Pendampingan Pembentukan Tim Pencatatan dan Pelaporan Kesehatan Berbasis Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.37287/jpm.v7i5.2028Keywords:
kader kesehatan, pencatatan kesehatan, pelaporan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, sistem informasi kesehatanAbstract
Permasalahan pencatatan dan pelaporan kesehatan di tingkat desa masih menjadi tantangan dalam mendukung sistem informasi kesehatan yang akurat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membentuk tim pencatatan dan pelaporan kesehatan berbasis masyarakat serta meningkatkan kapasitas kader di Desa Beting Kuala Kapias, Kota Tanjungbalai. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, pelatihan, pembentukan tim, dan pendampingan selama empat minggu. Sebanyak 25 kader kesehatan terlibat dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader dengan rata-rata skor dari 55 (pre-test) menjadi 76 (post-test) atau meningkat sebesar 38,2%. Kader juga mampu mengimplementasikan format pencatatan sederhana secara konsisten, serta terbentuknya tim pencatatan dengan struktur yang jelas. Pendampingan berkelanjutan mendorong kemandirian kader dalam menyusun laporan kesehatan secara berkala. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan efektif dalam meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan kesehatan di tingkat desa. Model ini berpotensi direplikasi untuk memperkuat sistem informasi kesehatan berbasis masyarakat di wilayah lain.
References
AbouZahr, C., & Boerma, T. (2019). Health information systems: the foundations of public health. Bulletin of the World Health Organization, 97(9), 578–583. https://doi.org/10.2471/BLT.19.234948
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
Kurniawan, A., Prasetyo, B., & Lestari, D. (2021). Analisis kualitas data kesehatan di tingkat desa dalam mendukung sistem informasi kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 16(2), 85–92. https://doi.org/10.21109/kesmas.v16i2.3456
Lippeveld, T., Sauerborn, R., & Bodart, C. (2020). Design and implementation of health information systems. Geneva: World Health Organization.
Pratama, Y., & Nugraheni, S. (2020). Pemberdayaan masyarakat dalam penguatan sistem kesehatan desa. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 8(2), 134–142. https://doi.org/10.20473/jaki.v8i2.2020.134-142
Rahman, F., Yusuf, A., & Dewi, R. (2023). Community-based health reporting system strengthening in rural areas. BMC Public Health, 23, 1123. https://doi.org/10.1186/s12889-023-11234-5
Rifai, M., Handayani, S., & Nugroho, A. (2020). Efektivitas pelatihan kader dalam meningkatkan pencatatan kesehatan masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(1), 45–52. https://doi.org/10.14710/jpki.15.1.45-52
Sari, N., Putri, R., & Hidayat, T. (2022). Implementasi sistem pencatatan kesehatan berbasis masyarakat di wilayah pesisir. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(1), 12–20. https://doi.org/10.25311/keskom.v8i1.789
Utami, S., Wibowo, H., & Santoso, B. (2021). Peran kader dalam sistem informasi kesehatan berbasis masyarakat. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(3), 210–218. https://doi.org/10.30597/mkmi.v20i3.12345
World Health Organization. (2021). Global strategy on digital health 2020–2025. Geneva: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sri Malemna Br Barus, Meni Fuzi Astuti Tanjung, Selvi Puspan Sari, Nisah Nisah, Eva Maulina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.