Menyebarkan Kesadaran dan Manfaat Sunatan Massal: Melangkah Menuju Kesehatan yang Lebih Baik
DOI:
https://doi.org/10.37287/jpm.v8i1.987Keywords:
agama, budaya, infeksi, kesehatan, komunitas, sunatanaAbstract
Sunatan merupakan praktik bedah yang umum dilakukan di berbagai komunitas baik dengan alasan agama, budaya, maupun kesehatan. Manfaat sunatan meliputi pencegahan infeksi saluran kemih, pengurangan risiko kanker tertentu, serta peningkatan kesehatan seksual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya sunat, bahaya tidak disunat, dan sunat dari perspektif agama dan budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya sunat, bahaya tidak disunat, dan sunat dari perspektif budaya. Jumlah peserta sunatan massal sebanyak 40 orang. Pelaksanaan sunatan massal difokuskan untuk membantu anak laki-laki dari keluarga kurang mampu. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat sunat serta terlaksananya sunatan massal dengan lancar. Kegiatan ini mendukung peningkatan kesehatan anak-anak dan kesadaran masyarakat terhadap praktik sunat yang benar.
References
Auvert, B., Taljaard, D., Lagarde, E., Sobngwi-Tambekou, J., Sitta, R., & Puren, A. (2005). Randomized, controlled intervention trial of male circumcision for reduction of HIV infection risk: The ANRS 1265 trial. PLoS Medicine, 2(11), 1112–1122. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.0020298
Gonçalves, M. F. M., Fernandes, Â. R., Rodrigues, A. G., & Lisboa, C. (2022). Microbiome in Male Genital Mucosa (Prepuce, Glans, and Coronal Sulcus): A Systematic Review. Microorganisms, 10(12), 1–16. https://doi.org/10.3390/microorganisms10122312
Ismail, W. M., Siregar, N. P., & Pasaribu, S. R. (2023). Edukasi Manfaat Sirkumsisi Untuk Pencegahan Infeksi Saluran Kemih Di RSU Madani Medan. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 334–338. https://doi.org/10.32696/AJPKM.V7I2.1934
Liu, C. M., Prodger, J. L., Tobian, A. A. R., Abraham, A. G., Kigozi, G., Hungate, B. A., Aziz, M., Nalugoda, F., Sariya, S., Serwadda, D., Kaul, R., Gray, R. H., & Price, L. B. (2017). Penile anaerobic dysbiosis as a risk factor for HIV infection. MBio, 8(4), 1–10. https://doi.org/10.1128/mBio.00996-17
Mehta, S. D. (2022). The Effects of Medical Male Circumcision on Female Partners’ Sexual and Reproductive Health. Current HIV/AIDS Reports, 19(6), 501–507. https://doi.org/10.1007/s11904-022-00638-6
Pasaribu, D. A., Sembiring, E., Hutahaean, M., Studi, P., Keperawatan, I., Kesehatan, F., Kesehatan, I., Utara, S., & Com, E. (2024). Hubungan Pengetahuan Orang Tua Dengan Perawatan Luka Sirkumsisi Pada Anak Usia Sekolah 10 – 12 Tahun. Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA, 10(2), 246–253. https://doi.org/10.52943/JIKEPERAWATAN.V10I2.1591
Prodger, J. L., Abraham, A. G., Tobian, A. A. R., Park, D. E., Aziz, M., Roach, K., Gray, R. H., Buchanan, L., Kigozi, G., Galiwango, R. M., Ssekasanvu, J., Nnamutete, J., Kagaayi, J., Kaul, R., & Liu, C. M. (2021). Penile bacteria associated with HIV seroconversion, inflammation, and immune cells. JCI Insight, 6(8), 1–12. https://doi.org/10.1172/jci.insight.147363
Tobian, A. A. R., Gray, R. H., & Quinn, T. C. (2010). Male circumcision for the prevention of acquisition and transmission of sexually transmitted infections: The case for neonatal circumcision. Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine, 164(1), 78–84. https://doi.org/10.1001/archpediatrics.2009.232
Yulinda, A., & Fitriyah, N. (2018). Perbedaan Pengetahuan Remaja Tentang Sadari Sebelum Dan Sesudah Penyuluhan Kesehatan Di SMKN 5 Surabaya. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education, 6(2), 116–128. https://doi.org/10.20473/JPK.V6.I2.2018.116-128
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Upik Rahmi, Susi Gustina, Lisna Anisa Fitriana, Suci Tuty Putri, Farida Murtiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.