Remaja Sadar Anemia: “Edukasi Gizi Interaktif dan Dukungan Teman Sebaya”

Authors

  • Heni Elmiani Sari Politeknik Borneo Medistra
  • Dewi Ari Sasani Politeknik Borneo Medistra
  • Andi Tiara Politeknik Borneo Medistra

DOI:

https://doi.org/10.37287/jpm.v7i5.329

Keywords:

anemia, remaja, teman sebaya

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan rendahnya kadar sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin (Hb) dalam darah dibandingkan dengan kisaran normal berdasarkan usia dan jenis kelamin. Provinsi Kalimantan Timur remaja dengan anemia cukup tinggi mencapai angka 43,2%. Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku remaja dalam mencegah anemia melalui edukasi gizi interaktif dan penguatan peran teman sebaya sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah melalui media poster di Pondok Pesantren Asy Syifa Balikpapan. Kegiatan ini mendapatkan tanggapan yang positif dari pihak Sekolah dan Siswa melalui diskusi interaktif kepada para remaja putri. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 21 remaja putri dengan 90% belum mengetahui peran dukungan teman sebaya dalam mencegah terjadinya anemia pada remaja. Tahap persiapan melakukan koordinasi dengan kepala Sekolah dan persiapa Poster. Pelaksanaan dilakukan dengan registrasi awal, pemberian edukasi Gizi Interaktif dengan metode PAKEM. Evaluasi didapatkan hampir 90% peserta bertanya dan 90% meningkatkan pengetahuan tentang dampak anemia pada remaja terutama peran teman sebaya.

References

Abbaspour, N., Hurrell, R., & Kelishadi, R. (2014). Abbaspour N, Hurrell R, Kelishadi R. Review on iron and its importance for human health. J Res Med Sci 2014;19:164-74. Journal of Research in Medical Sciences, 19(February), 3–11.

Addo, O. Y., Yu, E. X., Williams, A. M., Young, M. F., Sharma, A. J., Mei, Z., Kassebaum, N. J., Jefferds, M. E. D., & Suchdev, P. S. (2021). Evaluation of Hemoglobin Cutoff Levels to Define Anemia Among Healthy Individuals. JAMA Network Open, 4(8), e2119123–e2119123. https://doi.org/10.1001/JAMANETWORKOPEN.2021.19123

Amalia, L., Sulastri Afianti, Suparto, T. A., & Sumartini, S. (2024). Prevalensi Anemia dan Karakteristiknya pada Remaja Putri. Jurnal Keperawatan, 17(1), 203–210.

Domenica Cappellini, M., & Motta, I. (2015). Anemia in Clinical Practice—Definition and Classification: Does Hemoglobin Change With Aging? Seminars in Hematology, 52(4), 261–269. https://doi.org/10.1053/J.SEMINHEMATOL.2015.07.006

Elstrott, B., Khan, L., Olson, S., Raghunathan, V., DeLoughery, T., & Shatzel, J. J. (2020). The role of iron repletion in adult iron deficiency anemia and other diseases. European Journal of Haematology, 104(3), 153–161. https://doi.org/10.1111/EJH.13345;PAGE:STRING:ARTICLE/CHAPTER

Gelaw, Y., Woldu, B., & Melku, M. (2019). The role of reticulocyte hemoglobin content for diagnosis of iron deficiency and iron deficiency anemia, and monitoring of iron therapy: A literature review. Clinical Laboratory, 65(12), 2211. https://doi.org/10.7754/CLIN.LAB.2019.190315

Gutema, B. T., Sorrie, M. B., Megersa, N. D., Yesera, G. E., Yeshitila, Y. G., Pauwels, N. S., De Henauw, S., & Abbeddou, S. (2023). Effects of iron supplementation on cognitive development in school-age children: Systematic review and meta-analysis. PLoS ONE, 18(6 June). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0287703

Harahap, N. R. (2018). Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri. Nursing Arts, 12(2), 78–90. https://doi.org/10.36741/jna.v12i2.78

Kassebaum, N. J., Jasrasaria, R., Naghavi, M., Wulf, S. K., Johns, N., Lozano, R., Regan, M., Weatherall, D., Chou, D. P., Eisele, T. P., Flaxman, S. R., Pullan, R. L., Brooker, S. J., & Murray, C. J. L. (2015). Plenary Paper RED CELLS, IRON, AND ERYTHROPOIESIS A systematic analysis of global anemia burden from 1990 to 2010. Blood Journal, 123(5), 615–625. https://doi.org/10.1182/blood-2013-06-508325.The

Kusmiran, E. (2012). Kesehatan reproduksi remaja dan wanita. Jakarta: Salemba Medika

Murti, B. (2010). Desain dan Analisis Penelitian Epidemiologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Paath, EF. (2004). Gizi dalam kesehatan reproduksi. Jakarta: EGC

Percy, L., Mansour, D., & Fraser, I. (2017). Iron deficiency and iron deficiency anaemia in women. Best Practice & Research Clinical Obstetrics & Gynaecology, 40, 55–67. https://doi.org/10.1016/J.BPOBGYN.2016.09.007

Pieter, HZ. (2011). Pengantar psikologi untuk kebidanan. Jakarta: Kencana Prenata Media Grup

Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. 2021. Kejadian Anemia di ProvinsiKalimantan Timur. Provinsi Kalimantan Timur

Ritz, E., Laville, M., Bilous, R. W., O’Donoghue, D., Scherhag, A., Burger, U., & de Alvaro, F. (2007). Target Level for Hemoglobin Correction in Patients With Diabetes and CKD: Primary Results of the Anemia Correction in Diabetes (ACORD) Study. American Journal of Kidney Diseases, 49(2), 194–207. https://doi.org/10.1053/J.AJKD.2006.11.032

Sari HE, Ginanda MC, Huda ZIA, Nafiah I, Andriani AF. Skrining Anemia melalui Pemeriksaan Hb pada Remaja. JPM [Internet]. 26Mar.2025 [cited 8Aug.2025];7(2):173-8. Available from: https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/5852

Sayogo, S. (2006). Gizi remaja putri. Jakarta: Balai penerbit FKUI

Soesilawati, P., Notopuro, H., Yuliati, Y., Ariani, M. D., & Firdauzy, M. A. B. (2019). The role of salivary sIgA as protection for dental caries activity in Indonesian children. Clinical, Cosmetic and Investigational Dentistry, 11, 291–295. https://doi.org/10.2147/CCIDE.S194865

Sri Wulandari Rahman, Usman, U., Umar, F., & Kengky, H. K. (2023). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Pada Remaja. Jurnal Gizi Kerja Dan Produktivitas, 4(2), 109–118. https://doi.org/10.52742/jgkp.v4i2.177

Sudfeld, C. R., Rai, R. K., Barik, A., Valadez, J. J., & Fawzi, W. W. (2020). Population-level effective coverage of adolescent weekly iron and folic acid supplementation is low in rural West Bengal, India. Public Health Nutrition, 23(15), 2819–2823. https://doi.org/10.1017/S1368980020000932

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 - Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan | BKPK Kemenkes. (n.d.). Retrieved May 3, 2025, from https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/

Ummah, K. (2019). Nutritional status and anemia prevalence among adolescent girls in Indonesia. International Journal of Community Medicine and Public Health, 6(5), 2154–2160.

Wang, W., Bourgeois, T., Klima, J., Berlan, E. D., Fischer, A. N., & O’Brien, S. H. (2013). Iron deficiency and fatigue in adolescent females with heavy menstrual bleeding. Haemophilia, 19(2), 225–230. https://doi.org/10.1111/HAE.12046;WGROUP:STRING:PUBLICATION

Warner, M. A., & Weyand, A. C. (2022). The Global Burden of Anemia. Blood Substitutes and Oxygen Biotherapeutics, 53–59. https://doi.org/10.1007/978-3-030-95975-3_5

Warner, M. J., & Weyand, C. M. (2022). Iron deficiency anemia and its implications for adolescent health. Current Opinion in Pediatrics, 34(2), 170–177.

Wirawanti, I. W. (2022). Kurang Energi Kronik (KEK) Berhubungan dengan Kejadian Anemia Remaja Putri. Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi, 3(1), 1–6. https://doi.org/10.33860/shjig.v3i1.1427

Wouters, H. J. C. M., van der Klauw, M. M., de Witte, T., Stauder, R., Swinkels, D. W., Wolffenbuttel, B. H. R., & Huls, G. (2018). Association of anemia with health-related quality of life and survival: a large population-based cohort study. Haematologica, 104(3), 468. https://doi.org/10.3324/HAEMATOL.2018.195552

Yuliani, N. N. S., Trinovita, E., & Ludjen, M. U. (2020). Analisis Determinan Status Gizi Dan Anemia Pada Remaja. Departemen Ilmu Gizi, Universitas Palangkaraya, 854–858.

Downloads

Published

2025-09-10

How to Cite

Sari, H. E., Sasani, D. A., & Tiara, A. (2025). Remaja Sadar Anemia: “Edukasi Gizi Interaktif dan Dukungan Teman Sebaya” . Jurnal Peduli Masyarakat, 7(5), 19–26. https://doi.org/10.37287/jpm.v7i5.329