Analisis Kebutuhan Tenaga Farmasi dengan Pendekatan Metode Workload Indicators of Staffing Need

Authors

  • Salman Shiddiq Universitas Respati Indonesia
  • Eka Yoshida Universitas Respati Indonesia
  • Laila Ulfa Universitas Respati Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37287/jlh.v6i4.491

Keywords:

analisis beban kerja, tenaga farmasi, WISN (workload indicators of staffing need)

Abstract

Kecukupan tenaga farmasi sangat penting dalam kualitas pelayanan farmasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan tenaga farmasi dengan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perencanaan, distribusi, serta ketersediaan sumber daya manusia farmasi di Rumah Sakit Umum UKI Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan metode WISN untuk menghitung kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja aktual. Analisis kualitatif dilaksanakan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekurangan tenaga farmasi dibandingkan kebutuhan menurut WISN, yaitu kekurangan 3 orang tenaga pada depo rawat jalan dan rawat inap, kekurangan 1 orang tenaga di depo IGD dan didapat kelebihan 1 orang tenaga di depo OK. Ketersediaan obat yang lengkap akan mengurangi kebutuhan tenaga farmasi sebanyak 1 orang pada depo rawat jalan, rawat inap dan juga OK. Beban kerja tidak merata, terutama pada shift pagi, menyebabkan tenaga sering lembur dan waktu istirahat berkurang. Dari temuan kualitatif, apoteker banyak terserap dalam pekerjaan teknis karena kekurangan tenaga teknis kefarmasian. Hambatan pelayanan juga timbul akibat keterlambatan penyerahan obat dan kekosongan stok yang memicu keluhan pasien. Kesimpulannya, kebutuhan tenaga farmasi belum terpenuhi berdasarkan perhitungan WISN. Beban kerja, cakupan tugas apoteker dan ketersediaan obat mempengaruhi kebutuhan.

References

Asamani, J. A., Ismaila, H., Plange, A., Ekey, V. F., Ahmed, A., Chebere, M. M., et al. (2020). The cost of health workforce gaps and inequitable distribution in the Ghana Health Service: An analysis towards evidence-based health workforce planning and management. Human Resources for Health, 19.

Bates, R. (2014). Improving human resources for health planning in developing economies. Human Resource Development International, 17, 88–97.

García-Iglesias, J. J., Gómez-Salgado, J., Fagundo-Rivera, J., Romero-Martín, M., Ortega-Moreno, M., & Navarro-Abal, Y. (2021). Predictive factors for burnout and work engagement levels among doctors and nurses: A systematic review. Revista Española de Salud Pública, 95.

Goodstats. (2023). Distribusi apoteker di Indonesia tahun 2022. Diakses pada 15 September 2025, dari https://www.goodstats.id/

Handayany, E. S. (2022). Transformasi peran apoteker: Dari drug oriented menuju patient oriented. Jurnal Ilmiah Farmasi, 9(1), 45–53.

House, S., Miller, J., & Wong, K. (2021). Coordination and communication among hospital pharmacy staff: Implications for quality of care. Hospital Pharmacy Journal, 56(3), 211–218.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit.

Lubis, F., Sari, I. P., & Hutapea, T. R. (2022). Analisis pelayanan kefarmasian rumah sakit: Kajian mutu dan keselamatan pasien. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 11(2), 123–131.

Octaviani, P., Fitri, T. A., Kurnia, I. P., Wasir, R., & Arbitera, C. (2024). Perencanaan SDM kesehatan: Mewujudkan kebutuhan tenaga kesehatan melalui strategi yang efektif. Indonesian Journal of Health Sciences.

Pooja, R., & Rajesh, K. (2024). Enhancing workforce performance through reward systems and team culture in healthcare. Journal of Health Management, 26(1), 33–42.

Poon, B. Y., Chan, A., & Lee, S. W. H. (2021). Clinical pharmacists’ role in patient safety: Evidence from Asia. International Journal of Clinical Pharmacy, 43(5), 1215–1223.

Sanket, J. S., & Ankitkumar, N. P. (2024). Review on pharmaceutical supply chain resilience: Strategies for managing disruptions and ensuring continuity. World Journal of Current Medical and Pharmaceutical Research.

Sharif, S., Liaqat, F., Javed, I., Ashiq, N., Javed, Z., & Chattha, H. N. (2024). Burnout syndrome among healthcare workers: A systematic review of risk factors and prevention strategies. Frontiers in Chemical Sciences.

Truong, P. H., Rothe, C. C., & Bochenek, T. (2019). Drug shortages and their impact on patients and health care systems—how can systemic and organizational frameworks help to prevent or mitigate them? Dalam Pharmaceutical Supply Chains and Medicine Shortages.

Vásquez-Trespalacios, E. M., Palacio-Jaramillo, V., Gómez-Parra, M., & Romero-Arrieta, L. (2016). Shift work and work-related stress symptoms in health care workers in a tertiary hospital in Medellín, Colombia: A cross-sectional study.

Wijaya, A., & Prawitno, A. (2021). Time motion study untuk evaluasi beban kerja tenaga kefarmasian. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 9(2), 115–124.

World Health Organization. (2019). Workload indicators of staffing need: User’s manual.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Shiddiq, S., Yoshida, E., & Ulfa, L. (2025). Analisis Kebutuhan Tenaga Farmasi dengan Pendekatan Metode Workload Indicators of Staffing Need. Journal of Language and Health, 6(4), 491–500. https://doi.org/10.37287/jlh.v6i4.491

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.