Strategi Pencegahan Stunting di Persimpangan Bukti Ilmiah dan Realitas Sosio-Kultural: Sebuah Tinjauan Sistematis Berbasis Filsafat Kesehatan

Authors

  • Henik Istikhomah Universitas Sebelas Maret
  • Suryo Ediyono Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.37287/jlh.v6i4.643

Keywords:

aksiologi, epistemology, filsafat kesehatan, ontology, pencegahan, prisma, stunting, tinjauan sistematis

Abstract

Stunting, atau kegagalan pertumbuhan linear pada anak, tetap menjadi krisis kesehatan global meskipun berbagai intervensi telah diterapkan. Secara global, 149,2 juta anak balita mengalami stunting, dan prevalensi di Indonesia masih melampaui ambang batas WHO. Kegagalan program yang berulang menunjukkan adanya kesenjangan antara desain intervensi berbasis bukti ilmiah dan realitas sosio-kultural masyarakat. Tinjauan sistematis ini bertujuan membandingkan efektivitas berbagai strategi pencegahan stunting serta menganalisisnya secara kritis melalui kerangka filsafat kesehatan yang mengintegrasikan dimensi ontologis (hakikat masalah), epistemologis (validitas pengetahuan), dan aksiologis (nilai dan etika). Penelitian ini mengikuti panduan PRISMA 2020 dengan penelusuran literatur pada PubMed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda untuk artikel tahun 2019–2025. Data studi yang relevan diekstraksi sebanyak 8 artikel dari 1578 artikel, dinilai risiko biasnya, dan disintesis secara naratif. Hasil: Intervensi gizi-spesifik seperti suplementasi terbukti efektif secara biologis dalam jangka pendek, namun keberlanjutannya rendah tanpa integrasi konteks lokal. Sebaliknya, pendekatan multi-sektoral yang sensitif budaya dan berbasis komunitas menunjukkan keberlanjutan lebih tinggi. Analisis filosofis mengungkap tiga hambatan utama: konflik ontologis antara definisi biomedis dan persepsi budaya, hierarki epistemologis yang menomorsatukan bukti global atas pengetahuan lokal, serta kegagalan aksiologis dalam menyesuaikan intervensi dengan nilai kolektivisme masyarakat. Pencegahan stunting yang efektif dan berkelanjutan memerlukan pergeseran paradigma dari “evidence-based” menuju “context-based evidence” yang pluralistik, dengan intervensi yang selaras secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis dengan realitas masyarakat sasaran.

References

Bhakuni, H., & Abimbola, S. (2021). Epistemic injustice in academic global health. The Lancet Global Health, 9(10), e1465–e1470. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(21)00301-6

Global Nutrition Report. (2021). 2021 Global Nutrition Report: The state of global nutrition. Development Initiatives.

Humaedi, M. A., et al. (2025). The role of rural women and gotong royong in village fund allocation for stunting prevention in Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2023. Kementerian Kesehatan RI.

Larasati, D. A., & Sulaeman, E. S. (2024). The experience of health cadres in detecting and preventing stunting in childhood: A qualitative study. Belitung Nursing Journal, 10(2), 162–171. https://doi.org/10.33546/bnj.3276

M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., Shamseer, L., Tetzlaff, J. M., Akl, E. A., Brennan, S. E., Chou, R., Glanville, J., Grimshaw, J. M., Hróbjartsson, A., Lalu, M. M., Li, T., Loder, E. W., Mayo-Wilson, E., McDonald, S., … Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: an updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71

Park, J. J. H., et al. (2020). Interventions to improve linear growth during the first 1000 days: A systematic review and comparative effectiveness analysis. Maternal & Child Nutrition, 16(Suppl 1), e12938. https://doi.org/10.1111/mcn.12938

Putri, L. D., Agustin, H., Bakti, I., & Suminar, J. R. (2025). Genetic perception versus nutritional factors: Analyzing the indigenous Baduy community’s understanding of stunting as a health issue. International Journal of Environmental Research and Public Health, 22(2), 145.

Sari, D. K., Poddar, S., & Taufik, T. (2023). Community perception on stunting, its prevention, and ethnomedicine use in rural Gorontalo, Indonesia. Jambura Science and Sudo-Community Review, 1(2), 56–69. https://doi.org/10.37905/jsscr.v1i2.31584

Stewart, C. P., Iannotti, L., Dewey, K. G., Michaelsen, K. F., & Onyango, A. W. (2013). Contextualising complementary feeding in a broader framework for stunting prevention. Maternal & Child Nutrition, 9(Suppl 2), 27–45. https://doi.org/10.1111/mcn.12088

Subramanian, S. V., Rukmini, S., & Joe, W. (2016). Reconsidering the relationship between macroeconomic growth and child stunting in India: A critique and new estimates. Maternal & Child Nutrition, 12(4), 849–862. https://doi.org/10.1111/mcn.12211

Wibowo, A., et al. (2024). A machine learning-based prediction model for stunting in Indonesian children. PLoS ONE, 19(5), e0291234.

World Health Organization. (2014). Global nutrition targets 2025: stunting policy brief. WHO.

World Health Organization. (2021). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/The World Bank Group joint child malnutrition estimates. WHO.

Zulfitrawati, & Mukty, A. (2025). The relationship between maternal characteristics and knowledge with the incidence of stunting in children: A literature review. ARCHI: Journal of Community Health and Medical Science, 1(1), 27–35. https://doi.org/10.59867/archi.v1i1.1110

Downloads

Published

2025-12-08

How to Cite

Istikhomah, H., & Ediyono, S. (2025). Strategi Pencegahan Stunting di Persimpangan Bukti Ilmiah dan Realitas Sosio-Kultural: Sebuah Tinjauan Sistematis Berbasis Filsafat Kesehatan. Journal of Language and Health, 6(4), 11–20. https://doi.org/10.37287/jlh.v6i4.643