Perbandingan Nilai Parameter Red Blood Cell Distribution Width (RDW) pada Sampel Pasien Gagal Ginjal Kronis Multitransfusi dengan Masa Simpan 1, 2, dan 3 Hari di Unit Transfusi Darah
DOI:
https://doi.org/10.37287/jppp.v8i1.1745Keywords:
gagal ginjal kronis, pasien gagal ginjal kronis, red blood cell distribution width (rdw)Abstract
Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) ialah suatu kondisi kesehatan yang disebabkan gangguan fungsi ginjal yang bersifat kronis, berlangsung secara progresif dan irreversible. Pasien gagal ginjal kronis melakukan transfusi secara bertahap dan tidak bisa dilakukan sekaligus sesuai kebutuhan dalam menaikkan kadar Hb untuk mencegah terjadinya overload pada pasien gagal ginjal kronis. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan nilai parameter hematologi Red Blood Cell Distribution Width (RDW) pada sampel darah pasien gagal ginjal kronis multitransfusi dengan masa simpan 1, 2, dan 3 hari di Unit Transfusi Darah di di RSUD. DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain Analitik Observasional dengan pendekatan cross sectional melalui pemeriksaan hematologi menggunakan alat Hematology Analyzer dengan 45 sampel menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian adalah diketahui perbedaan rerata nilai RDW-CV pada sampel gagal ginjal kronis multitranfusi di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung masa simpan 1 hari sebesar 15,98%, masa simpan 2 hari sebesar 16,36%, dan masa simpan 3 hari sebesar 16,76%. Sementara itu, perbedaan rerata nilai RDW-SD pada masa simpan 1 hari sebesar 48,8 fL, masa simpan 2 hari sebesar 50,0 fL. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan nilai hematologi Red Blood Cell Distribution Width (RDW) pada sampel darah pasien gagal ginjal kronis multitransfusi dengan masa simpan 1, 2, dan 3 hari di RSUD. DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung dengan nilai Sig. = 0.032
References
Afriansyah, F., Bastian, B., Sari, I., & Juraijin, D. (2021). Perbedaan Darah Segera Diperiksa, Dilakukan Penyimpanan Pada Suhu 20o c-25o c Dan 4o c-8 o c Selama 6 Jam Terhadap Jumlah Eritrosit. Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS), 2(2), 108–114. https://doi.org/10.53699/joimedlabs.v2i2.51
Ahdiat, A. 2023. Kasus Penyakit Katastropik di Indonesia Meningkat pada 2022. Databoks.https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/07/03/kasus- penyakit-katastropik-di-indonesia-meningkat-pada-2022
Akorsu, E. E., Adjabeng, L. B., Sulleymana, M. A., & Kwadzokpui, P. K. (2023). Variations in the full blood count parameters among apparently healthy humans in the Ho municipality using ethylenediamine tetraacetic acid (EDTA), sodium citrate and lithium heparin anticoagulants: A laboratory-based cross-sectional analytical study. Heliyon
Ammirati, A. L. (2020). Chronic kidney disease. Revista da Associação Médica Brasileira, 66, s03-s09.
Anggraini, D. 2022. Aspek Klinis Dan Pemeriksaan Laboratorium Penyakit Ginjal Kronik. An-Nadaa Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 236. https://doi.org/10.31602/ann.v9i2.9229
Annur, C. M. (2022). Total Kasus Gangguan Ginjal Akut di Indonesia Berdasarkan Statusnya (26 Oktober 2022). Databoks. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/10/28/sebanyak-58-pasien-gangguan-ginjal-akut-meninggal-pada-26-oktober-2022
Crisanto, E. Y., Djamaludin, D., Yulendasari, R., Rita Purnama, Triyono, T., & Umsani, U. (2022). Penyuluhan kesehatan tentang perilaku sehat pasien gagal ginjal kronik (GGK). JOURNAL OF Public Health Concerns, 2(2), 65–69. https://doi.org/10.56922/phc.v2i2.187
Diyono, Ediyono, S., & Santoso, B. (2023). Edukasi Dan Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Gagal Ginjal Dengan Aplikasi Q-Kidney. Abdimas Kosala, 2(1), 1–7.
Driyah, S., & Pradono, J. (2020). Korelasi Hemoglobin A1c dengan Hemoglobin dan Laju Filtrasi Glomerulus Penderita Diabetes dengan dan tanpa Komplikasi Gagal Ginjal Kronik di Bogor. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 30(4), 305–314. https://doi.org/10.22435/mpk.v30i4.3174
Fitria, L., Suranto, R. D. P., & Utami, I. D. (2019). Uji Taksistias Oral Akut Single Dose Fitrat Buah Luwingan (Ficus hispida L.f.) Pada Tikus (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) Galur Wistar. Jurnal Mangifera Edu, 4(1), 62–71.
Fitriani Tanjung, N., & Ladesvita, F. (2023). Hubungan Natrium dan Hemoglobin dengan Glomerulus Filtration Rate (GFR) pada Pasien Gagal Ginjal Kronik. Jurnal Keperawatan, 15(1), 439–450.
Haryana, N. R., & Chairunnisa, T. (2022). Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Chronic Kidney Disease Stage V, Diabetes Melitus II, Anemia dan Pseudoaneurisma Nila. Pontianak Nutriotion Jurnal, 5, 129–134.
Juwita, L., & Kartika, I. R. (2019). Pengalaman Pertama Menjalani Hemodialisa Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik. Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 4(1), 97–106. https://doi.org/http://doi.org/10.22216/jen.v4i1.3707
Kemenkes. (2017). Pedoman Interpretasi Data Klinik. Jakarta : Kemenkes. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Lailla, M., Zainar, Z., & Fitri, A. (2021). Perbandingan Hasil Pemeriksaan Hemoglobin Secara Digital Terhadap Hasil Pemeriksaan Hemoglobin Secara Cyanmethemoglobin. Jurnal Pengelolaan Laboratorium Pendidikan, 3(2), 63–68.https://doi.org/10.14710/jplp.3.2.63-68
Lilia, I. H., & Supadmi, W. (2020). Faktor Risiko Gagal Ginjal Kronik Pada Unit Hemodialisis Rumah Sakit Swasta di Yogyakarta. Majalah Farmasetika., 4(Suppl 1), 60–65. https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v4i0.25860
Muhamad, N. 2023. BPJS Kesehatan Kucurkan Rp24 Triliun untuk Penyakit Katastropik pada (2022). Databoks. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/07/03/bpjs-kesehatan-kucurkan- rp24-triliun-untuk-penyakit-katastropik-pada-2022
Mus, R., Thaslifa, T., Abbas, M., & Sunaidi, Y. (2021). Studi Literatur: Tinjauan Pemeriksaan Laboratorium. Jurnal Kesehatan Vokasional, 5(4), 242.
Notoatmodjo, S. (2018) Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Nugraha, G., Ningsih, N. A., Sulifah, T., & Fitria, S. (2021). Stabilitas Pemeriksaan Hematologi Rutin Pada Sampel Darah Yang Didiamkan Pada Suhu Ruang Menggunakan Cell-Dyn Ruby. The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist, 4(1), 21. https://doi.org/10.30651/jmlt.v4i1.8255
Permana, A. (2019). Perbandingan Kadar Hemoglobin Pra Dan Pasca Hemodialisa Pada Pasien Penderita Gagal Ginjal Kronik Di RSUD Karawang. Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 5(1), 7–13. https://doi.org/10.37012/anakes.v5i1.326
Pratama, A. S., Pragholapati, A., & Nurrohman, I. (2020). Mekanisme Koping pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisis di Unit Hemodialisa RSUD Bandung. Jurnal Smart Keperawatan, 7(1), 18.
https://doi.org/10.34310/jskp.v7i1.318
Rahayu, C. E. (2019). Pengaruh Kepatuhan Diet Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Sumber Waras. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 11(1), 12–19. https://doi.org/10.37012/jik.v11i1.63
Rokom.(2022). Kasus Gangguan Ginjal Akut Terus Menurun Sejak 18 Oktober 2022. Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan RI. Kasus Gangguan Ginjal Akut Terus Menurun Sejak 18 Oktober
Rosita, L., Cahya, A. A., & Arfira, F. athiya R. (2019). Hematologi Dasar. In Universitas Islam Indonesia.
Sari, Y., Simanjuntak, S., & Hutasoit, E. S. P. (2019). Hubungan Faktor Risiko dengan Penyakit Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisa. Jurnal Kedokteran Methodist, 12(2), 36–41.
Setyowati, R., Laila, H., Indah Wahyu, Y. I., YPIB Majalengka, Stik., & Majalengka, R.(2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Gagal Ginjal Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Di Rsud Majalengka Tahun 2020. Medical- Surgical Journal of Nursing Research Rahayu Setyowati, et.Al, 1(1), 49–63.
Sherwood, L. (2016) Human Physiology From Cells to System. 9th edn. STM.
Sugiyono, P., Dr. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Sutopo (ed.): kedua). Bandung: CV Alfabeta.
Susanto, Z. A., Marsudi, L. O., & Sulastri, N. (2022). Pemeriksaan Indeks Eritrosit Menggunakan Alat Mindray Bc-5150 Di Laboratorium RSUD AWS. Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo, 2(77), 69–73.
Syuhada, S., Izzuddin, A., & Yudhistira, H. (2021). Perbandingan Trombosit dengan Antikoagulan K2EDTA. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(1), 170– 176.
Syuhada, S., Triwahyuni, T., Nabigha, Z. A., Putri, B. T., & Priyayi, H. (2022). Perbandingan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah 3 mL, 2 mL, & 1 mL Dengan Antikoagulan K2EDTA Setelah Ditunda 4 Jam Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal, 2(3), 564–575.
Tisamalia, A.R. (2021). Perbedaan Indeks Eritrosit Menggunakan Antikoagulan K2EDTA Dan K3EDTA Setelah 2 Jam Pendiaman Pada Suhu Ruang.
Wijaya, W., Eranto, M., & Alfarisi, R. (2020). Perbandingan Jumlah Leukosit Darah Pada Pasien Appendisitis Akut Dengan Appendisitis Perforasi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 341–346
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Perawat Profesional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



