Hubungan antara Tingkat Depresi dengan Gangguan Dismenore pada Remaja

Authors

  • Naninda Jeinihara Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
  • Lilik Ariyanti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
  • Warih Anjari Dyah Kusumaning Ayu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional

DOI:

https://doi.org/10.37287/jlh.v6i4.1308

Keywords:

depresi, dismenore, remaja

Abstract

Remaja sering mengalami keluhan dismenorea, yaitu nyeri haid yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan prestasi akademik. Nyeri ini umumnya disebabkan oleh kontraksi otot rahim akibat peningkatan kadar prostaglandin saat menstruasi. Selain faktor biologis, aspek psikologis seperti depresi juga berperan dalam memengaruhi persepsi nyeri dan dapat memperparah gejala dismenore pada remaja. Depresi dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap nyeri haid dan menurunkan toleransi nyeri. Mengingat tingginya prevalensi depresi dan dismenorea di kalangan remaja, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara keduanya sebagai dasar untuk mengembangkan strategi manajemen nyeri haid yang lebih holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi dengan gangguan dismenore pada remaja. Penelitian dengan desain cross sectional ini melibatkan 166 remaja yang dipilih melalui metode simple random sampling. Instrumen menggunakan DASS (Depression, Anxiety, and Stress Scale) dan WALIDD Score. Penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 18 tahun (42,2%). Berdasarkan kuesioner yang sudah dibagikan rata-rata responden memiliki tingkat depresi sedang (38,0%) dengan tingkat dismenorea sedang (47,0%). Analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan hasil p value 0.000. Temuan menunjukkan adanya korelasi yang signifikan secara statistik antara tingkat tingkat depresi dengan gangguan dismenore.

References

Bonnie, R. J. ; B. E. P. (2019). The Promise of Adolescence: Realizing Opportunity for All Youth. National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine.

Elsera, C., Hamranani, S. S. T., & Kusumaningrum, S. F. (2022). Nyeri Haid Dan Kecemasan Remaja Putri. Jurnal Keperawatan, 14(4), 1107–1116.

Fasya, A., Arjita, I. P. D., Pratiwi, M. R. A., & Andika, I. B. Y. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik dan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenorea Primer pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(3), 511–526.

Gagah, D., Gunawan, D., & Miranti, N. I. (2021). Hubungan Antara Depresi Dengan Dismenorea Pada Pasien Poli Psikiatri Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam. Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam, 11(3), 102–109. https://doi.org/10.37776/zked.v11i3.940

Hirschfeld, R. M. (2000). History Evolution Monoamine of The Hypothesis Depression. J Clin Psychiatry, 61(6), 4–6.

Iacovides, S., Avidon, I., & Baker, F. C. (2015). What we know about primary dysmenorrhea today: a critical review. Human Reproduction Update, 21(6), 762–778. https://doi.org/10.1093/humupd/dmv039

Junita. (2020). Status Gizi Dan Status Menstruasi Remaja Putri. 27, 191–198.

Karout, N., Hawai, S. M., & Altuwaijri, S. (2012). Prevalence and pattern of menstrual disorders among Lebanese nursing students. In Eastern Mediterranean Health Journal (Vol. 18, Issue 4).

Kojo, N. H., Kaunang, T. M. D., & Rattu, A. J. M. (2021). Hubungan Faktor-faktor yang Berperan untuk Terjadinya Dismenore pada Remaja Putri di Era Normal Baru. E-CliniC, 9(2), 429. https://doi.org/10.35790/ecl.v9i2.34433

Lamdayani, R., Anggeriani, R., & Devi, D. (2023). Hubungan Pengetahuan dan Tingkat Kecemasan dengan Kejadian Dismenore Primer pada Siswi SMP. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(3), 1089–1098. https://doi.org/10.32583/pskm.v13i3.1110

Li, Y., Kang, B., Zhao, X., Cui, X., Chen, J., & Wang, L. (2023). Association between depression and dysmenorrhea among adolescent girls: multiple mediating effects of binge eating and sleep quality. BMC Women’s Health, 23(1). https://doi.org/10.1186/s12905-023-02283-6

Oktavianto, E., Kurniati, F. D., Badi’ah, A., & Bengu, M. A. (2018). Nyeri dan Kecemasan Berhubungan dengan Kualitas Hidup Remaja Dismenore. Health Sciences and Pharmacy Journal, 2(1), 22. https://doi.org/10.32504/hspj.v2i1.24

Paredes, S., Cantillo, S., Candido, K. D., & Knezevic, N. N. (2019). An Association of Serotonin with Pain Disorders and Its Modulation by Estrogens. International Journal of Molecular Sciences, 20(22), 5729. https://doi.org/10.3390/ijms20225729

Putri, E. D., & Nency, A. (2021). Aktifitas Fisik, Riwayat Dismenore Keluarga dan Kecemasan dengan. SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia, 1(1), 23–34. https://doi.org/10.53801/sjki.v1i1.3

Rafique, N., & Al-Sheikh, M. H. (2018). Prevalence of menstrual problems and their association with psychological stress in young female students studying health sciences. Saudi Medical Journal, 39(1), 67–73. https://doi.org/10.15537/smj.2018.1.21438

Salsabila, H., Budiarti, A., Chabibah, N., & Ernawati, D. (2023). Hubungan Tingkat Stres dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Dismenore pada Mahasiswi Tingkat Akhir Di Stikes Hang Tuah Surabaya. Jurnal Ilmiah Keperawatan Stikes Hang Tuah Surabaya, 18(1), 38–43.

Söderman, L., Edlund, M., & Marions, L. (2019). Prevalence and impact of dysmenorrhea in Swedish adolescents. Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica, 98(2), 215–221. https://doi.org/10.1111/aogs.13480

Tassyabela, F. M., Sunarto, S., Sulikah, S., & Surtinah, N. (2024). Coping Mechanisms among Women Who Experience Dysmenorrhea in Baleasri Village, Magetan, Indonesia. Health Dynamics, 1(10), 353–360. https://doi.org/10.33846/hd11002

Teherán, A., Pineros, L. G., Pulido, F., & Mejía Guatibonza, M. C. (2018). WaLIDD score, a new tool to diagnose dysmenorrhea and predict medical leave in university students. International Journal of Women’s Health, Volume 10, 35–45. https://doi.org/10.2147/IJWH.S143510

Unicef. (2021). Profil remaja 2021.

WHO. (2025). Adolescent Health. https://www.who.int/health-topics/adolescent-health#tab=tab_1

Wrisnijati, D., Wiboworini, B., & Sugiarto. (2019). Prevalensi dan Faktor yang Berhubungan dengan Derajat Dismenore pada Remaja Putri di Surakarta. Jurnal Gizi Dan Pangan Soedirman, 3(1), 76–89.

Wulandari, N. H., & Widiyaningsih, E. N. (2023). Hubungan Asupan Fe Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri di SMA Dan SMK Batik Surakarta. JGK: Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 3(1), 37–46. https://doi.org/10.36086/jgk.v3i1.1656

Zhao, S., Wu, W., Kang, R., & Wang, X. (2021). Significant Increase in Depression in Women With Primary Dysmenorrhea: A Systematic Review and Cumulative Analysis. Frontiers in Psychiatry, 12. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2021.686514

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Jeinihara, N., Ariyanti, L., & Ayu, W. A. D. K. (2025). Hubungan antara Tingkat Depresi dengan Gangguan Dismenore pada Remaja. Journal of Language and Health, 6(4), 375–382. https://doi.org/10.37287/jlh.v6i4.1308

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.