari, R. (2021). Adaptasi Mahasiswa terhadap Lingkungan Praktik Klinik. Jurnal Keperawatan Pendidikan, 9(3), 140–148.

Putri, D., & Handayani, S. (2022). Kesiapan Mahasiswa dalam Pembelajaran Klinik Keperawatan. Jurnal Pendidikan Keperawatan, 8(1), 45–52.

Sari, M., Putra, A., & Wahyuni, D. (2022). Pengaruh Pengalaman Praktik terhadap Performa Klinik Mahasiswa Keperawatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 11(1), 55–63.

Sari, M., Utami, N., & Prasetyo, E. (2021). Konsistensi Performa Klinik Mahasiswa Keperawatan dalam Praktik Berulang. Jurnal Keperawatan Klinis, 9(2), 98–105.

Sihotang, H., Nurhayati, N., & Lestari, R. (2021). Self-efficacy dan Performa Klinik Mahasiswa Keperawatan. Jurnal Keperawatan Klinis, 9(3), 150–158.

Susilo, A. P., Hidayat, T., & Pramono, D. (2020). Pelaksanaan Asesmen Pra-Anestesi pada Pasien Bedah Elektif di Rumah Sakit Pendidikan. Jurnal Anestesiologi Indonesia, 12(1), 25–32.

Utami, N., Kurniawan, A., & Prasetyo, E. (2021). Pengaruh Simulasi Klinik terhadap Keterampilan Mahasiswa Anestesi. Jurnal Anestesiologi Indonesia, 13(2), 101–108.

World Health Organization. (2009). WHO Surgical Safety Checklist. WHO Press.

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

Saputri, N. A. S., & Pramita, E. S. (2026). Hubungan Self Efficacy dan Keterampilan Mahasiswa dalam Skrining Risiko Kegawatan Anestesi pada Fase Pra-Anestesi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 8(1), 53–58. https://doi.org/10.37287/jppp.v8i1.1196

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.