Hubungan Kepatuhan Diet Protein dengan Kadar Ureum dan Kreatinin pada Pasien CKD
DOI:
https://doi.org/10.37287/jppp.v8i1.1475Keywords:
Kepatuhan diet protein, kreatinin, ureumAbstract
Gagal ginjal kronik merupakan suatu kondisi ditandai oleh menurunnya fungsi ginjal secara bertahap dari waktu ke waktu. Salah satu indikator peningkatan fungsi gagal ginjal adalah kadar ureum dan kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan diet rendah protein dengan kadar ureum dan kreatinin pada pasien CKD di ruang ICU RS Aisyiyah Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 37 pasien. Teknik sampel menggunakan purpossive sampling dan besarnya sampel dihitung dengan rumus slovin sehingga didapatkan besar sampel sebanyak 34 orang. Instrumen penelitian untuk mengukur kepatuhan diet menggunakan kuesione kepatuhan diet dengan skala gutman dan hasil laboratorium kadar ureum dan kreatinin. Analisa kedua variabel menggunakan uji pearson correlation. Hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet rendah protein dan kadar ureum dengan nilai Sig. value sebesar 0,000 < 0,05. Selain itu, hubungan kepatuhan diet rendah protein dan kadar kreatinin juga dapat diterima dengan nilai Sig. value sebesar 0,021 < 0,05.
References
Afra, D. nur, & Rusdiana, T. (2022). Diet rendah protein dengan penambahan suplemen kombinasi asam amino esensial dan ketoanalog pada pasien gagal ginjal kronis. Farmaka, 18(1), 53–59.
Anggraeni, T. A. D. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di rs puri husada yogyakarta. Poltekkes Kemenkes yogyakarta.
Gounden, V., & Jialal, I. (2019). Renal function tests. Europe PMC.
International Society of Nephrology. (2024). Help raise awareness. Diambil 26 September 2025, dari https://www.theisn.org/more-than-850-million-worldwide-have-some-form-of-kidney-disease-help-raise-awareness/
Istiqomah, N., Hadjam, M. N. R., Yuniarti, K. W., Paramastri, I., & Thaha, M. (2022). Peran Resiliensi, Positive Social Relationships, dan Health Belief terhadap Kesejahteraan Emosi Pasien Hemodialisis. Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi, 13(1), 56–77. https://doi.org/10.21107/personifikasi.v13i1.13958
Kalantar-Zadeh, K., Joshi, S., Schlueter, R., Cooke, J., Brown-Tortorici, A., Donnelly, M., … Kovesdy, C. (2020). Plant-Dominant Low-Protein Diet for Conservative Management of Chronic Kidney Disease. Nutrients, 12(7), 1931. https://doi.org/10.3390/nu12071931
Kemenkes RI. (2023). Gejala gagal ginjal kronis sering tidak terasa, tiba-tiba stadium 5. Diambil 26 September 2025, dari https://kemkes.go.id/id/ gejala-penyakit-ginjal-kronis-sering-tidak-terasa-tiba-tiba-stadium-5
Lestari, D. I., Prawito, N., & Rustanti, E. (2023). Hubungan Pengetahuan Pasien Tentang Penyakit Gagal Ginjal Kronis Dengan Kepatuhan Diet Di Ruang Hemodialisis Rsud Lawang. PRIMA WIYATA HEALTH, 4(1), 16–29.
Mashumah, N., Bintanah, S., & Handarsari, E. (2024). Hubungan asupan protein dengan kadar ureum, kreatinin, dan kadar hemoglobin darah pada penderita gagal ginjal kronik hemodialisa rawat jalan di RS Tugurejo, Semarang. Jurnal Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang, 3(1), 22–32.
Nofiyanti, A., Nurhayati, A., Junita, D. E., & Ambar Wati, D. (2025). Asupan Protein Dengan Kadar Ureum Dan Kreatinin Pasien Gagal Ginjal Kronik Hemodialisa Rsud Pringsewu. Media Gizi Pangan, 32(1), 88–93. https://doi.org/10.32382/mgp.v32i1.835
Nopriani, N., Chrisanto, E. Y., & Kusumaningsih, D. (2024). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gagal Ginjal Kronik Pada Pasien Hemodialisa di RS. Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Malahayati Nursing Journal, 6(5), 2127–2142. https://doi.org/10.33024/mnj.v6i5.11781
PERNEFRI. (2023). Konsesus gangguan ginjal akut. Jakarta.
Sa’diyah, P. N. H. (2022). Hubungan asupan protein dengan kadar ureum dan kreatinin darah pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto. STIKES bina sehat.
Sacher, R. A., & Pherson. (2024). Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Edisi 11. Jakarta: EGC.
Sinaga, H., Prastyawati, R., Prettu, rivie joan, Surbakti, beby syahputra, & Sulistianingsih. (2023). Ureum and creatinin levels of kidney failure patients pra and post hemodialysis in Jayapura General Hospital Papua. Jurnal Sains dan Kesehatan, 5(4), 557–568. Diambil dari https://doi.org/10.30872/rqszt256
Subekti, D. (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan Diet dengan Kepatuhan Diet pada Pasien Gagal Ginjal Kronik. Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan, 3(1), 40–51.
Suryawan, Arjani, & Sudarmanto. (2021). Gambaran kadar ureum dan kreatinin serum pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis di RSUD sanjiwani gianyar. Meditory, (1), 1019–1030. https://doi.org/10.1016/B978-0-323-05876-6.00086-1
Ulya, L., Krisbiantoro, P., Hartinah, D., Karyati, S., & Widaningsih. (2020). Hubungan Durasi Hemodialisa dengan Tekanan Darah Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisasi RSI Pati. Indonesia Jurnal Perawat, 5(1), 1–7. Diambil dari https://ejr.umku.ac.id/index.php/ijp/article/view/938/598
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Perawat Profesional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



