Efektivitas Terapi Relaksasi Otot Progresif dan Musik Suara Alam terhadap Penurunan Kecemasan Mahasiswa Ujian Akhir

Authors

  • Siswanto Siswanto Politkenik Insan Husada Surakarta
  • Amik Muladi Politkenik Insan Husada Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v8i3.2483

Keywords:

kecemasan, mahasiswa, terapi musik suara alam, terapi relaksasi otot progresif, ujian akhir

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi psikologis yang sering dialami mahasiswa saat menghadapi ujian akhir, yang dapat mengganggu konsentrasi dan performa akademik. Prevalensi gangguan kecemasan pada kelompok usia remaja akhir dan dewasa muda mencapai 47,7% di Indonesia, sehingga diperlukan intervensi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi relaksasi otot progresif dan terapi musik suara alam dalam menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa tingkat 3 di Politeknik Insan Husada Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest design yang dilaksanakan pada bulan September–Desember 2025. Sampel berjumlah 35 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) yang terdiri dari 14 item dan telah terbukti valid (koefisien korelasi item 0,529–0,727) serta reliabel (Cronbach's Alpha = 0,756). Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat dengan uji paired t-test menunjukkan bahwa rata-rata skor HARS menurun secara signifikan dari 20,03 sebelum intervensi menjadi 12,77 setelah intervensi (p < 0,001). Sebelum intervensi mayoritas responden mengalami kecemasan sedang (57%) dan berat (29%), sedangkan setelah intervensi mayoritas berada pada kategori kecemasan ringan (60%) dan tidak cemas (9%). Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi terapi relaksasi otot progresif dan terapi musik suara alam efektif menurunkan kecemasan mahasiswa.

References

American Psychological Association. (2022). Anxiety. Diambil dari https://www.apa.org/topics/anxiety

Bandelow, B., & Michaelis, S. (2015). Epidemiology of anxiety disorders in the 21st century. Dialogues in Clinical Neuroscience, 17(3), 327–335. https://doi.org/10.31887/DCNS.2015.17.3/bbandelow

Bhattacharya, S., Das, S., & Chakraborty, R. (2020). Pharmacological versus non-pharmacological management of test anxiety: A critical review. Journal of Clinical and Diagnostic Research, 14(3), 1–6. https://doi.org/10.7860/JCDR/2020/43582.13562

Korkut, U., Cidem, S., & Şahin, N. (2023). Efficacy of progressive muscle relaxation with nature sounds on anxiety levels in nursing students: A randomized controlled trial. Perspectives in Psychiatric Care, 59(4), 789–798.DOI: 10.1111/ppc.12876

Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer Publishing Company. DOI: 10.1007/978-1-4612-4940-7

Liu, Y., Zhang, L., & Li, H. (2025). Adverse effects and dependence potential of anxiolytic medications: Current evidence and implications for complementary interventions. Journal of Psychopharmacology, 39(2), 145–158. https://doi.org/10.1177/02698811241298765

Ningsih, S. P., & Suryani. (2022). Efektivitas terapi relaksasi otot progresif dan terapi musik suara alam terhadap tingkat kecemasan mahasiswa semester akhir. Jurnal Keperawatan Komprehensif, 10(3), 112–120. https://doi.org/10.35874/jkk.v10i3.567

Pekrun, R., & Stephens, E. J. (2015). Test anxiety and academic achievement. Dalam J. D. Wright (Ed.), International encyclopedia of the social & behavioral sciences (2nd ed., hlm. 609–616). Elsevier.

Putri, R. A., & Suprapti, A. (2022). Hubungan kecemasan ujian dengan kemampuan mengingat kembali materi pada mahasiswa. Jurnal Psikologi P endidikan dan Konseling, 10(1), 45–54. https://doi.org/10.24036/jppk.v10i1.912

Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Sahar, J., Setiawan, A., & Riasmini, N. M. (2019). Keperawatan Kesehatan Komunitas dan Keluarga. Elsevier.

Santrock, J. W. (2018). Adolescence (17th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Smeltzer, S. C., Bare, B. G., Hinkle, J. L., & Cheever, K. H. (2015). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing (13th ed.). Wolters Kluwer.

Soderlund, A., Johansson, K., & Gustafsson, M. (2025). The effect of nature-based sounds on physiological responses in intensive care patients. Nursing Open, 12(2), e70273. https://doi.org/10.1002/nop2.70273

Stuart, G. W. (2014). Principles and practice of psychiatric nursing (10th ed.). Elsevier Mosby.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. CV Alfabeta.

Wijayanti, K., Johan, A., & Rochana, N. (2018). Musik Suara Alam Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur pada Pasien Kritis. Bhamada: Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan, 9(1), 28-35. https://doi.org/10.xxxx/bhamada.v9i1.28

World Health Organization. (2023). Global status report on mental health. Diambil dari https://www.who.int/publications/i/item/9789240067293

World Health Organization. (2025, September 8). Anxiety disorders. Diambil dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anxiety-disorders

Wulandari, R., & Kartika, A. (2022). Effects of progressive muscle relaxation and music therapy on anxiety levels in final year students. Prosiding Seminar Nasional Universitas Respati Yogyakarta.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Siswanto, S., & Muladi, A. (2026). Efektivitas Terapi Relaksasi Otot Progresif dan Musik Suara Alam terhadap Penurunan Kecemasan Mahasiswa Ujian Akhir. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 8(3), 387–392. https://doi.org/10.37287/jppp.v8i3.2483

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.