Hubungan Kualitas Tidur dengan Kejadian Baby Blues Syndrome pada Ibu Postpartum

Authors

  • Fadilah Azzahra Universitas Sahid Surakarta
  • Anik Suwarni Universitas Sahid Surakarta
  • Indriyati Indriyati Universitas Sahid Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.37287/jppp.v8i3.2380

Keywords:

baby blues syndrome, ibu postpartum, kualitas tidur

Abstract

Masa postpartum merupakan fase transisi yang melibatkan perubahan fisik dan psikologis pada ibu. Salah satu gangguan psikologis yang sering terjadi adalah baby blues syndrome. Kualitas tidur merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi emosional ibu postpartum. Kurangnya kualitas tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya baby blues syndrome. Mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum di RSUD Kartini Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 42 responden. Instrumen penelitian menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) versi Indonesia yang telah memenuhi uji validitas (PSQI: r = 0,487–0,778; EPDS: r = 0,140–0,774) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha masing-masing sebesar 0,803 dan 0,80). Analisis data menggunakan uji Kendall's Tau. Sebanyak 34 responden (81,0%) mengalami kualitas tidur buruk dan 25 responden (59,5%) mengalami baby blues syndrome. Hasil uji Kendall's Tau menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum. Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum di RSUD Kartini Karanganyar.

References

Chechko, N., Stickel, S., & Votinov, M. (2023). Neural responses to monetary incentives in postpartum women affected by baby blues. Psychoneuroendocrinology, 148,105991.

Danistya, Z. A. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Mojowarno Kabupaten Jombang tahun 2023 (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Malang).

Dewi, R., Nuha, K., Kurniawati, P., Safitri, A., Yasmita, H., & Ani, F. (2024).

Pengaruh dukungan suami dan karakteristik ibu postpartum dengan kejadian baby blues di wilayah kerja Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh tahun 2024. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 10(2), 280–295.

Fatmawati, Y. (2013). Pengaruh senam lansia terhadap pola tidur pada lansia di Posyandu Sumarah RW 08 Suronatan, Kota Yogyakarta [Skripsi]. Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia.

Fauzi, A., Ahmedy, F., & Rosidah. (2024). Cross-culture adaptation and validation of Indonesian language version of Pittsburgh Sleep Quality Index. International Journal of Public Health Science, 13(4), 1672–1678. https://doi.org/10.11591/ijphs.v13i4.23439.

Gessesse, D. N., Tsega, N. T., Aklil, M. B., Temesgan, W. Z., Abegaz, M. Y., Anteneh, T. A., ... & Kebede, A. A. (2022). Prevalence and associated factors of poor sleep quality among postpartum women in North West Ethiopia: a community-based study. BMC psychiatry, 22(1), 538.

Hami, F., Tasalim, R., & Putra, A. H. S. (2021). Hubungan kualitas tidur dengan indeks prestasi mahasiswa baru di Universitas Sari Mulia. Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI), 6(1), 10–18.

Harianis, S., & Sari, N. I. (2022). Analisis faktor yang mempengaruhi kejadian postpartum blues. JOMIS (Journal of Midwifery Science), 6(1), 85–94.

Hasifah, R., Sari, N., & Utami, Y. (2024). Pendidikan ibu dan dampaknya terhadap gangguan emosional postpartum. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 12(1), 33–41.

Hayati, E., Sari, H., & Oktapiani, A. T. (2025). Pengaruh pemberian teh chamomile terhadap kualitas tidur pada ibu postpartum blues di Klinik Pratama Sehati Husada Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang tahun 2024. Jurnal Penelitian Kebidanan & Kespro, 7(2), 30–36.

Hidayat, A. N., & Sari, I. P. (2023). Hubungan kualitas tidur dengan postpartum blues di wilayah Puskesmas Kabupaten Bogor.

Hidayati, R. D., & Adriati, F. (2025). Determinan kejadian post partum blues pada ibu nifas di Puskesmas Candipuro Kabupaten Lampung Selatan Indonesia: Determinan kejadian post partum blues pada ibu nifas di Puskesmas Candipuro Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, 13(1), 36–46.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2022. https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2023.

Khadijah, S., Dewi, T., & Putri, E. (2025). Hubungan dukungan suami dan kualitas tidur dengan kejadian postpartum blues pada ibu postpartum primipara di wilayah kerja UPTD Puskesmas Langsa Baro. Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 2(10), 848–856.

Kurniati, Y., & Wahyuningsih, J. W. (2023). Hubungan gangguan pemenuhan waktu tidur pada ibu nifas dengan kejadian postpartum blues. Jurnal Kebidanan: Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia, 13(2), 107–117.

Landman, A., Ngameni, EG, Dubreucq, M., Dubreucq, J., Tebeka, S., & Dubertret, C. (2024). Postpartum blues: prediktor depresi pascapersalinan, dari Kohort IGEDEPP. European Psychiatry , 67 (1), e30.

Manurung, S., & Setyowati, S. (2021). Development and validation of the maternal blues scale through bonding attachments in predicting postpartum blues. Malaysian family physician: the official journal of the Academy of Family Physicians of Malaysia, 16(1), 64.

Motta, A. J. P., Lucchese, R., Leão, G. C. S., Rosa, D. E., Junior, V. D. A. G., & Mendonça, R. S. (2024). Factors associated with poor sleep quality in postpartum women: a crossectional study. Sleep Science, 17(03), e263-e271

Purwati, P., & Noviyana, A. (2020). Faktor-faktor yang menyebabkan kejadian postpartum blues. Infokes: Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan, 10(2), 1-4.

Putri, R. D., Kartasurya, M. I., Nugraheni, S. A., & Widjanarko, B. (2025). Cross-cultural adaptation of Edinburgh Postnatal Depression Scale in postpartum mental health screening on Indonesian version. BIO Web of Conferences, 193, 00077.

Renata, B., & Agus, D. (2021). Association of husband support and postpartum blues in postpartum women.

Renata, A., & Tadjudin, N. S. (2023). Tingkat Kecemasan Kualitas Tidur Ibu Hamil Primigravida Trimester III. Health Information: Jurnal Penelitian, e1361-e1361.

Riski, M., Lubis, S., & Septiani, T. (2024). Analisis Hubungan Pola Tidur dan Dukungan Suami Terhadap Post Partum Blues Dengan Pelaksanaan Continue of Care di Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Lilin. Jurnal Ilmiah Multidisipline, 562(3), 562–566.https://doi.org/10.5281/zenodo.12788031.

Rofiasari, L., & Mulyani, Y. (2026). Pengaruh kesehatan mental terhadap kualitas tidur pada ibu nifas. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 15(1), 125–133. https://doi.org/10.52657/jik.v15i1.34 11

Sari, I. P., Hutauruk, R., & Manurung, D. (2021a). Validity and reliability of the Indonesian version of the Edinburgh Postnatal Depression Scale. Journal of Nursing Research, 29(3), 210–218. https://doi.org/10.1097/jnr.0000000000000412

Sari, Y. W. S., Sundjaya, T., & Helmi, T. A. R. (2025). Determinan Postpartum Blues: Tinjauan Sistematis Tentang Gangguan Suasana Hati Ibu Pasca Melahirkan. Jurnal Promotif Preventif, 8(4), 953-963.

Ika, N. S., & Bin, S. T. (2025). Assessing postpartum blues: A preliminary approach through a pilot study. Journal of Health Research, 3(1), 31–47.

Sormin, R. E., Atok, Y. S., Manek, B. D., Palalangan, D., & Babis, I. Y. (2025). Risk factor analysis of baby blues symptomsin postpartum women with a history of complications during childbirth. JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia)(Indonesian Journal of Nursing and Midwifery), 13(1), 60-72.

Sulfianti, S., Nardina, E. A., Hutabarat, J., Etni, A. D., Muyassaroh, Y., Yuliani,

D. R., ... & Argaheni, N. B. (2021). Asuhan kebidanan pada masa nifas.

Tarisa, N., Octarianingsih, F., Ladyani, F., & Pramesti, W. (2020). Distribusi frekuensi kejadian postpartum blues pada ibu pascamelahirkan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(2), 1057-1062.

Utami, R. (2023). Konstruksi Pemahaman Baby Blues Syndrome Melalui Karya “Save Me” Dalam Perspektif Tari (Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Yogyakarta).

Wahyuni, N. W. E., Rahyani, N. K. Y., & Senjaya, A. A. (2023). Karakteristik ibu postpartum dengan baby blues syndrome. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 11(1), 114-120.

Wang, Y., Liu, H., Zhang, C., Li, C., Xu, J. J., Duan, C. C., ... & Wu, Y. T. (2022). Antepartum sleep quality, mental status, and postpartum depressive symptoms: a mediation analysis. BMC psychiatry, 22(1), 521.

Wardani, R. A., Farani, S., Susanti, L., Fadhilah, S., Sari, K. I. P.,Rusmayani, N. G. A. L., ... & Sari, I. P. (2022). Pengantar Asuhan Kebidanan. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

World Health Organization. (2020). Maternal mental health. Geneva: WHO. https://www.who.int/teams/mental-health-and-substance-use/maternal-mental-health.

Wulan. (2023). Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian baby blues syndrome postpartum. Journal of Nursing Practice and Education, 4(1), 194–201.

Wulandari, I. S. M., & Josphine, J. (2024). Hubungan karakteristik ibu postpartum dengan kejadian postpartum blues. Klabat Journal of Nursing, 6(2), 112–119.

Yunitasari, E., & Suryani, S. (2020). Postpartum blues: Sebuah tinjauan literatur. Wellness and Healthy Magazine, 2(2).

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Azzahra, F., Suwarni, A., & Indriyati, I. (2026). Hubungan Kualitas Tidur dengan Kejadian Baby Blues Syndrome pada Ibu Postpartum. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 8(3), 277–284. https://doi.org/10.37287/jppp.v8i3.2380

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.