Hubungan Perawatan Kaki dengan Karakteristik Luka pada Pasien Diabetes Mellitus
DOI:
https://doi.org/10.37287/jppp.v7i4.102Keywords:
diabetes mellitus, karakteristik luka, perawatan kakiAbstract
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit dengan angka prevalensin terus meningkat secara global, tidak hanya di negara maju tetapi juga di negara berkembang. Komplikasi DM salah satunya ulkus diabetikum, kondisi ini dapat mengakibatkan jaringan serta kulit di sekitar luka menjadi busuk, bau, dan berwarna hitam. Ulkus diabetikum proses penyembuhannya menjadi lama diakibatkan oleh kerusakan saraf dan sirkulasi darah yang tidak lancar. Maka untuk mencegah terjadinya luka diabetikum pada pasien diebetes mellitus diperlukan kesadaran diri dalam mengontrol kadar gula darah, aktivitas fisik, rutin minum obat dan perawatan kaki yang rutin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perawatan kaki dengan karakteristik luka pada pasien diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 30 responden, teknik sampling dalam penelitian ini purposive sampling, dengan uji statistic spearmen’s Rho. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner karakteristik luka (Maggit-Wagner). Hasil penelitian diperoleh p-value 0,114 (>0,05) dimana tidak ada hubungan perawatan kaki dengan karakteristik luka pada pasien diabetes mellitus.
References
Annisa Pahlawati, & Nugroho, P. S. (2019). HubunganTingkat Pendidikandan Usiadengan Kejadian HipertensidiWilayah Kerja Puskesmas Palaran Tahun 2019. Borneo Student Research, 8(4), 1–5. https://doi.org/10.33024/jdk.v8i4.2261
Azis, W. A., Muriman, L. Y., & Burhan, S. . (2020). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dengan Gaya Hidup Pada Penderita Diabetes Melitus. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 2(1), 105–114.
Barnoya, J., & Glantz, S. A. (2005). Cardiovascular effects of secondhand smoke: Nearly as large as smoking. Circulation, 111(20), 2684–2698. https://doi.org/10.1161/CIRCULATIONAHA.104.492215
Hidhayah, D. A., & , Sodiq Kamal, N. H. (2021). Hubungan lama sakit dengan kejadian luka pada penderita Diabetes Melitus di Kabupaten Magelang tahun 2020. In Borobudur Nursing Review (Vol. 1, Issue 1, pp. 1–11). Borobudur Nursing Review,. https://doi.org/10.15302/J-QB-021-0271
Hoque, S., Muttalib, M., Islam, M. I., Khanam, P. A., Akter, N., & Akber, T. (2017). Prevalence of Nephropathy with Evaluation of HbA1c Level and other Associated Risk Factors in Type 2 Diabetic Patients in a Tertiary Level Hospital. KYAMC Journal, 8(1), 21–26. https://doi.org/10.3329/kyamcj.v8i1.33868
Jalilian, M., & Shiri, S. (2022). The reliability of the Wagner Scale for evaluation the diabetic wounds: A literature review. Diabetes and Metabolic Syndrome: Clinical Research and Reviews, 16(1), 102369. https://doi.org/10.1016/j.dsx.2021.102369
Kuguyo, O., Muhaso, C., Nyandoro, S., Chirenda, J., Chikwasha, V., Mageza, A. C., Gwanzura, L., Mukona, D. M., & Matimba, A. (2020). Perspectives of healthcare workers on factors influencing diabetes management and diabetic foot problems in Zimbabwe. Journal of Endocrinology, Metabolism and Diabetes of South Africa, 25(3), 57–62. https://doi.org/10.1080/16089677.2020.1817283
Mamurani, D. A. P., Jamaluddin, M., & Mutmainna, A. (2023). Analisis Faktor Risiko Terjadinya Luka Kaki Diabetik Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Klinik Perawatan Luka ETN Centre dan RSUD Kota Makassar. JIMPK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 3, 19–28.
McDermott, K., Fang, M., Boulton, A. J. M., Selvin, E., & Hicks, C. W. (2023). Etiology, Epidemiology, and Disparities in the Burden of Diabetic Foot Ulcers. Diabetes Care, 46(1), 209–211. https://doi.org/10.2337/dci22-0043
Mitasari, G., Saleh, I., & Marlenywati, M. (2019). Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ulkus Diabetika Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Rsud. Dr. Soedarso Dan Klinik Kitamura Pontianak. JUMANTIK: Jurnal …, 1, 325–335. http://openjurnal.unmuhpnk.ac.id/index.php/JJUM/article/view/160
Resti, H. Y., & Cahyati, W. H. (2022). Kejadian Diabetes Melitus Pada Usia Produktif Di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. Higeia Journal Of Public Health Research And Development, 6(3), 350–361. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia
Rohmah, S. (2019). Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan Luka Kaki Diabetik Pada Pasien Diabetes. Journal of Midwifery and Public Health, 1(1), 23. https://doi.org/10.25157/jmph.v1i1.2001
Sari, C. W. M., Lestari, T., & Pebrianti, S. (2021). Gambaran Perilaku Perawatan Kaki Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perawatan Kaki Pada Penderita Diabetes Mellitus di Garut. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 6(3). https://doi.org/10.30651/jkm.v6i3.8265
Sukron, S. (2024). Perawatan Kaki Diabetic Pada Pasien Diabetes Melitus Dalam Pencegahan Diabetic Foot Ulcer (Dfu). Masker Medika, 12(1), 78–87. https://doi.org/10.52523/maskermedika.v12i1.604
Suparyanto dan Rosad. (2020). Analisis Multifaktor Yang Berhubungan Dengan SelfManagement Pada Pasien Diabetic Foot Ulcer (Dfu). 5(3), 248–253.
Suryati, I. (2021). Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s. Health Journal, 6, 1–8.
Wahyuningsih, S., Nugroho, H., Suhartono, S., Hadisaputro, S., & Adi, M. S. (2019). Faktor Risiko Kejadian Nefropati Diabetika pada Wanita. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 4(1), 18. https://doi.org/10.14710/jekk.v4i1.4426.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Penelitian Perawat Profesional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



