Edukasi Kesehatan dan Pelatihan Relaksasi Otot
DOI:
https://doi.org/10.37287/jpm.v7i6.1370Keywords:
edukasi kesehatan, kelelahan kerja, manajemen kelelahan kerja, relaksasi ototAbstract
Kelelahan kerja merupakan suatu mekanisme perlindungan agar tubuh dapat terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Gejala yang muncul akibat kelelahan kerja ditandai dengan letih, otot tegang, nyeri, kaku, dan sakit kepala. Dari kelelahan kerja ini dapat menyebabkan penurunan kualitas kerja dan produktivitas. Oleh sebab itu diperlukan adanya suatu menajemen untuk mengelola kelelahan kerja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan dan pelatihan relaksasi otot untuk mengurangi keluhan yang disebabkan akibat kelelahan kerja. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 18 karyawan industri pengecoran logam. Kegiatan dimulai dengan pemberian edukasi kesehatan terkait pentingnya manajemen kelelahan kerja dengan relaksasi otot kemudian dilanjutkan dengan sesi pelatihan relaksasi otot untuk mengurangi keluhan akibat kelelahan kerja. Evaluasi dari kegiatan ini dapat dilihat dengan keaktifan dari peserta dalam pelatihan dan diskusi tanya jawab. Kegiatan pengabdian ini mendapatkan respon yang positif dari peserta dengan banyaknya pertanyaan dan antusiasme dari peserta selama kegiatan berlangsung.
References
Bertan, B., & Selim, H. (2025). Monitoring and Identifying Occupational Health and Safety Risks in Various Foundry Processes Using the ELMERI Method. Processes, 13. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/pr13041132
Cahyani, K. ., Baruna, A. ., & Tarniah. (2024). Program Latihan dan Edukasi Fisioterapi Dalam Mengatasi Neck Pain Pada Pekerja Produksi Roti di Pakis. Health Care, 2(2), 153–158. https://doi.org/https://doi.org/10.62354/healthcare.v2i2.44
Fathika, R. N., & Astuti, D. (2024). Hubungan Postur Kerja, Usia Pekerja, Dan Masa Kerja Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pasa Pekerja Pengecoran Logam Di Ceper Klaten. Indonesian Journal of Science, 1(2), 131–142.
Fitriani, Erika, K. A., & Syahrul. (2019). Progressive Muscle Relaxation dalam Menurunkan Nyeri. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 36–40.
Furqan, M., Pratama, U., & Fazlylawati, E. (2024). Pengaruh Terapi Progressive Muscle Relaxation dalam Menurunkan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Sains Dan Kesehatan (JUSIKA), 8(2), 2024.
Jatmika, M., Fachrin, S. ., & Sadidi, M. (2022). Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan MSDS Pada Pekerja Buruh Di Pelabuhan Yos Sudarso Tual. Window of Public Health Journal, 3(3), 565–576.
Kementrian Kesehatan RI. (2018). Laporan Nasional Rikesdas 2018.
Siahaan, S. A., Ansela, R. D., & Daulay, W. (2023). Efektifitas Progressive Muscle Relaxation Terapi Pada Pasien Ansietas: Literature Review. Community Development Journal, 4(2), 3542–3552.
Tilameo, A. L., Nurhayati, Limbong, M., & Mahmud, Y. (2023). Penerapan Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) Untuk Menurunkan Tekanan. Jurnal Masiding Na Maupe (JMM), 1(2), 39–43.
Yusniar, & Purba, D. P. (2022). Pelatihan Terapi Progressive Muscle Relaxation Untuk Tenaga Kesehatan Dalam Mengurangi Dampak Psikologis Di Masa Pandemi. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 5(12), 4515–4522.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dewi Saroh, Sevy Astriyana, Indah Tri Susilowati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.