Pemberdayaan Kader Posyandu dan IRT dalam Pembuatan PMT Cookies Tepung dari Ubi Jalar Kuning, Alpukat dan Pisang untuk Balita Wasting

Authors

  • Astriana Fransiska Butarbutar Institut Kesehatan Sumatera Utara
  • Rini Astuti Damanik Institut Kesehatan Sumatera Utara
  • elmina tampubolon Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

DOI:

https://doi.org/10.37287/jpm.v7i6.839

Keywords:

ibu rumah tangga, kader posyandu, pangan local, pemberdayaan, wasting

Abstract

Masalah wasting pada balita masih menjadi salah satu isu gizi prioritas di Indonesia, termasuk di wilayah Medan Aplas. Penyebab utama wasting diantaranya rendahnya asupan gizi, kurangnya pengetahuan keluarga mengenai pengolahan pangan lokal bergizi, serta terbatasnya inovasi menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader Posyandu dan ibu rumah tangga (IRT) dalam mengolah bahan pangan lokal — ubi jalar kuning, alpukat, dan pisang — menjadi tepung dan produk PMT Cookies “NutriBite” untuk balita wasting.Kegiatan dilakukan melalui empat tahapan: Pelatihan pembuatan tepung pangan lokal , Pelatihan perkenalan resep dan pembuatan cookies, Pelatihan pengemasan dan penyimpanan,  Sosialisasi, penyuluhan gizi, dan pemberian cookies kepada balita . Evaluasi dilakukan menggunakan pre–post test pengetahuan, observasi praktik keterampilan peserta, serta form umpan balik untuk menilai kemampuan teknis dan penerimaan produk. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam pembuatan tepung lokal (85%), pembuatan cookies (90%), dan pengemasan produk (87%). Peserta juga mampu memproduksi NutriBite secara mandiri dan memahami manfaat gizi pangan lokal.Kegiatan ini terbukti meningkatkan keterampilan dan kapasitas kader serta IRT dalam memproduksi PMT berbasis pangan lokal sebagai upaya pencegahan wasting di masyarakat.

References

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2022). Buku saku hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dinas Kesehatan Kota Medan. (2023). Profil Kesehatan Kota Medan Tahun 2023. Dinas Kesehatan Kota Medan.

Hapsari, W., & Putri, A. F. (2021). Pelatihan pembuatan PMT berbasis pangan lokal dalam upaya pencegahan wasting pada balita. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 5(2), 112–120.

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Pedoman pelaksanaan intervensi gizi untuk balita wasting. Direktorat Gizi Masyarakat.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman umum gizi seimbang revisi 2022. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat. Direktorat DRTPM.

Mahmudah, U., & Suryani, D. (2020). Pemanfaatan bahan pangan lokal untuk meningkatkan kreativitas kader posyandu dalam penyediaan PMT sehat. Jurnal Gizi dan Pangan Lokal, 4(1), 45–53.

Rahmawati, N., & Wicaksono, A. (2022). Pelatihan pengolahan pangan lokal sebagai PMT untuk balita stunting di wilayah pedesaan. Jurnal Abdimas Kesehatan, 6(1), 22–29.

UNICEF, WHO, & World Bank Group. (2023). Levels and trends in child malnutrition 2023. World Health Organization. https://www.who.int/

Widarti, W., Rinawan, F. R., Susanti, A. I., & Fitri, H. N. (2019). Perbedaan pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi iPosyandu. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat, 1(2), 143–150.

Yuliana, E., & Pratiwi, L. (2021). Peningkatan keterampilan ibu rumah tangga melalui pelatihan produk pangan fungsional berbasis bahan lokal. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani, 3(2), 87–95.

Downloads

Published

2025-12-27

How to Cite

Butarbutar, A. F., Damanik, R. A., & tampubolon, elmina. (2025). Pemberdayaan Kader Posyandu dan IRT dalam Pembuatan PMT Cookies Tepung dari Ubi Jalar Kuning, Alpukat dan Pisang untuk Balita Wasting. Jurnal Peduli Masyarakat, 7(6), 159–166. https://doi.org/10.37287/jpm.v7i6.839

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.