Pencegahan Resistensi Antibiotik: Edukasi Penggunaan Obat Rasional pada Msyarakat

Authors

  • Maria Yangye Lenggu Poltekkes Kemenekes Kupang
  • Priska Ernestina Tenda Poltekkes Kemenekes Kupang

DOI:

https://doi.org/10.37287/jpm.v7i5.1031

Keywords:

desa baumata timur, edukasi, penggunaan rasional, resistensi antibiotic, swamedikasi

Abstract

Antibiotik adalah senyawa yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, namun penggunaan yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi. Resistensi antibiotik menjadi masalah kesehatan global yang meningkatkan angka kesakitan, kematian, dan biaya perawatan. Di Indonesia, data Riskesdas menunjukkan 27,8% rumah tangga menyimpan antibiotik untuk swamedikasi. Desa Baumata Timur menghadapi masalah serupa, seperti ketidakpatuhan pengobatan, akses terbatas ke layanan kesehatan, dan kurangnya edukasi. Penelitian menunjukkan pengetahuan yang kurang tentang antibiotik mempengaruhi perilaku penggunaan. Untuk mengatasi hal ini, kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Baumata Timur dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang rasional. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal/PRA) melalui edukasi, pembentukan agen perubahan, kampanye kesehatan, serta monitoring dan evaluasi. Peserta kegiatan adalah 22 orang warga Dusun I Desa Baumata Timur. Hasil kuesioner awal menunjukkan sebagian besar peserta (85,71%) pernah mengonsumsi antibiotik, namun terdapat kesalahpahaman, di mana 52,38% peserta percaya antibiotik dapat menyembuhkan semua penyakit dan 76,1% menghentikan penggunaan saat gejala membaik. Melalui kegiatan ini, masyarakat diedukasi tentang dosis, durasi, dan waktu penggunaan obat yang tepat. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat menghindari praktik tidak rasional, mengurangi risiko resistensi antibiotik, dan berkontribusi pada kesehatan generasi mendatang. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan model pemberdayaan komunitas dalam pencegahan resistensi antibiotik yang dapat direplikasi di wilayah lain.

References

Samosir, A. L. R., Hilmi, I. L., & Salman, S. (2023). Tingkat Pengetahuan Penggunaan Antibiotik Terhadap Resistensi. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 515-520

Kemenkes. (2011a). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2406/MENKES/PER/XII/2011 tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotika. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan

World Health Organization (WHO). (2021). Antibiotic Resisrance, Diakses dari: https://www.who.int/news-room/factsheets/detail/antibiotic-resistance

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, p. vivii

Ihsan, S., Kartina, dan Akib, N.I. (2016) Studi Penggunaan Antibiotik Non Resep di Apotek Komunitas Kota Kendari. Media Farmasi, 13(2), 272-284.

Lubada, E.I., Zulfa, I.M., dan Putri, O.E. (2021). Kaitan Pengetahuan dan Respon Pengunjung Apotek terhadap Penolakan Pelayanan Pengobatan Mandiri Antibiotik. Journal of Pharmacy and Science, 16(1), 13-18.

Fernandes, M., Leite, A., Basto, M., Nobre, M.A., Vieira, N., Fernandes, R., Nogueria, P., dan Nicola, P.J. (2014). Non-adherence to antibiotic therapy in patients visiting community pharmacies. International Journal of Clinical Pharmacy, 36(1), 86-91

Shehadeh, M.B., Suaifan, G.A.R.Y., dan Hammad, E.A. (2015). Active Educational Intervention as a tool to improve safe and appropriate use of antibiotik. Saudi Pharm Journal, 24(5),611-615

Pavyde, E., Veikutis, V., Maciuliene, A., Maciulis, V., Petrikonis, K., dan Stankevicius, E. (2015). Public Knowledge, Belief and Behavior on Antibiotic Use and Self-Medication in Lithuania. International Journal of Environmental Research and Public Health, 12(6), 7002- 7016

Yunita, A.L., Atmandani, R.N., dan Titani, M. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi Pengetahuan dan Perilaku Penggunaan Antibiotika Pada Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. Pharmaceutical Journal of Indonesia, 63(2), 119-123

Meo K., (2019). Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dusun II Desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Tentang Penggunaan Obat Antibiotik Bulan Mei 2019. Karya Tulis Ilmiah. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang Program Studi Farmasi.

Malik, B., & Bhattacharyya, S. (2019). Antibiotic drug-resistance as a complex system driven by socio-economic growth and antibiotic misuse. Scientific reports, 9(1), 9788.

Tangcharoensathien, V., Chanvatik, S., Kosiyaporn, H., Kirivan, S., Kaewkhankhaeng, W., Thunyahan, A., & Lekagul, A. (2021). Population knowledge and awareness of antibiotic use and antimicrobial resistance: results from national household survey 2019 and changes from 2017. BMC Public Health, 21, 1-14.

Baroroh, H. N., Utami, E. D., Maharani, L., & Mustikaningtias, I. (2018). Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui edukasi tentang penggunaan antibiotik bijak dan rasional. ad- Dawaa'Journal of Pharmaceutical Sciences, 1(1).

Mulatsari, E., Manninda, R., Khairani, S., Kumala, S., & Okta, F. N. (2023). Edukasi Penggunaan Antibiotik secara Tepat sebagai Upaya Melindungi Masyarakat dari Bahaya Resistensi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(3), 413-418.

Marsudi, A. (2022) “Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik Di Beberapa Apotek Di Kota Ternate,” Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ), 4(2), hal. 54. Tersedia pada: https://doi.org/10.35799/pmj.v4i2.34766.

Santoso, T.A.M.P., Wiyono, W.I. dan Mpila, D.A. (2022) “Studi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Antibiotik Di Kelurahan Ardipura Kota Jayapura,” Pharmacon, 11(4), hal. 1723–1729.

Haris, R.N.H. et al. (2023) “Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik Di Provinsi Sulawesi Tenggara,” Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 9(1), hal. 35–42. Tersedia pada: https://doi.org/10.35311/jmpi.v9i1.294.

Madania et al. (2022) “Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Tindakan Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter,” Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 4(3), hal. 717–725.

Nurhaini, R. et al. (2024) “Evaluasi Penggunaan Antibiotik Yang Rasional Pada Pasien Pneumonia Rawat Inap Di Rs X Kota Cirebon,” CERATA Jurnal Ilmu Farmasi, 14(2), hal. 82–88. Tersedia pada: https://doi.org/10.61902/cerata.v14i2.815.

Downloads

Published

2025-10-09

How to Cite

Lenggu, M. Y., & Tenda, P. E. (2025). Pencegahan Resistensi Antibiotik: Edukasi Penggunaan Obat Rasional pada Msyarakat. Jurnal Peduli Masyarakat, 7(5), 245–250. https://doi.org/10.37287/jpm.v7i5.1031

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.