Efektivitas Sistem Rujukan Berjenjang Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama: Tinjauan Sistematis Aspek Manajerial dan Operasional
DOI:
https://doi.org/10.37287/jlh.v6i4.1381Keywords:
FKTP, jaminan kesehatan nasional, manajerial, operasional, sistem rujukan berjenjan, tinjauan sistematisAbstract
Sistem rujukan berjenjang dalam program Jaminan Kesehatan Nasional merupakan komponen strategis dalam menjamin kontinuitas pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien, khususnya pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama sebagai gerbang awal pelayanan. Dalam implementasinya masih ditemukan berbagai kendala baik dari sisi manajerial maupun operasional yang berpotensi mempengaruhi efektivitas sistem rujukan. Tujuan untuk menganalisis efektivitas sistem rujukan berjenjang Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama ditinjau dari aspek manajerial dan operasional melalui pendekatan tinjauan sistematis literatur. Penelitian ini menggunakan literature review dengan penelusuran artikel ilmiah yang relevan pada basis data nasional dan internasional, seperti Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Garuda (Garba Rujukan Digital) dan Portal jurnal nasional terakreditasi (SINTA) yang dipublikasikan dalam rentang waktu tahun 2010 sampai tahun 2020 dan didapatkan 13 artikel. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil seleksi didapatkan 6 artikel yang dianalisa. Analisis dilakukan secara deskriptif dan tematik. Tinjauan menunjukkan bahwa efektivitas sistem rujukan berjenjang di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dipengaruhi oleh faktor manajerial, meliputi perencanaan, kebijakan, ketersediaan sumber daya manusia, serta sistem informasi rujukan, dan faktor operasional yang mencakup kepatuhan terhadap alur rujukan, kelengkapan sarana prasarana, koordinasi antar fasilitas kesehatan, serta pemahaman peserta Jaminan Kesehatan Nasional terhadap prosedur rujukan. Ketidakefisienan pada aspek tersebut berdampak pada tingginya rujukan yang tidak sesuai indikasi medis dan beban pelayanan di fasilitas kesehatan rujukan lanjutan. Sistem rujukan berjenjang Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama belum berjalan optimal. Tingginya angka rujukan dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, ketidakoptimalan penerapan standar operasional prosedur, keterbatasan sarana prasarana dan obat-obatan, serta rujukan yang tidak sepenuhnya didasarkan pada indikasi medis.
References
Alfarizi, M., & Zalika, Z. (2023). Isu Persaingan Industri Pelayanan Kesehatan Indonesia: Tantangan dan “Perisai” Pengawasan KPPU. Jurnal Persaingan Usaha, 3(1), 5–18. https://doi.org/10.55869/kppu.v3i1.89
Arli, R. S. O., Syamsu, R. F., & Makmun, A. (2023). Faktor Penyebab Tingginya Angka Rujukan Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Pada Era Jkn : Literature Review. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(3), 16594–16611. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/prepotif.v7i3.20704
Ervita Nindy, Hanafiah, A., & Alhabsyi, T. (2023). Pengaruh Citra Rumah Sakit, Kualitas Layanan terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pasien BPJS Rawat Inap. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 11(1), 80. https://doi.org/https://doi.org/10.33560/jmiki.v11i1.525
Hadiwijaya, H., Alexsander, A., & Rahiman, D. (2025). Model Gate Keeper Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat ( Studi di Unit Pelayanan Teknis Daerah Kesehatan Masyarakat Ujung Karang Kabupaten Bengkulu Tengah ). Jurnal Manajemen Modal Insani Dan Bisnis (JMMIB), 6(1), 181–193. https://doi.org/https://doi.org/10.61567/jmmib.v6i1.237
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan, Pub. L. No. NOMOR 38 TAHUN 2014 (2019).
Kurniawan, R., Arneliwati, & Zulfitri, R. (2022). Hubungan Tingkat Kecemasan Terhadap Kunjungan Lansia Ke Pelayanan Kesehatan Pada Masa Pendemi Covid-19. JOM FKp, 9(2), 124–133. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/viewFile/33341/32068
Landa, J., Makaba, S., Zainuri, A., Irab, S. P., Togodly, A., & Tingginehe, R. M. (2025). Analisis Proses Perencanaan Kebutuhan Obat Publik Untuk Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD) Puskesmas Di Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 4346–4370. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.722
Prihatin, T., M.Subuh, & Zaharudin, Z. (2025). Efektivitas Rujukan Dan Rujukan Balik Di Rsud Suryah Khairuddin Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 3378–3393. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.45882
Ramadhani, S. N. (2020). Studi Literatur : Analisis Faktor Penyebab Tingginya Angka Rujukan di Puskesmas pada Era JKN. Media Gizi Kesmas, 9(2), 57–66. https://doi.org/https://doi.org/10.20473/mgk.v9i2.2020.57-66
Ratnasari, D. (2017). Analisis Pelaksanaan Sistem Rujukan Berjenjang Bagi Peserta JKN di Puskesmas X Kota Surabaya. Indonesian Journal of Health Administration (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia), 5(2), 145–154. https://doi.org/https://doi.org/10.20473/jaki.v5i2.2017.145-154
Safarah, A., & Fanida, E. H. (2017). Efektivitas Layanan Mobile Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN ) Di Puskesmas Pacet Kabupaten Mojokerto. Publika, 11(3), 2097–2106.
Salsabila, N., Hadi, P., Syarif, S. H., & Istanti, N. D. (2023). Evaluasi Kebijakan Pembiayaan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin Pada Program JKN. Usada Nusantara : Jurnal Kesehatan Tradisional, 1(2), 51–64. https://doi.org/https://doi.org/10.47861/usd.v1i2.245
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




