Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Pencuci Piring dengan Memanfaatan Libah Kulit Pisang Pada Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.37287/jpm.v7i5.612Keywords:
detergen cair, flavonoid, kulit pisang kapok, pengabdian, saponinAbstract
Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) yang banyak dihasilkan di Desa Baumata Timur, Nusa Tenggara Timur, merupakan limbah organik yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Kandungan saponin dan flavonoid dalam kulit pisang kepok menjadikannya bahan baku potensial untuk pembuatan detergen. Saponin berfungsi sebagai agen pembusa, sedangkan flavonoid berperan sebagai antibakteri yang efektif menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pembuatan detergen cair pencuci piring dari kulit pisang kepok. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan detergen. Pelatihan ini diikuti oleh 22 orang, dengan 19 orang di antaranya adalah perempuan (86,36%) dan 3 orang laki-laki (13,63%). Peserta berusia antara 30 hingga 89 tahun. Kegiatan ini melibatkan pemutaran video, demonstrasi, dan sesi tanya jawab untuk memastikan pemahaman peserta. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan.
References
Stirpe, F., Barbieri, L., Battelli, M. G., Soria, M., & Lappi, D. A. (1992). Ribosome-inactivating proteins from plants: Present status and future prospects. Biotechnology (New York), 10(4), 405–412.
Primadiamanti, A., Marcellia, S., & Sukmawan, S. (2021). Aktivitas antibakteri sediaan gel antiseptik ekstrak etanol kulit pisang kepok mentah (Musa paradisiaca L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 8(2), 102–110.
Rahmi, A., & Hardi, L. H. N. (2021). Aktivitas antioksidan ekstrak kulit pisang kepok, pisang mas, dan pisang nangka menggunakan metode DPPH. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik, 18(2), 77–84.
Abednego, I. A., Putri, E., Choiroti, N., & Aprilia, V. (2022). Prinsip zero waste dalam pengelolaan lingkungan di kampung kota (Studi kasus: Kampung Darmorejo). Prosiding Seminar Nasional Planoearth, 3, 64–72.
Hartono, A., Bagas, P., & Janu, H. (2013). Pelatihan pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan dasar pembuatan kerupuk. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan, 2(3), 198–203.
Mulyani, N., Murhadi, Susilawati, & Sartika, D. (2022). Formulasi sabun cuci piring racikan dengan penambahan gel lidah buaya dan jeruk nipis. Jurnal Agroindustri Berkelanjutan, 1(2), 209–218.
Amalia, R., Paramita, V., Kusumayanti, H., Wahyuningsih, W., Sembiring, M., & Rani, D. E. (2018). Produksi sabun cuci piring sebagai upaya peningkatan efektivitas dan peluang wirausaha. Metana, 14(1), 15.
Ariani, M., Asmi, A., & Ningsi, N. T. L. (2023). Aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah pisang kepok (Musa paradisiaca L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (JIFFAR), 1(1), 1–8.
Roji, A., Jufri, A. J., & Ridhani, D. (2024). Pemanfaatan ekstrak kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) sebagai bahan dasar sabun cuci piring. Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan, 2(1), 10–15.
Yasin, M. (2025). Pengelolaan limbah organik sebagai solusi mengurangi sampah di Indonesia. Jurnal Lingkungan Hidup, 5(2), 45–50.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yorida F. Maakh, Maria Hilaria, Samuel David I. Makoil

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.