Pengaruh Edukasi tentang Antenatal Care terhadap Kejadian Komplikasi Kehamilan pada Ibu Selama Kehamilan
DOI:
https://doi.org/10.37287/jppp.v7i5.531Keywords:
antenatal care, edukasi, kehamilan, komplikasiAbstract
Antenatal care merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga profesional untuk ibu selama masa kehamilan. Diperlukan sebuah pendidikan yang diberikan kepada ibu hamil untuk meningkatkan pemahaman ibu terhadap antenatal care. Antenatal dini menghindarkan terjadinya resiko tinggi terhadap kehamilan dan persalinan juga menurunkan angka kematian ibu dan memantau perkembangan janin. Pelayanan antenatal care di Indonesia mengalami peningkatan pada 4 tahun terakhir secara signifikan pada 4 kali kunjungan antenatal care (K4) dari tahun 2020 sekitar 74,1% dan pada tahun 2024 terjadi peningatan sekitar 88,13%. Tujuan dilakukannya penelitian ini merupakan untuk melihat bagaimana pengaruh edukasi tentang antenatal care terhadap kejadian komplikasi kehamilan pada ibu selama kehamilan di Puskesmas Bestari. Penelitian kuantitaif merupakan jenis penelitian yang digunakan dengan desain studi korelasi (cross sectional). Populasi adalah keseluruhan ibu hamil di Puskesmas Bestari pada bulan Agustus 2025 sebanyak 30 orang. Sampel merupakan keseluruhan ibu hamil yang ada di Puskesmas Bestari pada bulan Agustus 2025 sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel adalah total populasi yaitu seluruh populasi dijadikan sampel penelitian sekitar 30 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui pengisian kuesioner langsung ke responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Correlation Pearson bertujuan untuk melihat kekuatan sebuah pengaruh antara variabel yang diteliti. Hasil penelian menjelaskan ada pengaruh edukasi tentang antenatal care terhadap kejadian komplikasi kehamilan pada ibu selama kehamilan di Puskesmas Bestari dengan nilai p 0,012.
References
Cahyani, I. S. D. (2020). Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 1(3), 84–94
World Health Organization. (2016). WHO Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman Pelayanan Antenatal Care (ANC) di Fasilitas Kesehatan.
Kementerian Kesehatan RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2014 Tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, Dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, Serta Pelayanan Kesehatan Seksual. Jakarta: Kementerian Kesehatan.
Kemenkes RI (2016) ‘Profil Kesehatan Indonesia 2015’. Jakarta: Kementerian
Kesehatan RI. Kemenkes RI. (2018). Profil Kesehatan Indonesia 2018 Kemenkes RI. In Health Statistics.
Kemenkes RI (2019) ‘Profil Kesehatan Indonesia 2018’. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
American College of Obstetricians and Gynecologists. (2020). Antenatal Care: Routine Care for the Healthy Pregnant Woman.
National Institute for Health and Care Excellence. (2019). Antenatal Care for Uncomplicated Pregnancies.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia.
Mardiana, D. (2019). Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 3(3), 369–381.
Misliati, M., Maidar, M., & Wardiati, W. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022. 1(4), 439-447. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v1i4.1224
Ningsih, P. (2020). Hubungan Umur, Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Kunjungan Antenatal Care (Anc) (K4) Ibu Hamil Di Puskesmas Pariaman Tahun 2018. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 11(1), 62. https://doi.org/10.26751/jikk.v11i1.675
Pujilestari, I., & Muhaimin, T. (2022). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Antenatal Ibu Hamil, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11 (04), 300-310. https://doi.org/10.33221/jikm.v11i04.1229
Permenkes RI. (2014) Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
Permenkes (2016) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2016, Menteri Kesehatan RI. Jakarta.
Raini, U. (2017). Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care Di Puskesmas Kapasa Kota Makassar. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Misliati, M., Maidar, M., & Wardiati, W. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022. 1(4), 439-447. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v1i4.1224
Nainggolak, A. W., Simanjuntak, P., Damanik, N. S., Ginting, A. B., Sinaga, R., Sinaga, F., & Tarigan I. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Kunjungan Antenatal Care pada Trimester Pertama Di Puskesmas Pagurawan Kabupaten Batubara Tahun 2022. Jurnal Kesehatan dan Fusioterapi, 2, 196-203.
Ningsih, P. (2020). Hubungan Umur, Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Kunjungan Antenatal Care (Anc) (K4) Ibu Hamil Di Puskesmas Pariaman Tahun 2018. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 11(1), 62. https://doi.org/10.26751/jikk.v11i1.675
Notoatmodjo S. (2016) ‘Ilmu Perilaku Kesehatan’, Rineka Cipta. Jakarta: Rineka Cipta.
Permenkes RI. (2014) Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
World Health Organization (2024)
Yusriani, & Alwi, M. K. (2018). Implementasi Pelayanan Kesehatan Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Bontomate’ne, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto. 1(April), 78–83.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Penelitian Perawat Profesional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



