Prediksi Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronis dengan Kuesioner Puma
DOI:
https://doi.org/10.37287/jlh.v6i3.356Keywords:
kesehatan primer, kuesioner PUMA, PPOK, skrining diniAbstract
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penyakit ini ditandai dengan adanya hambatan aliran udara yang progresif dan tidak sepenuhnya reversibel, umumnya disebabkan oleh kebiasaan merokok, paparan polusi, serta faktor risiko lainnya. Deteksi dini PPOK di layanan primer sangat penting untuk mencegah progresivitas penyakit. Salah satu instrumen skrining yang dapat digunakan adalah kuesioner PUMA, yang dikembangkan untuk mengidentifikasi pasien berisiko tinggi PPOK secara cepat dan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi kejadian PPOK berdasarkan hasil kuesioner PUMA di Puskesmas Tewang Pajangan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 orang masyarakat usia ≥40 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner PUMA yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat. Mayoritas responden berusia 50–59 tahun (63%), berjenis kelamin laki-laki (76,7%), serta memiliki kebiasaan merokok (90%). Berdasarkan skor PUMA, sebanyak 80% responden tergolong memiliki risiko tinggi PPOK, sedangkan 20% lainnya berada pada kategori risiko rendah. Sebagian besar responden di Puskesmas Tewang Pajangan berisiko tinggi menderita PPOK, sehingga diperlukan penerapan skrining rutin menggunakan PUMA di layanan primer.
References
Di Cesare, M., Perel, P., Taylor, S., Kabudula, C., Bixby, H., Gaziano, T. A., … Pinto, F. J. (2024). The Heart of the World. Global Heart, 19(1), 11. https://doi.org/10.5334/gh.1288
Efriandi, N., Lestari, R. M., & Prasida, D. W. (2023). Hubungan Perilaku Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada Usia Produktif di Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022. Jurnal Surya Medika (JSM), 9(1), 112–118. https://doi.org/https://doi.org/10.33084/jsm.v9i1.5157
Fitria, L., Yarmaliza, Y., & Zalmaliza, Z. (2022). Evaluasi Perilaku Masyarakat Terhadap Faktor Resiko Kejadian Hipertensi Desa Purwodadi Tahun 2022. J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 73. https://doi.org/10.35329/jkesmas.v8i1.2858
Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD). (2019). Global Strategy For The Diagnosis, Management, And Prevention Of Chronic Obstructive Pulmonary Disease. American Journal of COPD, 1–99.
GOLD. (2020). Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease. American Journal of COPD.
Husain, W. L. N., Buraena, S., Syamsu, R. F., Nurmadilla, N., & Arsal, A. F. (2022). Gambaran Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Akut Di RSUD Aloe Saboe Gorontalo. Indonesian Journal of Health, 2(03), 162–173. https://doi.org/10.33368/inajoh.v2i03.75
Imam, C. W., Ariyanti, R., & Rahayu, R. P. (2021). Kebiasaan Merokok sebagai Faktor Resiko Kejadian PPOK pada Lansia. TRIK: Tunas-Tunas Riset Kesehatan, 11(3), 164–170. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.33846/2trik11306
Kemenkes RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. In Kementrian Kesehatan RI (Vol. 53).
Kemenkes RI. (2023). Tata Laksana PPOK. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Khasanah, S. K., Basuki, S. P. H., & Setiyabudi, R. (2024). Hubungan Derajat Merokok (Indeks Brinkman) dengan Deteksi Dini Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PUMA). Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(2), 559–568. https://doi.org/10.37287/jppp.v6i2.2223
Nurjannah, A., Rahmalia, F. Y., Paramesti, H. R., Laily, L. A., PH, F. K. P., Nisa, A. A., & Nugroho, E. (2022). Determinan Sosial Tuberculosis di Indonesia. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 3(1), 65–76. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/jppkmi. v3i1.61083
Nursalam. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis (Cetakan Ke). Jakarta: Salemba Medika.
Pambudi, I. (2021). Komitmen Global dan Nasional dalam Penanggulangan Tuberkulosis. In A. N. Rosyid, A. N. Hidayati, R. Nurhariansyah, A. Bakhtiar, A. O. Ardhiansyah, M. Amin, & Nasronudin (Eds.), Manajemen Tuberkulosis Terkini, Multidisiplin dan Komprehensif (p. 9). Airlangga University Press.
Satya, M. C. N., Setyowati, L., Suandana, I. A., & Sari, D. K. (2024). Penerapan Health Belief Model Perilaku Merokok pada Mahasiswa. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(3). https://doi.org/https://doi.org/10.56338/mppki.v7i3.4646
Southeast Asia Tobacco Control Alliance. (2018). The tobacco control atlas: ASEAN region 3 rd ed. Bangkok: Southeast Asia Tobacco Control Alliance.
Ulwan, D., Dewi, N., & Pramesti, nia marina. (2021). Ppok Eksaserbasi Akut Dengan Pneumonia : Laporan Kasus. Publikasi Ilmia UMS, 743–762.
Varela, M. V. L., Oca, M. M. de, Wehrmeister, F. C., Rodriguez, C., Ramirez, L., & Menezes, A. (2019). External validation of the PUMA COPD diagnostic questionnaire in a general practice sample and the PLATINO study population. International Journal Chron Obstruct Pulmon Dis, 26(14), 1901–1911.
Yulianti, N., & Khairuddin, H. (2023). Perokok Mudah Terkena TBC! Bagaimana Pencegahannya? Retrieved June 2, 2024, from tbindonesia.or.i website: https://tbindonesia.or.id/perokok-mudah-terkena-tbc-bagaimana-pencegahannya/#:~:text=Berdasarkan Global TB Report 2023,dibandingkan orang yang tidak merokok.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




