Correlation Between Stunting And Toddler Development
DOI:
https://doi.org/10.37287/jppp.v7i6.1020Keywords:
Khotidjah, stunting, toddlersAbstract
Stunting is still a serious public health problem in Indonesia that has an impact not only on linear growth but also on clind development. Stunting will affect physical performance and mental and cognitive functions will be disrupted. The children are left behind in many areas of child development including; social personality, fine motor, language, and gross motor. This study purposes to determine the relationship between stunting and children’s development. This study used a quantitative method using a cross sectional approach. The study respondents were 190 toddlers obtained by consentive sampling techniques that fit the inclusion and exclusion criteria. The data collection instrument used anthropmetric measurements and the Denver II questionnaire (DDST) is highly sensitive. Analysis of bivariate data using Kendall's Tau test. The results of the study were mostly male stunting toddlers (62.3%), the average age was 31.42 months. The results showed 53 stunting toddlers (100.0%) with normal development of 2 toddlers (3.8%), and suspected or suspected 50 toddlers (96.2%). The results of Kendall's Tau test reveal that there is a relationship between stunting and toddler development with p value =0.000 (p <0.05). Conclusion of stunting has relationship to the development of toddlers in Kemudo Village.
References
Aisy, R. rahadatul, & Kurniasari, L. (2022). Hubungan Riwayat Persalinan Dan Riwayat Bblr Dengan Kejadian Stunting Pada Anak: Literature Review. Journals.Umkt.Ac.Id, 3(2), 2022. https://journals.umkt.ac.id/index.php/bsr/article/view/3046
Amelia, F. (2020). Hubungan Pekerjaan Ibu, Jenis Kelamin, dan Pemberian Asi Eklusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita 6-59 Bulan di Bangka Selatan. Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ri Pangkalpinang, 8(1), 1. https://doi.org/10.32922/jkp.v8i1.92
Aprilia, D. (2022). Perbedaan Risiko Kejadian Stunting Berdasarkan Umur Dan Jenis Kelamin. Jurnal Kebidanan, 11(2), 25–31. https://doi.org/10.47560/keb.v11i2.393
Ariyanto, E., Fahrurazi, F., & Amin, M. (2021). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dan Sumber Air Minum Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Upt. Puskesmas Palangkau Tahun 2021. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 143. https://doi.org/10.31602/ann.v8i2.5518
Buletin. (2018). Stunting. Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Departemen Kesehatan RI: Jakarta.
Christavao, Isabella Saraiva, et al. (2023). Predidictive validity of the Denver developmental screening test (Denver-II) to detect risk of development coordination developmental in preterm children. Early HumanDevelopment, Volume 184, September 2023. https://doi.org/10.1016/j.earlhumdev.2023.105836
Fikawati, S., Syafiq, A., & Veratamala, A. (2017). Gizi Anak dan Remaja.
Husnaniyah, D., Yulyanti, D., & Rudiansyah, R. (2020). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Kejadian Stunting. The Indonesian Journal of Health Science, 12(1), 57–64. https://doi.org/10.32528/ijhs.v12i1.4857
Indah Budiastutik, & Muhammad Zen Rahfiludin. (2019). Faktor Risiko Stunting pada anak di Negara Berkembang . Amerta Nutrition, 3(3), 122–129. https://doi.org/10.2473/amnt.v3i3.2019.122-129
Kemendikbud. (2020). Perkembangan Anak Usia Dini.
Kemenkes RI. (2018). Infodatin : Pusat Data Dan Informasi Kementerian Kesehatan RI Situasi Balita Pendek. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ISSN 2442-(Hari anak Balita 8 April), 1–10.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Indikator Program Kesehatan Masyarakat dalam RPJMN dan Rentra Kementerian Kesehatan 2020-2024. Katalog Dalam Terbitan. Kementerian Kesehatan RI, 1–99. https://kesmas.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/attachments/ef5bb48f4aaae60ebb724caf1c534a24.pdf
Latifah Susilowati, Susanti, D., Lutfiyati, A., & Hutasoit, M. (2022). Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia Prasekolah di Tk Islam Sunan Gunung Jati. Journal of Innovation in Community Empowerment, 4(1), 64–70. https://doi.org/10.30989/jice.v4i1.697
Ngure. (2018). Kejadian Stunting Terhadap Perkembangan Anak Usia 24-60 Bulan. Kesehatan. http://jkp.poltekkes-mataram.ac.id/index.php/bnj/article/download/782/300
Permenkes RI No.2. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan tentang Standar Antropometri Anak. In REMAJA_PRINT.docx (Vol. 21, Issue 1, pp. 1–9).
Permenkes RI No.39. (2016). Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.
Rahayu, S., Djuhaeni, H., Nugraha, G. I., & Mulyo, G. E. (2019). Hubungan pengetahuan, sikap, perilaku dan karakteristik ibu tentang ASI eksklusif terhadap status gizi bayi. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 4(1), 28. https://doi.org/10.30867/action.v4i1.149
Safitri, Y., Lail, N. H., & Indrayani, T. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita dimasa Pandemi Covid-19 Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Kaler Tangerang. Journal for Quality in Women’s Health, 4(1), 70–83. https://doi.org/10.30994/jqwh.v4i1.107
Sagita, S., & Kemal N. Siregar. (2022). Faktor-faktor Risiko Stunting pada Balita di Indonesia: Suatu Scoping Review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(6), 654–661. https://doi.org/10.56338/mppki.v5i6.2289
Sarman, & Darmin. (2021). Hubungan ASI Eksklusif dan Paritas dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-12 Bulan di Kota Kotamobagu : Studi Retrospektif. Gema Wiralodra, 12(2), 206–216.
Soetjiningsih, & Ranuh, G. I. (2015). Tumbuh Kembang Anak (2nd ed).
SSGI, I. (2021). Prevelensi Stunting Tahun 2021.
SSGI, I. (2022). Kabupaten Brebes , Wilayah dengan Prevalensi Balita Stunting Tertinggi di Jawa Tengah pada 2022. 2022–2023.
Syahrani, N., & Mitra. (2019). Hubungan Stunting Dengan Perkembangan Anak Usia (3-5 Tahun) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Piring Kabupatenindragiri Hilir Tahun 2019. May.
Syahruddin, A. N., Ningsih, N. A., & Menge, F. (2022). Hubungan Kejadian Stunting dengan Perkembangan Anak Usia 6-23 Bulan. Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(4), 327–332. https://doi.org/10.33860/jik.v15i4.733
UNICEF. (2021). Levels and trends in child malnutrition UNICEF / WHO / World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates Key findings of the 2021 edition. World Health Organization, 1–32. https://www.who.int/publications/i/item/9789240025257
United Nations Children’s Fund (UNICEF). (2020). Situasi Anak di Indonesia - Tren, peluang, dan Tantangan dalam Memenuhi Hak-Hak Anak. Unicef Indonesia, 8–38.
Wahyudi, Kuswati, A., & Sumedi, T. (2022). Hubungan Pendapatan Keluarga, Jumlah Anggota Keluarga, Terhadap Stanting Pada Balita Umur 24-59 Bulan. Journal of Bionursing, 4(1), 63–69. https://doi.org/10.20884/1.bion.2022.4.1.122
Wali, N., Agho, K. E., & Renzaho, A. M. N. (2020). Factors associated with stunting among children under 5 years in five south asian countries (2014–2018): Analysis of demographic health surveys. Nutrients, 12(12), 1–27. https://doi.org/10.3390/nu12123875
Wulandari, E. C., Wijayanti, H. S., Widyastuti, N., Panunggal, B., Ayustaningwarno, F., & Syauqy, A. (2021). Hubungan Stunting Dengan Keterlambatan Perkembangan Pada Anak Usia 6-24 Bulan. Journal of Nutrition College, 10(4), 304–312. https://doi.org/10.14710/jnc.v10i4.31114
WHO (2019). Stunting , https://www.who.int/data/gho/data/indicators/indicator-details/GHO/gho-jme-stunting-prevalence
Yadika, A. D. N., Berawi, K. N., & Nasution, S. H. (2019). Pengaruh stunting terhadap perkembangan kognitif dan prestasi belajar. Jurnal Majority, 8(2), 273–282.
Yuningsih, Y., & Perbawati, D. (2022). Hubungan Jenis Kelamin terhadap Kejadian Stunting. Jurnal MID-Z (Midwivery Zigot) Jurnal Ilmiah Kebidanan, 5(1), 48–53. https://doi.org/10.56013/jurnalmidz.v5i1.1365
Zakiyya, A., Widyaningsih, T., Sulistyawati, R., & Pangestu, J. F. (2021). Analisis Kejadian Stunting Terhadap Perkembangan Anak Usia 6-24 Bulan. Jurnal Sains Kebidanan, 3(1), 6–16. https://doi.org/10.31983/jsk.v3i1.6892
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Penelitian Perawat Profesional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



