Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Konsumsi Sugar Sweetened Beverages (SSBs) terhadap Status Gizi Mahasiswa/i Preklinik

Authors

  • Lulu Asfi Assifa Universitas Lampung
  • Reni Zuraida Universitas Lampung
  • Fitria Saftarina Universitas Lampung
  • Laisa Azka Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.37287/jlh.v6i4.1023

Keywords:

konsumsi, mahasiswa kedokteran, minuman berpemanis, status gizi, tingkat pengetahuan

Abstract

Minuman berpemanis (Sugar-Sweetened Beverages/SSBs) merupakan salah satu sumber utama asupan gula yang banyak dikonsumsi oleh mahasiswa dan berpotensi memengaruhi status gizi. Mahasiswa kedokteran, meskipun memiliki pengetahuan kesehatan, masih memiliki risiko menerapkan perilaku konsumsi yang kurang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan konsumsi Sugar-Sweetened Beverages (SSBs) terhadap status gizi pada mahasiswa/i preklinik Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 mahasiswa/i preklinik yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan konsumsi SSBs dinilai menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan tingkat konsumsi SSBs dalam kategori cukup, serta mayoritas memiliki status gizi tidak berlebih. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan status gizi (p = 0,571) maupun antara konsumsi SSBs dengan status gizi (p = 0,216). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan konsumsi Sugar-Sweetened Beverages tidak berhubungan secara signifikan dengan status gizi mahasiswa/i preklinik.

References

Anggita, D., dkk. (2025). Asupan sukrosa dan hubungannya dengan status gizi remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 21(1), 45–54.

Arifani, F., & Setiyaningrum, Z. (2021). Hubungan status gizi dengan risiko penyakit tidak menular pada dewasa muda. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 123–131.

Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. (2020). Statistik Kesejahteraan Rakyat DKI Jakarta 2020.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2020). Panduan informasi nilai gizi pada pangan olahan. Jakarta: BPOM RI.

Charina, A., dkk. (2022). Hubungan pengetahuan gizi dengan status gizi mahasiswa. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 5(2), 89–97.

Dhanisa, A. (2022). Kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku konsumsi pangan pada remaja. Media Gizi Indonesia, 17(1), 11–18.

Dwitami, P., dkk. (2024). Pengetahuan gizi dan status gizi pada remaja. Jurnal Kesehatan Remaja, 4(1), 55–63.

Elyawati, Y., dkk. (2023). Pengetahuan gizi dan perilaku konsumsi pangan. Jurnal Gizi & Kesehatan, 15(2), 101–109.

Farhria, S. (2022). Konsumsi minuman manis pada mahasiswa gizi. Jurnal Nutrisi Indonesia, 10(1), 33–41.

Faridi, A., Putri, R. N., Hutomo, S. C., Rahmaniah, Rasmaniar, A. H. A., Nasution, E., Maghfiroh, K., & Rahmi, U. (2022). FullBook Gizi dalam Daur Kehidupan. In Gizi dalam daur kehidupan.

Fatmawati, I., dkk. (2023). Asupan gula sederhana sebagai faktor risiko obesitas remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 19(3), 187–195.

Fitriani, R. (2020). Hubungan Antara Pengetahuan Gizi Seimbang, Citra Tubuh, Tingkat Kecukupan Energi dan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Siswa SMA Negeri 86 Jakarta. Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community, 4(1), 29–38.

Hardiansyah, & Supariasa, I. D. N. (2016). Ilmu gizi: Teori dan aplikasi. Jakarta: EGC.

Ihsan, M., & Tanziha, I. (2020). Pengetahuan gizi dan konsumsi gula pada mahasiswa. Jurnal Gizi Indonesia, 8(2), 97–104.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI.

Lakoro, I., dkk. (2016). Konsumsi minuman manis dan kejadian obesitas pada remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 11(3), 134–140.

Masri, E. (2020). Hubungan pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi mahasiswa. Jurnal Gizi Indonesia, 9(1), 45–52.

Mayesti Akhriani, & Kurniasari, R. (2016). Konsumsi minuman manis dan kegemukan pada remaja. Jurnal Ilmu Gizi, 5(2), 72–79.

Ningrum, V. (2024). Pengetahuan gizi dan status gizi mahasiswa. Jurnal Kesehatan Terapan, 6(1), 21–29.

Noviyanti, R., & Marfuah, D. (2019). Pengetahuan sebagai faktor tidak langsung status gizi. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 7(1), 9–16.

Nurjayanti, E., dkk. (2020). Hubungan pengetahuan gizi dan status gizi siswa. Jurnal Kesehatan Sekolah, 4(2), 78–85.

Oktanasari, R., dkk. (2022). Pengetahuan gizi dan status gizi remaja putri. Jurnal Gizi Remaja, 3(2), 66–74.

Park, S., Xu, F., Town, M., & Blanck, H. M. (2020). SSB intake data. 65(7).

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak.

Qoirinasari, R., Simanjuntak, B. Y., & Kusdalinah. (2018). Apakah konsumsi minuman manis berkontribusi terhadap kelebihan berat badan pada remaja? Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 12(2), 70–77.

Rahayu, V., dkk. (2024). Faktor yang memengaruhi konsumsi minuman berpemanis pada mahasiswa. Jurnal Keperawatan Indonesia, 27(1), 58–67.

Reel, J. J., Greenleaf, C., Baker, W. K., et al. (2015). Body image and eating behavior among young adults. Journal of Health Psychology, 20(5), 1–10.

Roring, F., dkk. (2020). Pengetahuan gizi dan status gizi dewasa muda. Jurnal Gizi Indonesia, 8(1), 40–47.

Sugihartin, R., & Purnasari, E. (2024). Pengetahuan label gizi dan konsumsi minuman berpemanis. Jurnal Gizi dan Pangan, 19(1), 12–20.

Suryana, E., Wulandari, S., Sagita, E., & Harto, K. (2022). Perkembangan Masa Remaja Akhir (Tugas, Fisik, Intelektual, Emosi, Sosial dan Agama) dan Implikasinya pada Pendidikan. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(6), 1956–1963.

Suryawati, C., dkk. (2024). Pengetahuan gizi dan perubahan perilaku makan. Jurnal Promosi Kesehatan, 12(2), 90–98.

Syaher, N. A., Ronitawati, P., Swamilaksita, P. D., Nuzrina, R., & Sitoayu, L. (2022). Energy and nutrient density, nutrient density intake and nutrient contribution of lunch among employees at foundation. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 9(1), 40.

Telisa, I., dkk. (2020). Faktor risiko obesitas pada remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(3), 211–219.

Tseng, M., dkk. (2021). Sugar-sweetened beverage consumption and obesity risk. Public Health Nutrition, 24(6), 1234–1242.

Wardah, A., Fitriani, R., & Lestari, D. (2020). Pola konsumsi gula dan status gizi mahasiswa. Media Gizi Indonesia, 15(1), 22–30.

Warner, R. S., & Ha, M.-A. (2017). University Students’ Knowledge, Consumption Patterns and HealthPerceptions of Sugar Sweetened Beverages (SSB). 6, 223–232.

Wulandari, D., dkk. (2021). Pengetahuan gizi dan status gizi mahasiswa. Jurnal Gizi Universitas Ibn Khaldun, 2(1), 15–23.

Yulianti, R. D., & Mardiyah, S. (2023). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Minuman Kemasan Berpemanis pada Remaja. Jurnal Sains Kesehatan, 30(3), 91.

Downloads

Published

2025-12-08

How to Cite

Assifa, L. A., Zuraida, R., Saftarina, F., & Azka, L. (2025). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Konsumsi Sugar Sweetened Beverages (SSBs) terhadap Status Gizi Mahasiswa/i Preklinik. Journal of Language and Health, 6(4), 35–48. https://doi.org/10.37287/jlh.v6i4.1023

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.