Skrining Penyakit Tidak Menular dan Relaksasi Otot Progresif pada Warga Berisiko Tinggi

Authors

  • Mad Zaini Universitas Muhammadiyah Jember
  • Komarudin Komarudin Universitas Muhammadiyah Jember
  • Ighfirlyna Rahmatika Universitas Muhammadiyah Jember
  • Anisa Rizky Universitas Muhammadiyah Jember

DOI:

https://doi.org/10.37287/jpm.v8i3.2864

Keywords:

penyakit tidak menular, relaksasi otot progresif, skrining

Abstract

Upaya promotif dan preventif merupakan faktor penting untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular. Penyakit tidak menular sering tidak bergejala khas sehingga baru terdeteksi pada stadium lanjut, sementara cakupan skrining penyakit tidak menular di masyarakat masih rendah. Perempuan berusia di atas 45 tahun merupakan kelompok berisiko tinggi yang perlu dibekali pengetahuan, deteksi dini, dan keterampilan mengelola stres. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang penyakit tidak menular, mendeteksi dini risiko penyakit tidak menular, dan meningkatkan keterampilan relaksasi otot progresif pada perempuan anggota Aisyiyah. Peserta berjumlah 44 orang, sebagian besar berusia di atas 45 tahun (81,8%). Kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, skrining (tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, dan berat badan), serta pelatihan 12 gerakan relaksasi otot progresif melalui demonstrasi dan redemonstrasi. Keterampilan dievaluasi menggunakan lembar observasi. Hasil skrining menunjukkan risiko tertinggi pada gout arthritis (54,5%), diikuti hipertensi (47,7%) dan diabetes melitus (11,4%). Keterampilan relaksasi otot progresif meningkat dari 55% menjadi 87,5%, dan peserta merasa lebih rileks setelah latihan. Kegiatan ini membekali peserta untuk mencegah penyakit tidak menular secara mandiri dan perlu dilanjutkan dengan skrining berkala serta latihan relaksasi rutin.

References

Akubire, B., Gmayinaam, V, U., Asalu, G, A. (2025). Determinants of health literacy among older adults in Saboba district in Ghana: a cross-sectional study. BMC Global and Public Health.

Cahyani, A., Sarifah, S., Yuliastuti, E. (2025). Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Tekanan Darah dan Kecemasan pada Lansia Penderita Hipertensi. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(3). https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.49308

Dalbeth, N., et all. (2021). Gout. The Lancet Journal. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)00569-9

Diarti M W, Wiadnya I B R, Zaetun S, J. Y. (2023). Edukasi dan Pelatihan Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) Melalui Pemberdayaan Kader dan Tenaga Kesehatan di Posyandu Prima. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, 5(1).

Hidayat U, Indasah, H. M. S. (2025). Strategi Peningkatan Cakupan Skrining Penyakit Tidak Menular (Hipertensi dan Diabetes Melitus) di UPTD Puskesmas Cisalak. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 6(1).

Immanuela J S, Noveyani A E, M. A. (2023). Epidemiologi Deskriptif Hipertensi di Puskesmas Arjasa Kabupaten Jember. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(1).

Khir, S, M., et all. (2024). Efficacy of Progressive Muscle Relaxation in Adults for Stress, Anxiety, and Depression: A Systematic Review. Psychology Research and Behavior Management, 1(17), 345–365. https://doi.org/10.2147/PRBM.S437277

Khoiriyah, H., et all. (2024). Upaya Peningkatan Pengetahuan Lansia Terhadap PTM (Penyakit Tidak Menular). Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 5(4). https://doi.org/https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i4.5028

Lise, F., Shattell, M., & Kincl, L. (2024). Risk Factors for Chronic Non-Communicable Diseases of Long-Haul Truck Drivers during the COVID-19 Pandemic : An Integrative Review.

Maharani, A. (2022). SSM - Population Health Participation in community-based healthcare interventions and non-communicable diseases early detection of general population in Indonesia. SSM - Population Health, 19(May), 101236. https://doi.org/10.1016/j.ssmph.2022.101236

Nguyen, T., Rokhman, M. R., & Stiensma, I. (n.d.). Cost-e ectiveness of non-communicable disease prevention in Southeast Asia : a scoping review.

Purqoti, D, N., et all. (2022). Peningkatan Pengetahuan Penyakit Tidak Menular (PTM) Pada Masyarakat Resiko Tinggi Melalui Pendidikan Kesehatan. Jurnal LOSARI, 4(2). https://doi.org/https://doi.org/10.53860/losari.v4i2.108

Sari, P., et all. (2022). Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular melalui Gerakan Masyarakat Sehat. Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI), 4(2). https://doi.org/https://doi.org/10.30644/jphi.v4i2.676

Tarmizi S N. (2024). Canggih! Hasil Skrining PTM Dikirim Lewat WhatsApp. Biro Komunikasi Dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI.

Vandika, D., Maliya, A. (2025). The Relationship Between Dietary Patterns, Physical Activity, and Stress Levels with the Incidence of Hypertension among Adults of Productive Age. Health Tadulako Journal, 11(4).

Wahidin M. (2022). Beban Penyakit dan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Indonesia. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 6(2).

Downloads

Published

2026-09-28

How to Cite

Zaini, M., Komarudin, K., Rahmatika, I., & Rizky, A. (2026). Skrining Penyakit Tidak Menular dan Relaksasi Otot Progresif pada Warga Berisiko Tinggi. Jurnal Peduli Masyarakat, 8(3), 153–162. https://doi.org/10.37287/jpm.v8i3.2864

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.