Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada Petani

Authors

  • Waluyo Rudiyanto Universitas Lampung
  • Suharmanto Suharmanto Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.37287/jlh.v6i3.505

Keywords:

GERD, gaya hidup, kecemasan, stres

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan saluran pencernaan yang disebabkan oleh multifaktor seperti gaya hidup, kondisi psikologis dan mental serta lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan membuat model prediksi kejadian GERD. Penelitian merupakan kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Marga Agung Lampung Selatan bulan Mei-Oktober 2025. Populasi penelitian ini adalah seluruh petani sebanyak 470 orang dengan jumlah sampel sebanyak 95 petani menggunakan simple random sampling. Variabel bebas adalah gaya hidup (pola makan, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok), kecemasan dan stress dan variabel terikat adalah kejadian GERD. Alat pengumpul data menggunakan lembar kuesioner yang sudah valid dan reliabel dengan nilai r=0,768-0,854 dan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,981. Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan analisis menggunakan nilai rata-rata dan persentase, uji Chi-Square dan analisis regresi logistik ganda. Hasil penelitian mendapatkan bahwa sebagian besar responden berusia 41-60 tahun (47,7%), perempuan (75,8%), pendidikan SMA (40%), aktivitas fisik ringan (54,7%), tidak merokok (83,2%), pola makan baik (94,7%), tidak minum alkohol (100%), tidak mengonsumsi jamu herbal (58,9%), psikis tidak terganggu (86,3%), tidak cemas (95,8%) dan mengalami gejala GERD (50,5%). Analisis mendapatkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor-faktor yang diteliti. Variabel yang paling berhubungan dengan kejadian GERD adalah kondisi psikis.

 

References

Ajjah, B. F. F., Mamfaluti, T., & Putra, T. R. I. (2020). HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN TERJADINYA GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD). Journal of Nutrition College, 9(3). https://doi.org/10.14710/jnc.v9i3.27465

Boulton, K. H. A., & Dettmar, P. W. (2022). A narrative review of the prevalence of gastroesophageal reflux disease (GERD). In Annals of Esophagus (Vol. 5). https://doi.org/10.21037/AOE-20-80

Chen, Y., Chen, C., Ouyang, Z., Duan, C., Liu, J., Hou, X., & Bai, T. (2022). Prevalence and beverage-related risk factors of gastroesophageal reflux disease: An original study in Chinese college freshmen, a systemic review and meta-analysis. Neurogastroenterology and Motility, 34(5). https://doi.org/10.1111/nmo.14266

Darnindro, N., Manurung, A., Mulyana, E., & Harahap, A. (2020). Prevalence of Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) in Dyspepsia Patients in Primary Referral Hospital. The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy, 19(2). https://doi.org/10.24871/192201891-96

Firmansyah, M. A. (2014). Penatalaksanaan Gangguan Saluran Cerna dalam Kehamilan MEDICAL REVIEW. Medicinus, 27(1).

Gosal, D., Santoso, R. E., & Firmansyah, Y. (2021). Association between gastroesophageal reflux disease-questionnaire factors and gastroesophageal reflux disease incidence at Kardinah general hospital inpatient wards. International Journal of Advances in Medicine, 8(2). https://doi.org/10.18203/2349-3933.ijam20210260

Hidayati, P. H., Andi Ambar Yusufputra, Asrini Safitri, Nurfachanti, & Syamsu, R. F. (2022). Hubungan Body Mass Index ( BMI ) terhadap Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease ( GERD ). Window of Health : Jurnal Kesehatan. https://doi.org/10.33096/woh.v5i02.15

Katzka, D. A., & Kahrilas, P. J. (2020). Advances in the diagnosis and management of gastroesophageal reflux disease. The BMJ, 371. https://doi.org/10.1136/bmj.m3786

Putra, H., Jurnalis, Y. D., & Sayoeti, Y. (2019). Tatalaksana Medikamentosa pada Penyakit Saluran Cerna. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(2). https://doi.org/10.25077/jka.v8i2.1019

Ramatillah, D. L., Sintya Dewi, N. M., & Trisna Dewi, K. (2022). PENCEGAHAN PENYAKIT GERD MELALUI GAYA HIDUP SEHAT. KAMI MENGABDI, 2(2). https://doi.org/10.52447/km.v2i2.6512

Sakti, P. T., & Mustika, S. (2022). Analisis Faktor Risiko Gastro-Esophageal Reflux Disease di Era Pandemi COVID-19 pada Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 9(3). https://doi.org/10.7454/jpdi.v9i3.793

Surya, H. (2020). Tata Laksana Gastroesophageal Reflux Disease dalam Masa Pandemi Covid. MEDICINUS, 33(3). https://doi.org/10.56951/medicinus.v33i3.71

Syadiyah, E. M., Dewi, N. P. P. S., Adwitiya, K. C., Putra, G. U. D., & Noviana, A. C. (2022). Hubungan Tingkat Stress Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Dengan Angka Kejadian Gerd di Puskesmas Pandan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto Pada Bulan September Tahun 2021. CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal, 3(1). https://doi.org/10.37148/comphijournal.v3i1.64

Syam, A. F., Hapsari, P. F., & Makmun, D. (2016). The Prevalence and Risk Factors of GERD among Indonesian Medical Doctors. Makara Journal of Health Research, 20(2). https://doi.org/10.7454/msk.v20i2.5740

Taraszewska, A. (2021). Risk Factors For Gastroesophageal Reflux Disease Symptoms Related To Lifestyle And Diet. In Roczniki Panstwowego Zakladu Higieny / Annals of the National Institute of Hygiene (Vol. 72, Issue 1). https://doi.org/10.32394/rpzh.2021.0145

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Rudiyanto, W., & Suharmanto, S. (2025). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada Petani. Journal of Language and Health, 6(3), 161–170. https://doi.org/10.37287/jlh.v6i3.505

Most read articles by the same author(s)