Literature Review: Perbandingan Obesitas Berdasarkan Indeks Massa Tubuh dan Obesitas Sentral terhadap Risiko Penyakit Metabolik dan Kardiovaskular
DOI:
https://doi.org/10.37287/jlh.v6i4.1226Keywords:
indeks massa tubuh, obesitas sentral, penyakit metabolik, penyakit kardiovaskularAbstract
Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat dan berperan penting sebagai faktor risiko terjadinya penyakit metabolik dan kardiovaskular. Penilaian obesitas secara klinis umumnya menggunakan indeks massa tubuh (IMT), namun indikator ini memiliki keterbatasan dalam menggambarkan distribusi lemak tubuh. Sebaliknya, obesitas sentral yang diukur melalui lingkar perut atau rasio lingkar pinggang-pinggul mencerminkan akumulasi lemak viseral yang lebih erat kaitannya dengan gangguan metabolik dan kardiovaskular. Oleh karena itu, literature review ini bertujuan untuk membandingkan peran obesitas berdasarkan IMT dan obesitas sentral terhadap risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan penelusuran artikel ilmiah melalui basis data PubMed dan Google Scholar. Artikel yang disertakan dibatasi pada publikasi sepuluh tahun terakhir, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta membahas hubungan antara indikator obesitas dan risiko penyakit metabolik maupun kardiovaskular pada populasi dewasa. Jurnal nasional dan internasional didapatkan 380 artikel dan 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi kemudian dianalisis secara komprehensif. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa obesitas sentral memiliki hubungan yang lebih kuat dan konsisten dengan risiko sindrom metabolik, diabetes melitus tipe 2, dislipidemia, hipertensi, serta penyakit kardiovaskular dibandingkan obesitas berdasarkan IMT. Beberapa studi melaporkan bahwa individu dengan IMT normal tetapi memiliki obesitas sentral tetap menunjukkan peningkatan risiko kardiometabolik yang signifikan. Hal ini berkaitan dengan peran lemak viseral dalam memicu resistensi insulin, inflamasi kronik, dan disfungsi endotel. Dapat disimpulkan bahwa obesitas sentral merupakan prediktor risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular yang lebih sensitif dibandingkan obesitas berdasarkan IMT. Oleh karena itu, penggunaan indikator obesitas sentral perlu dipertimbangkan secara rutin dalam praktik klinis untuk deteksi dini dan pencegahan penyakit metabolik serta kardiovaskular.
References
Abdullah, R. L. & Khadafi, M. (2024). Hubungan rasio lingkar pinggang dan tinggi badan terhadap nilai kolesterol pada mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2018. Jurnal Pandu Husada, 5(3), 1–9.
Ardiani, H. E., Permatasari, T. A. E. & Sugiatmi, S. (2021). Obesitas, pola diet, dan aktivitas fisik dalam penanganan diabetes melitus pada masa pandemi Covid-19. Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science, 2(1), 1–2.
Arienta Putri, R., Setiorini, A., Mayasari, D. & Mustofa, S. (2024). Central obesity as a risk factor for low back pain. Medula, 14(11), 2–6.
Arismawati, F. (2020). Hubungan usia, jenis kelamin dan indeks massa tubuh dengan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Klinik Pratama Rawat Jalan Proklamasi, Depok, Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 4(2), 2–3.
Armstrong, A., Jungbluth Rodriguez, K., Sabag, A., Mavros, Y., Parker, H. M., Keating, S. E. & Johnson, N. A. (2022). Effect of aerobic exercise on waist circumference in adults with overweight or obesity: A systematic review and meta-analysis. Obesity Reviews, 23(8), 1–5.
Avissa, A., Kuswari, M., Nuzrina, R., Gifari, N. & Melani, V. (2021). Pengaruh program latihan olahraga dan edukasi gizi terhadap komposisi tubuh, lingkar perut dan lingkar panggul pada wanita usia produktif di Depok. Physical Activity Journal, 2(2), 1–6.
Aychiluhm, S. B., Mondal, U. K., Isaac, V., Ross, A. G. & Ahmed, K. Y. (2025). Interventions for childhood central obesity: A systematic review and meta-analysis. JAMA Network Open, 8(4), 1–4.
Chayati, N., Pambudi Sejahtera, D., Ba, M., Ats-tsaqib, I. S. & Pratiwi Munarji, R. (2023). Identifikasi nilai indeks massa tubuh, lingkar perut, dan konsumsi buah sayur sebagai faktor risiko penyakit tidak menular. Jurnal Kesehatan, 3(1), 3–4.
Dianisa Putri, S., Carolia, N., Graharti, R., Oktarlina, R. Z. & Wahyuni, A. (2024). Perbedaan status obesitas terhadap tekanan darah di Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung. Medula, 14(7), 3–5.
Djuartina, T., Wijaya, A., Prastowo, N. A. & Wijaya, S. (2020). Korelasi antara berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh dan rasio lingkar pinggang-panggul dengan hiperkifosis torakal dan hiperlordosis lumbar pada pelajar sekolah menengah atas. Journal of the Indonesian Medical Association, 70(8), 1–6.
Fatmasari, E. Y., Sriatmi, A., Wigati, P. A., Suryawati, C. & Suryoputro, A. (2024). Upaya pencegahan obesitas pada remaja sekolah menengah pertama di Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Journal of Public Health and Community Services, 3(1), 1–5.
Faurholt-Jepsen, D., Friis, H., Mwaniki, D. L., Boit, M. K., Kaduka, L. U., Tetens, I. & Christensen, D. L. (2021). Waist circumference and low high-density lipoprotein cholesterol as markers of cardiometabolic risk in Kenyan adults. PLoS ONE, 16(2), 1–2.
Guo, M., Li, J., Zhang, L., Chen, C., Wei, Y. & Shen, Z. A. (2025). Effects of oral supplementation of probiotics on body weight and visceral fat in obese patients: A meta-analysis and systematic review. Scientific Reports, 15(1), 2–4.
Hita, I. P. (2022). Status gizi, tekanan darah, lingkar perut, dan kadar asam urat member senam zumba. Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olahraga), 7(2), 92–103.
Jayedi, A., Soltani, S., Zargar, M. S., Khan, T. A. & Shab-Bidar, S. (2020). Central fatness and risk of all-cause mortality: Systematic review and dose-response meta-analysis of 72 prospective cohort studies. The BMJ, 370(11), 1–5.
Kaparang, D. R., Padaunan, E. & Kaparang, G. F. (2022). Indeks massa tubuh dan lemak viseral mahasiswa. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 8(3), 1579–1586.
Liu, Y., Mao, S., Xie, W., Helena, A. H. L. K., Helena, S. M., Magdalena, D. Z., Qian, G. & Ossowski, Z. (2024).
Relationship between physical activity and abdominal obesity and metabolic markers in postmenopausal women. Scientific Reports, 14(1), 1–3.
Machado, P. P., Steele, E. M., Levy, R. B., Louzada, M. L. C., Rangan, A., Woods, J., Gill, T., Scrinis, G. & Monteiro, C. A. (2020). Ultra-processed food consumption and obesity in the Australian adult population. Nutrition and Diabetes, 10(1), 4–5.
Moshomo, T., Mawi, M., Williams, C. G., Molebatsi, K., Masupe, T., Manyake, K., Lockman, S., Molefe-Baikai, O. J., Leero, A., Jarvis, J. N., Gaolathe, T. & Mosepele, M. (2025). Comparison of central obesity prevalence among adults living with and without HIV in Botswana: A cross-sectional study. BMJ Open, 15(4), 3–6.
Parente, E. B., Mutter, S., Harjutsalo, V., Ahola, A. J., Forsblom, C. & Groop, P. H. (2020). Waist-height ratio and waist are the best estimators of visceral fat in type 1 diabetes. Scientific Reports, 10(1), 1–2.
Ramadhan, S. N. (2020). Hubungan kontrol glikemik, indeks massa tubuh dan lingkar pinggang terhadap kejadian dislipidemia pada penderita diabetes melitus tipe 2: Sebuah kajian sistematis. Skripsi.
Shi, J., Chen, J., Zhang, Z. & Qian, G. (2024). Multi-dimensional comparison of abdominal obesity indices and insulin resistance indicators for assessing NAFLD. BMC Public Health, 24(1), 1–7.
Suharno, J. A., Nisa, H. & Kunci, K. (2024). Hubungan indeks massa tubuh dan lingkar perut dengan diabetes melitus pada orang dewasa di Indonesia: Hasil analisis data Riskesdas 2018. Jurnal Nutrisia, 26(1), 1–10.
World Health Organization. (2024). World Health Statistics 2024. Geneva: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




