Hubungan Tingkat Pengetahuan, Status Gizi dan Siklus Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri
DOI:
https://doi.org/10.37287/jppp.v7i4.85Keywords:
anemia, status gizi, siklus menstruasi, tingkat pengetahuanAbstract
Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin dan sel darah merah dari normal yaitu 12 gr/dl, remaja putri memiliki resiko tinggi mengalami anemia karena dapat membuat daya tahan pada tubuh menurun sehingga rentan menyebabkan gangguan kesehatan. Anemia disebabkan oleh pemahaman yang rendah tentang zat besi, kadar hemoglobin yang rendah, panjangnya durasi menstruasi, penyakit infeksi, status sosial serta pola makan yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, status gizi dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Makarti jaya pada bulan Juni 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas VII dan VIII di SMP Negeri 1 Makarti Jaya berjumlah 165 remaja putri dengan menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah sampel sebanyak 62 responden dengan teknikpengambilan sampel non random dengan metode Purposive Sampling. Menggunakan alat pengumpulan data berupa kuisioner pengetahuan, status gizi dan siklus menstrasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariate, analisis univariat meliputi kejadian anemia, tingkat pengetahuan, status gizi dan siklus menstruasi. Sedangkan analisis bivariate menggunakan uji chi square . hasil penelitian didapatkan p-value = 0,478 (sig> 0,05) artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadiana anemia, p-value = 0,018 (sig< 0,05) artinya ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadiana nemia, p-value = 0,000 (sig< 0,05) artinya ada hubungan yang signifikan antara siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Makarti Jaya.
References
Anggoro, S. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Anemia pada Siswi SMA. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 10(3), 341–350.
Anisa Yulianti, S., Aisyah, S., & Handayani, S. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Anemia pada Remaja Putri. Lentera Perawat, 5(1), 10–17. https://doi.org/10.52235/lp.v5i1.276
Arifarahmi, A. (2021). Pengetahuan tentang Anemia dengan Kadar Hemoglobin Remaja Putri. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 10(2), 463. https://doi.org/10.36565/jab.v10i2.417
Brabin, B. J., Hakimi, M., & Pelletier, D. (2001). An analysis of anemia and pregnancy-related maternal mortality. The Journal of Nutrition, 131(2S-2), 604S–615S. https://doi.org/10.1093/jn/131.2.604S
Buser, M. C., et al. (2017). Dietary patterns and iron status among high school girls. Journal of Adolescent Health, 60(3), 264–271. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2016.10.023
Darmawati, D., Fithria, F., Wardani, E., & Saumiana, N. (2020). The Effectivity of Health Counseling To The Increase of Knowledge In Preventing Iron Deficiency Anemia In Pregnant Women. Jurnal Medika Veterinaria, 14(1), 68–73. https://doi.org/10.21157/j.med.vet..v14i1.16759
Dewey, K. G., & Adu-Afarwuah, S. (2008). Systematic review of the efficacy and effectiveness of complementary feeding interventions in developing countries. Maternal & Child Nutrition, 4(s1), 24–85. https://doi.org/10.1111/j.1740-8709.2007.00124.x
Dewi, A. R., et al. (2019). Efektivitas suplementasi zat besi dan asam folat terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Pangan, 14(2), 131–138. https://doi.org/10.25182/jgp.2019.14.2.131-138
Galloway, R., McGuire, J., & Golden, M. (1997). Women's perceptions of iron deficiency and anemia prevention and control in nine developing countries. Social Science & Medicine, 44(12), 1927–1938. https://doi.org/10.1016/S0277-9536(97)00190-0
Haider, B. A., & Bhutta, Z. A. (2015). Multiple-micronutrient supplementation for women during pregnancy. Cochrane Database of Systematic Reviews, (11), CD004905. https://doi.org/10.1002/14651858.CD004905.pub4
Haider, B. A., et al. (2016). Anemia among adolescent girls in low‐ and middle‐income countries. Journal of Adolescent Health, 59(2), S93–S100. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2016.05.018
Kemenkes RI. (2020). Pedoman pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri pada masa pandemi COVID 19. Kementerian Kesehatan RI. http://appx.alus.co/direktoratgiziweb/katalog/ttd-rematri-ok2.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan RISKESDAS 2018. Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id/article/view/19093000001/penyakit-jantung-penyebab-kematian-terbanyak-ke-2-di-indonesia.html
Lee, S. E., et al. (2019). Prevalence and risk factors of anemia among adolescent girls in Southeast Asia: a systematic review. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 28(4), 713–724. https://doi.org/10.6133/apjcn.122018.07
McLean, E., Cogswell, M., Egli, I., Wojdyla, D., & de Benoist, B. (2009). Worldwide prevalence of anaemia, WHO vitamin and mineral nutrition information system, 1993–2005. Public Health Nutrition, 12(4), 444–454. https://doi.org/10.1017/S1368980008002401
Nabilla, F. S., Muniroh, L., & Rifqi, M. A. (2022). Hubungan pola konsumsi sumber zat besi, inhibator, dan enhancer besi dengan kejadian anemia pada santriwati pondok pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan. Media Gizi Indonesia, 17(1), 56–61.
Pasricha, S. R., et al. (2010). Effect of daily iron supplementation on health in adults: a systematic review. Journal of the American Medical Association, 303(2), 172–182. https://doi.org/10.1001/jama.2009.1914
Salsabilla, F. H., Yanti, D. E., & Ekasari, F. (2024). Pendidikan Media Video Terhadap Pengetahuan Anemia Pada Remaja Putri. 19(02), 91–95.
Sari, I. P., Arif, A., & Anggraini, H. (2023). Hubungan Status Gizi, Siklus Menstruasi, dan Lama Menstruasi Dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri Usia 15 16 Tahun di SMA Pembina Palembang Tahun 2022. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(2), 2118. https://doi.org/10.33087/jiubj.v23i2.3149
Sari, P., Judistiani, R. T. D., Hilmanto, D., & Herawati, D. M. D. (2022). Iron Deficiency Anemia and Associated Factors Among Adolescent Girls and Women in a Rural Area of Jatinangor, Indonesia. International Journal of Women’s Health, 14, 1137–1147.
Sukartiningsih, M. C. E., & Amaliah, M. (2018). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Kambaniru Kabupaten Sumba Timur. Kesehatan Primer, 3(1), 16–29.
Tembo, M., et al. (2017). Socio-economic determinants of anemia among adolescent girls in rural Zambia. Journal of Public Health, 25(2), 123–130. https://doi.org/10.1007/s10389-016-0742-7
UNICEF. (2019). Nutrition in Tantrum: The status of adolescent girls. UNICEF Publications.
Vaccaro, A., et al. (2021). Menstrual regularity, lifestyle, and nutritional factors associated with anemia in adolescents. International Journal of Adolescent Medicine and Health, 33(2), 20200086. https://doi.org/10.1515/ijamh-2020-0086
World Health Organization. (2019). Prevalence of anaemia in children aged 6–59 months. WHO. https://www.who.int/data/gho/indicator-metadata-registry/imr-details/4801
Yohannes Seyoum, C. H., Nicolas, G., Thomas, M., Baye, K., et al. (2019). Iron deficiency and anemia in adolescent girls consuming predominantly plant-based diets in rural Ethiopia. Scientific Reports, 9, 17244. https://doi.org/10.1038/s41598-019-53836-5
Zimmerman, M. B. (2009). Methods for the determination of nutritional iron deficiency. The overview. The American Journal of Clinical Nutrition, 89(4), 1231S–1234S. https://doi.org/10.3945/ajcn.2009.26831D
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Penelitian Perawat Profesional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



